Steal Your Idol’s Love [Chapter III]

by monamuliaa

Steal Your Idol's Love

Chapter ║ Friendship, Comedy

Super Junior ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Here we go, here we go, here we go. . . . .

..Lotte World..

“Apa sebaiknya kita berpencar?” tanya Donghae dengan suara keras berusaha mengalahkan teriakan-teriakan para pengunjung yang rata-rata dipenuhi oleh para remaja seusia Morin.

Sedangkan Heechul justru beraegyo ke arah kamera-kamera pengunjung yang mengarah kepadanya.

“Oppa~ Yesung oppa, saranghaeyo~” teriak gadis-gadis pada Yesung.

Yesung berhenti berjalan lalu menghadap mereka. “Nado saranghaeyo,” balas Yesung mengedipkan sebelah matanya membuat jeritan semakin menjadi-jadi.

Morin geleng-geleng sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Kenapa satu tim dengan mereka.”

“Donghae oppa~ menikahlah denganku.”

“Tunggulah disini. Aku akan kembali, ok?” jawab Donghae.

Morin menepuk jidat mendengar jawaban Donghae. “Artis.”

“Oppa!” teriak Morin pada Donghae, Heechul dan Yesung yang tengah berpose bersama pada sebuah kamera.

Ketiga pria itu menoleh kepada Morin dan serempak menjawab. “Ne?”

“Kaja, jangan kalian pikir ini sesi pemotretan.”

“Arraso, arraso,” jawab mereka serempak lalu melanjutkan pencarian.

“Tiba-tiba aku teringat Eunhyuk,” celetuk Yesung yang langsung mendapat tatapan heran dari Morin, Donghae dan Heechul.

Yesung menunjuk seorang anak kecil yang memakan buah pisang.

Donghae dan Heechul mengangguk paham sedangkan Morin masih memperhatikan anak kecil itu dengan bingung.

“Eunhyuk suka sekali makan pisang,” jelas Donghae.

“Aku kira anak itu mirip Eunhyuk oppa,” jawab Morin polos.

“Tentu saja tidak, dia kan anak perempuan.”

“Tunggu. Kalian lihat kartu emas yang dipegang anak itu?” tanya Yesung dengan mata jeli.

“Clue card~” ucap yang lainnya serempak lalu berlari menghampiri anak perempuan itu untuk meminta clue card.

Kami menyembunyikan 3 keju besar di area outdoor. Tugas Jerry adalah mencari keju dan mengambil kotak mysteri yang dibawa oleh keju untuk mengetahui langkah berikutnya yang harus kalian tempuh sedangkan tugas Tom adalah menangkap Jerry dan memasangkan pita hitam pada kaki Jerry sakaligus merebut kotak Mysteri dari para Keju juga untuk mengetahui langkah selanjutnya.

——————–

“Jadi kita menjadi penjahat?” tanya Eunhyuk memastikan.

“Naluri seekor kucing memang menangkap tikus kan?” ucap Kyuhyun tersenyum licik.

“Bagaimana kalau kita membagi tugas?” tawar Siwon.

“Tidak perlu. Kita hanya harus menangkap tikus yang kita lihat,” jawab Kyuhyun mulai berlari-lari kecil.

“Lebih baik kita berpencar,” usul Sungmin.

“Baiklah baiklah,” akhirnya Kyuhyun menyetujui ide Sungmin.

——————–

“Kenapa mereka memilih yang lemah untuk menjadi Jerry,” keluh Yesung begitu selesai membaca clue card yang timnya dapatkan.

“Tim Tom terlalu kuat,” imbuh Donghae.

“Bukan berarti lemah harus kalah kan? Kita tunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak lemah,” ucap Morin berapi-api yang langsung mendapat toelan di kepala dari Heechul.

“Kau membuatku ingin ketawa.”

“Sepertinya aku melihat Sungmin,” ucap Yesung.

“Odika?” tanya Morin, Heechul dan Donghae bersamaan.

Yesung mendongakkan kepala ke samping kanannya sekaligus belakang kepala Morin, Donghae dan Heechul. Mereka bertiga berbalik mengikuti arah pandangan Yesung.

“Kyaaaaaa,” jerit morin melihat sungmin berdiri 30 meter dari tempatnya sambil tersenyum layaknya seekor kucing menemukan tikus.

“Lari, babo!” seru Heechul menoel kepala Morin lagi.

Morin berlari meskipun dengan jengkel karena kelakuan Heechul padanya. Awalnya mereka berempat berlari bersamaan namun pada akhirnya mereka harus berpisah, Morin berlari menerobos barisan orang yang tertawa tawa terus berlari dan menikung ke wahana air sedangkan Donghae, Heechul dan Yesung berlari ke arah yang berlawanan. Morin menoleh ke belakang dan melihat Sungmin masih mengejarnya.

“Sial, kenapa dia justru mengejarku.”

Morin berhenti berlari dan bersembunyi di antara orang-orang yg berdiri berkerumun, mengawasi Sungmin yg kebingungan mencari dirinya. Dan akhirnya bisa bernafas lega saat Sungmin berbalik arah lalu berlari.

“Fiiuuuhhh,” Morin menghela nafas lega lalu mundur dan duduk di kursi di belakangnya sambil mengatur nafas.

Morin merasa ada yang mengawasinya dan menolehkan kepala ke samping kanannya.

“Aaaarrrggghhh,” Eunhyuk berdiri tepat di samping kanannya sambil melipat tangan ke dada. Morin tak mungin berlari karena jarak antara mereka berdua sangat dekat.

“Satu tikus tertangkap,” ucap Eunhyuk bahagia.

Morin tertunduk lesu lalu tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya. Morin tersenyum lalu mendongakkan kepala sambil memandang Eunhyuk.

“Oppa, aku akan memberimu sekeranjang penuh pisang jika kau mau melepaskanku,” ucap Morin beraegyo.

——————–

Siwon berjalan dengan pelan mengamati area sekitarnya mencoba mencari mangsanya. Proporsi tubuhnya yang sempurna benar-benar mencuri perhatian setiap pengunjung yang hadir di Lotte. Siwon hanya sesekali tersenyum pada ELF yang berteriak-teriak memanggilnya dan tetap memfokuskan pada pencariannya.

Tiba-tiba di saat pencariannya seseorang tak sengaja dan terus saja berlari, Siwon mengamati tulusan yang tercetak di punggung kaos pria yang menabraknya “JerrChul”. Siwon tersenyum penuh kemenangan dan berlari mengejarnya dengan kecepatan seekor kuda.

*****

Morin berjalan dengan mengedarkan pandangan mencari target sekaligus mengawasi musuh yang kapan pun bisa menyergapnya.

“Aish! Kenapa tak ada petunjuk sama sekali apa aku harus mencari di tempat seluas ini?” keluh Morin lalu menajamkan penglihatan saat tanpa sengaja matanya menangkap sesosok warna kuning besar. Morin berlonjak girang lalu menghampirinya.

“Waahahhh akhirnya aku menemukanmu,” seru Morin girang pada CheesWook.

“Akhirnya kau menemukanku. Aku kira tak ada satupun dari kalian yang akan menemukanku.”

“Aku tak sebodoh itu,” ucap Morin memuji dirinya sendiri. “Dimana kotak mysterinya?” Morin mengacungkan tangannya untuk meminta kotak mysteri.

“Sepertinya kau harus menemukan keju yang lainnya karena TomKyu baru saja merebut kotak mystery dariku.”

“Ah, sial. Jadi dia baru saja dari sini?”

Ryeowook mengangguk.

Lalu Morin buru-buru berlari dengan takut siapa tahu Kyuhyun masih berada di sekitar situ.

“Ya! Morin tunggu,” panggil ryeowook. “Kau tinggal sendirian di timmu karena yang lainnya telah tertangkap.”

“Mwo?”

Ryeowook mengangguk lagi. “Kyuhyun dengan bangga mengatakannya padaku tadi. Tapi sebenarnya Siwon yang telah berhasil menangkap mereka.”

“Gomawo oppa,” ucap Morin lalu kembali berlari. “Aish! Mereka tak dapat di andalkan.”

——————–

Jerry harus membawa lari keju menuju Bell Home yang terletak ditengah arena ice skating untuk mengakhiri permainan. Sedangkan Tom memastikan tak ada seekor Jerry pun yang mendekati Bell Home dan menangkap semua tikus. Jika tom berhasil menangkap semua tikus sebelum batas waktu yang ditentukan maka tim tom akan menang begitupun dengan tim Jerry. Kalian memiliki waktu 1 jam sejak permainan dimulai. Bell itu tak akan berbunyi jika kalian melebihi 1 jam. Jika kalian kalah, salah satu perwakilan dari tim kalian akan mendapat hukuman.

“Hah. Kalian pasti tidak akan menang,” ucap Kyuhyun mengantongi clue cardnya dan kembali berlari untuk menemukan si tikus JerRin.

——————–

Morin berjalan di sekitar wahana permainan dengan terus-terusan mengomel tak jelas. Dan tanpa sengaja matanya menangkap sesosok besar warna kuning di dekat antrian roler coaster.

“Kyaaa~” Morin berteriak senang lalu berlari ke arahnya.

CheesDong menyerahkan kotak mystery sebelum Morin memintanya.

Morin buru-buru membacanya. “Ice skating. Kaja oppa,” ucap Morin menarik tangan Shindong.

“Jangan berlari terlalu cepat, kau pikir mudah berlari dengan kostum seperti ini?”

“Tapi kita tidak punya banyak waktu lagi oppa.”

Akhirnya mereka tiba di arena ice skating dengan nafas saling memburu.

“Padahal hanya lari-lari kecil,” keluh Morin pada dirinya sendiri yang membenci lari.

Morin melihat bell itu. Di tengah arena skating.

“Itu Kyuhyun,” pekik Shindong yang membuat Morin refleks menoleh ke belakang.

Kyuhyun berlari ke arah mereka dengan senyum licik penuh kemenangan menghiasi bibirnya.

“Kyaaaa,” jerit Morin menarik Shindong menuju bell di tengah arena skating.

“Ya! Morin-ah. Bukankah ini sedikit berbahaya?” tanya Shindong takut tergelincir di atas es yang licin tanpa menggunakan sepatu khusus.

“Gwenchana,” jawab Morin menjaga keseimbangan agar tidak jatuh tapi ujung belakang bajunya di tarik Kyuhyun yang menyebabkan mereka bertiga jatuh di lantai es yang keras dan dingin.

“Aaawwww, appo,” keluh morin mencoba duduk sambil mengelus-elus pantatnya.

“Bantu aku bangun, bantu aku bangun,” teriak Shindong sambil menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Kostum yang dikenakannya membuatnya susah berdiri.

Kyuhyun merenggangkan otot-otot tubuhnya tanpa mengeluh sedikitpun. Lalu menghampiri Morin yang masih terduduk di lantai sambil merogoh sakunya mengambil pita hitam. Kyuhyun mengikatkan pita itu di kaki Morin namun Morin mendorongnya dengan kuat yang menyebabkan dirinya terdorong kebelakang di lantai yang licin. Morin merangkak menuju Shindong dan mengajaknya merangkak menuju bell.

“Aish! Kau menyusahkan sekali,” ucap Kyuhyun berdiri lagi dan mengahampiri Morin lagi.

Morin terus merangkak.

“Tak bisakah kau diam?” tanya Kyuhyun sambil memitakan pita hitam di kaki Morin.

Morin membalikkan tubuhnya mengahadap kyuhyun. “Shireo. Aku tak akan membiarkan kau menang.”

“Gadis keras kepala,” ucap Kyuhyun tak peduli dan terus memitakan pita di kaki Morin yang terus meronta-ronta hingga membuat Kyuhyun sulit membuat simpul.

“Berhentilah bergerak-gerak,” bentak Kyuhyun.

“Aku akan berhenti bergerak-gerak jika kau melepaskanku,” bentak Morin mengikuti Kyuhyun.

“Tentu saja aku tak akan melepaskanmu karena itu sama halnya dengan aku membiarkanmu menang.”

“Kalau begitu aku juga tak akan berhenti bergerak-gerak,” ucap Morin semakin brutal menggerak-gerakkan kakinya sambil berusaha mendorong-dorong Kyuhyun.

“Kau benar-benar tak mau kalah,” Kyuhyun menatap tajam Morin.

“Keras kepala,” Pikir Morin balik menatap Kyuhyun dengan tajam.

Sedangkan Shindong bergantian memandang Morin dan Kyuhyun dengan bingung. Lalu dia menoleh kepada kameramen dengan pandangan bertanya tapi kameramen hanya diam dan mengangkat bahu tanda tak mengerti harus berbuat apa.

Morin mendorong tubuh Kyuhyun dengan kuat lalu buru-buru berlari menuju bell home tetapi bell itu tidak berbunyi menandakan berakhirnya permainan.

Morin dan Kyuhyun mendengus keras lalu berdiri dengan susah payah berjalan menuju yang lainnya di tepi arena skating dengan jalan yang sedikit diseret.

“Kau sungguh tidak bisa diandalkan,” ucap Eunhyuk meremehkan Kyuhyun.

“Ya. Kau pikir kau sendiri bisa diandalkan,” teriak Kyuhyun.

“Aish! Intinya kalian semua itu kalah,” ucap Shindong.

“Dan mari kita hukum yang kalah,” imbuh Leeteuk. “Seperti perjanjian di awal, hanya perwakilan dari tim yang akan menerima hukuman.”

Semua mengangguk walaupun dengan berat hati.

“Jadi, tentukan siapa yang akan kalian korbankan untuk dihukum. Tim Tom?”

“Kyuhyun,” teriak Siwon, Eunhyuk dan Sungmin.

“Ya! Kalian mau mati?” balas teriak Kyuhyun tidak terima.

Geeezzz..

Semua yang mendengar ucapan Kyuhyun tiba-tiba merinding hebat.

“Kau harus menerima hukumanmu,” ucap Leeteuk.

“Ya! Kalian sungguh tak adil. Kenapa kalian selalu menyiksaku seperti ini? Apakah karena aku maknae?” Kyuhyun berusaha membela diri.

“Apa kau bilang? Bukankah kau yang selalu menyiksa kami?” jawab Eunhyuk kesal.

“Jangan memutar balikkan fakta,” imbuh Siwon memojokkan Kyuhyun.

“Kau harus menerima hukuman itu mau atau tidak,” ucap Eunhyuk.

Sedangkan yang lainnya hanya menyaksikan perdebatan anggota tim Tom.

“Jadi kalian memaksaku?” tanya Kyuhyun.

Siwon dan Eunhyuk mengangguk kecuali Sungmin.

“Apa kau juga mau mengorbankanku?” tanya Kyuhyun pada Sungmin.

“Apa boleh buat,” jawab Sungmin mengangkat bahu.

“Ya! Kau menghianatiku.”

Ryeowook menahan senyum mendengar ucapan Kyuhyun namun buru-buru menghentikan senyumnya saat Kyuhyun melirik tajam kepadanya.

“Sedangkan untuk tim Jerry, siapa yang akan kalian korbankan?” tanya Shindong.

Anggota tim Jerry hanya saling memandang sebelum akhirnya Heechul menjawab.

“Sebenarnya aku menyayangimu tapi kami telah memutuskan kau yang akan mewakili tim Tom. Aku sangat berat mengatakan ini,” ucap Heechul mendramatisir sambil memandang Morin.

Sedangkan Yesung menepuk-nepuk bahu Heechul.

“MWO?” teriak Morin dengan sangat keras. “Jangan memutuskan satu pihak. Kita harus mendiskusikan ini dulu.”

“Kami bertiga mendiskusikannya tadi,” jawab Donghae.

“Ya~ Kalian mau menghianatiku? Aku sudah berjuang keras untuk tim Jerry. Ayo kita terima hukuman bersama-sama?” ajak Morin menunjukkan puppy eyesnya.

Donghae, Heechul dan Yesung saling memandang.

“Oppa~ Aku janji akan menyayangi Ddangkoma kalau kau mau bersamaku,” Morin mendekati Yesung yang tengah berpikir.

“Kalian jangan termakan rayuannya. Dia itu penuh tipu muslihat,” Eunhyuk mengingatkan.

Kini semuanya memandang Eunhyuk penuh tanda tanya.

“Ya! Aku tidak seperti itu,” ucap Morin membela diri.

“Kau lupa tadi merayuku?” tanya Eunhyuk.

“Kapan aku melakukannya?” tanya Morin tidak terima.

“Saat aku hendak menangkapmu tadi.”

Morin berpikir sejenak mencoba mengingat-ingat. “Aku tidak melakukannya.”

“Oppa, kau sungguh tampan. Aku akan memberimu sekeranjang penuh pisang kalau kau mau melepaskanku dan membiarkanku pergi,” Eunhyuk menirukan ucapan Morin dengan penuh aegyo.

“Sungguh dia melakukannya?” tanya Heechul tak percaya.

“Aku tidak mengatakan seperti itu. Kau sungguh terlalu membesar-besarkannya.”

“Jadi kau melepaskan si setan wortel itu hanya untuk sekeranjang pisang?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Eunhyuk mengangguk mantab.

“YA! Kau sungguh bodoh,” teriak Kyuhyun berusaha mencekik leher Eunhyuk.

“Wae?” kesal Kyuhyun saat seseorang menepuk bahunya dengan keras.

“Apa maksudmu memanggilku setan wortel?” tanya Morin menyunggingkan senyum termanisnya.

“Aku merasakan aura jahat disekitarku,” ucap Yesung misterius yang menyebabkan member-member lainnya juga merinding.

“Bukankah kelakuanmu memang mirip setan?” balik tanya Kyuhyun melipat tangannya di depan dada.

“Kau pikir kau sendiri tidak? Bukankah seluruh penduduk Korea tahu bahwa kau adalah evil,” sindir Morin penuh penekanan pada kata evil.

“Jadi selama ini kau mencoba mencari informasi tentangku? Kau mengidolakanku?” goda Kyuhyun.

“Mwo?” sepertinya Morin terjebak kata-katanya sendiri. “Anio. Aku hanya sering mendengar dari sahabatku. Jangan terlalu senang.”

“Tidak perlu bersikap seperti itu. Pesonaku memang tak bisa diabaikan begitu saja,” ucap Kyuhyun membanggakan dirinya sendiri.

“Tak pernah sekalipun terlintas dibenakku untuk menjadi fansmu,” jawab Morin mengingatkan.

“Sadarilah kalian sesama setan tak perlu bertengkar,” ucap Heechul malas.

Kyuhyun dan Morin memandang Heechul lalu diam.

“Sudah diputuskan kalian berdua yang akan menerima hukuman,” ucap Heechul enteng dan anehnya Kyuhyun serta Morin mengangguk mengiyakan mendengar ucapan Heechul.

“Baiklah karena Morin dan Kyuhyun sudah menyetujui hukumannya, sekarang kita akan kembali ke dorm~”

“Dan kita lihat hukuman yang cocok untuk mereka,” ucap Heechul misterius.

“Tunggu~” cegah Yesung.

“Wae?” tanya Ryeowook.

Yesung menatap lurus ke arah roaler coaster kemudian juga diikuti oleh yang lainnya.

Morin menelan ludah ngeri setelah ikut melihat ke arah yang Yesung lihat. Dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. “Aku ingin ke toilet,” ucap Morin dan berlari secepat kilat ke toilet.

*****

“Eotteokhe~?” keluh Morin putus asa duduk di atas closet yang tertutup. “Sebaiknya aku melarikan diri dari sini. Tapi bagaimana dengan image ku,” Morin mengacak-acak rambutnya dengan putus asa. Roaler coaster adalah salah satu musuh dalam hidupnya.

Sedangkan di luar toilet member super junior telah menunggu Morin dengan senyum puas tersungging di masing-masing bibir. Sepertinya mereka tahu apa kelemahan dari Im Morin, setan licik cetakan kedua dari Kyuhyun.

“Hyung. lebih baik kau masuk sana dan seret Morin kemari,” saran Kyuhyun.

Heechul menjitak pelan kepala Kyuhyun. “Ini toilet perempuan.”

“Ah~ gwenchana. tak akan ada yang mengenalimu sebagai perempuan. Kecantikanmu akan memanipulasi segalanya,” ucap Kyuhyun tak tahu diri yang langsung mendapat jitakan lagi dari Heechul.

“Toilet rusak,” Shindong berkata pada seorang perempuan yang tengah tergesa-gesa ingin masuk ke dalam toilet.

“Silahkan mencari ke tempat lain,” imbuh Donghae menahan tawa.

Perempuan itu hanya memandang seluruh member suju dengan takjub namun buru-buru melangkah pergi dengan langkah cepat mungkin ingin segera mencari toilet yang bisa digunakan.

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju dengan kelakuan member lain. “Kalian keterlaluan.”

“Kaja, tidak ada lagi orang di toilet. Hyung kau pasti bisa,” Ryeowook menyemangati Heechul yang sebenarnya sangat tidak perlu -,-

“Baiklah baiklah,” jawab Heechul lalu masuk ke dalam toilet sedangkan kamera hanya menunggu Heechul di depan pintu masuk.

Heechul tersenyum puas saat melihat sebuah pintu yang tertutup dan langsung mengetuknya beberapa kali.

“Ya! Yang lainnya masih banyak yang kosong,” teriak Morin tak mau membuka pintu.

Heechul masih tetap mengetuk-ngetuk pintu dengan tidak sabar.

“Ya~” teriak Morin kesal lalu membuka pintu dan buru-buru menutupnya lagi saat melihat siapa yang berdiri dengan senyum mengembang penuh di depan pintu.

“Kyaaa~”

“Ya, buka pintunya ppali. Aku tahu kau tak sungguh-sungguh sedang ingin ke toilet.”

“Aku sedang sakit perut oppa. Perutku sakit sekali. Sepertinya aku akan langsung pulang setelah ini selesai. Aku perlu minum obat,” kilah Morin dari balik pintu.

“Kau pikir aku percaya dengan kebeohonganmu yang tidak berkelas itu. Keluar atau aku yang akan menyeretmu keluar.”

“Shireo~” jawab Morin menahan pintu meski sudah di kuncinya.

“Aku hitung sampai hitungan ke tiga.”

“Shireo, shireo, shireo,” teriak Morin buas.

“Hana.”

“Eotteokhe, eotteokhe,” Morin kebingungan di dalam kamar mandi tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

“Dul,” Heechul meneruskan hitungannya dengan santai bahkan sambil menata rambutnya yang sedikit berantakan.

Morin semakin panik di dalam kamar mandi.

“Set.”

“ANDWAE~” teriak Morin bersamaan dengan Heechul yang mengucapkan angka 3.

Heechul menggeleng dan baru akan mendobrak pintu saat Morin dengan perlahan membuka pintu dan menunjukkan wajahnya yang menyerah kepada Heechul.

“Oppa~ jebal, jangan lakukan ini padaku,” Morin mengatupkan kedua telapak tangannya dengan wajah memelas.

“Ya! Kau berkata seolah-olah aku akan melakukan tindak kejahatan padamu,” ucap Heechul tidak terima.

Morin masih menatap Heechul penuh permohonan.

“Ayo kita bersenang-senang,” ajak Heechul tersenyum lebar lalu menarik tangan Morin agar mau mengikutinya meski harus mengeluarkan tenaga ekstra karena Morin yang berusaha menahan diri agar tidak bergerak.

*****

“Argh~” Morin berteriak nyaring yang menyebabkan kesepuluh member suju langsung menutup telinga.

“Morin-ah, kau hanya perlu masuk dan duduk kenapa kau berteriak tidak jelas seperti itu,” jengkel Eunhyuk pada Morin.

Kyuhyun membekap mulut Morin dan mendorongnya untuk duduk di barisan depan lalu mengikuti duduk di sampingnya.

“Kupastikan akan membalas kalian semua nanti,” ucap Morin memejamkan mata sambil mencekram pegangan yang ada dihadapannya dengan kuat saat kereta mulai berjalan dengan pelan.

“Whooooo~” teriakan member suju membahana dengan keras namun dikalahkan oleh suara teriakan nyaring Morin.

“ARGH~”

Morin berteriak tanpa lelah sejak pertama kereta mulai bergerak hingga kereta berhenti membuat Kyuhyun yang duduk di sampingnya ingin menyumpalkan sepatunya ke dalam mulut Morin sedangkan member lain yang duduk di barisan belakan Morin tengah tertawa-tawa melihat kesialan Kyuhyun dan teriakan Morin.

“Banyak bintang di kepalaku,” ucap Morin setelah turun dari kereta.

“Aku mual,” ucap Yesung dan Morin bersamaan lalu berlari ke toilet yang kebetulan berada di dekat arena roaler coaster.

“Tadi dia yang mengajak memainkan ini. Tapi ternyata justru dia yang KO,” ucap Leeteuk geleng-geleng melihat Yesung diikuti anggukan dari member lainnya.

Setelah Morin dan Yesung keluar dari toilet mereka semua berjalan menuju van yang akan membawa mereka kembali ke dorm.

“Morin-ah. Apa kau baik-baik saja?” tanya Sungmin melihat Morin dengan prihatin.

“Diamlah. Aku sedang tidak dalam emosi yang baik untuk berbicara,” ucap Morin tidak sopan namun sepertinya kebersamaan suju dan Morin beberapa hari ini sudah membuat mereka saling mengerti bagaimana karakter dan sifat Morin yang tak jauh berbeda dengan maknae mereka.

“Biarkan saja dia berhibernasi,” ucap Kyuhyun menenangkan Sungmin.

Morin menatap Kyuhyun dengan tajam dan jengkel namun Morin tak berniat membalas ucapan Kyuhyun karena kepalanya yang masih pusing dan perutnya yang masih mual.

*****

..Super Junior’s Dorm 12th Floor..

“Rasanya aku ingin pingsan,” ucap Morin menghempaskan tubuhnya di sofa diikuti Yesung yang juga menghempaskan diri ke sofa di samping Morin.

“Aku sungguh lapar,” Kyuhyun berkata dengan keras.

Leeteuk menoleh kepada Kyuhyun. “Kau masih ingat hukumanmu kan?”

Kyuhyun menatap Leeteuk curiga.

“Kau sudah bersedia menerima hukuman tadi,” Leeteuk mengingatkan.

Kyuhyun menatap tajam Leeteuk.

“Ya! Jangan menatapku seperti itu,” Leeteuk memandang Kyuhyun takut-takut.

Kyuhyun merubah tatapannya menjadi tatapan normal. “Wae?”

“Pergilah berbelanja ke supermarket. Tak ada bahan mentah yang bisa di masak disini,” ucap Leeteuk menjelaskan.

“Ne. Belikan kami banyak makanan,” sambung Shindong.

“Mwo?”

“Belikan makanan yang mengenyangkan,” imbuh Yesung.

“Shireo,” jawab Kyuhyun malas.

Semua member suju kini balik menatap Kyuhyun dengan tajam mendengar penolakan Kyuhyun.

“Jadi kalian bersekongkol untuk menjatuhkanku?” tanya Kyuhyun tak percaya.

Semua member mengangguk.

“Bahkan kalian terang-terangan mengakuinya. Baiklah, baiklah aku akan pergi,” ucap Kyuhyun kalah.

“Belikan jus wortel untukku,” teriak Morin lantang pada Kyuhyun.

“Kau ikut dengannya bodoh,” Heechul menoel kepala Morin mendengar ucapan menggelikannya.

“Wae? Kenapa aku harus ikut dengannya.”

“Kalian berdua mendapat hukuman. Kau lupa?” tanya Eunhyuk.

“Tapi aku tidak cukup kuat untuk berjalan,” kilah Morin.

“Tapi kau cukup sehat untuk berteriak,” jengkel Eunhyuk.

Kyuhyun menarik rambut kucir kuda Morin untuk mengikutinya.

“Ya! Ya! Ya!” Morin berusaha melepas tangan Kyuhyun namun seperti tanpa dosa Kyuhyun tetap menarik rambut Morin.

“Ya! Cho Kyuhyun! Kau sungguh ingin mati,” teriak Morin.

“Aku akan menyeretmu ke neraka,” jawab Kyuhyun dengan seringaian evilnya.

*****

..Seoul’s Supermarket..

Morin telah tiba di sebuah supermarket yang cukup terkenal di Seoul dengan beberapa kru SYIL. Banyak pengunjung yang tercuri perhatiannya saat melihat Kyuhyun yang seorang member dari boygrup terkenal super junior bersama seorang gadis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Tentu saja itu mengundang rasa penasaran terutama karena mereka bersama di keramaian namun rasa ingin tahu itu berubah seketika saat melihat kamera yang mengikuti mereka. Kini semuanya sudah jelas bahwa mereka sedang melakukan recording.

“Lihatlah ke sekelilingmu. Itu membuktikan betapa populernya aku,” Kyuhyun berbisik kepada Morin dengan percaya dirinya sedangkan Morin ternyata sudah tak berada di sampingnya melainkan sudah berada beberapa meter darinya sambil mendorong troli dan mengamati beberapa barang.

“Aish! Jinjja. Anak itu,” kesal Kyuhyun lalu menyusul Morin dan menendang troli yang di dorong Morin.

“Ya! Apa yang kau lakukan,” teriak Morin tak terima dengan perlakuan Kyuhyun.

“Kenapa? Kau tak terima? Lalu apa yang akan kau lakukan?” tantang Kyuhyun.

Morin menatap Kyuhyun lalu menendang kaki Kyuhyun dengan cukup keras.

Kyuhyun langsung terduduk memegangi kakinya yang berdenyut-denyut nyeri setelah mendapat tendangan dari Morin.

“Kau mau mengajakku berkelahi?”

“Tentu saja kalau itu yang kau inginkan,” Morin berkacak pinggang berdiri menjulang di atas Kyuhyun yang masih berjongkok memegangi kakinya yang nyeri.

“Kau satu-satunya gadis setan yang pernah aku temui dalam hidupku,” teriak Kyuhyun pada Morin.

“Hah. Lalu apa yang akan kau perbuat sekarang? Kau berpikir akan menindasku dengan peringai setanmu itu?” balas teriak Morin.

Beberapa orang yang berada di sekitar mereka memandang penuh rasa ingin tahu sekaligus rasa takut kepada Morin dan Kyuhyun.

“Menindasmu? Hah, bahkan kau berpikir sejauh itu. Dasar kelinci setan pemakan wortel. . . .” kalimat Kyuhyun terpotong karena sorang petugas supermarket yang menghampirinya dan Morin.

“Ada yang bisa saya bantu tuan dan nona?” tanya petugas supermarket kepada Morin dan Kyuhyun.

“Anio. Gamsahamnida,” jawab Morin dan Kyuhyun bersamaan lalu berjalan menjauh beriringan mengamati beberapa barang yang mungkin cocok untuk mereka.

“Apa yang sebaiknya kita beli?” tanya Morin pada Kyuhyun seolah-olah perdebatan mereka beberapa saat yang lalu tak pernah terjadi.

“Apapun yang bisa dimakan. Aku juga bingung harus membeli apa,” jawab Kyuhyun memandang troli yang masih kosong. Sedangkan dia sendiri juga bingung harus membeli makanan apa karena tak biasanya dia pergi berbelanja makanan.

“Arraseo,” ucap Morin lalu mengambil beberapa makanan yang disukainya lalu melemparkannya ke dalam troli.

Kyuhyun juga melakukan hal yang sama dengan Morin, mengambil beberapa makanan ringan yang terlihat enak lalu ikut melemparkannya ke dalam troli.

Kini Morin dan Kyuhyun melempar apa saja yang mereka lihat ke dalam troli, dan sepertinya mereka sama-sama menikmati kegiatan semacam itu –“

Morin berhenti melempar makanan ke dalam troli saat melihat troli yang didorongnya sudah penuh dengan makanan dan minuman.

“Uhwoo. Kenapa bisa penuh secepat ini?” tanya Morin tak percaya memandang troli yang didorongnya kini sudah penuh dengan makanan dan minuman.

“Molla. Baru beberapa saat yang lalu troli kita kosong karena kebingungan mau membeli apa dan tiba-tiba saja sekarang sudah sangat penuh,” ucap Kyuhyun tak percaya.

“Ne~” jawab Morin setuju dengan perkataan Kyuhyun.

“Jadi, apa sekarang sebaiknya kita pulang?” tanya Kyuhyun pada Morin.

“Jamkaman. Ayo kita beli ramyeon sebelum pulang. Eottokhe?” usul Morin.

Kyuhyun berpikir sejenak. “Apakah yang lainnya tidak menunggu?” baliknya tanya.

“Aish! Gwenchana. Bukankah tidak baik pulang dengan perut kosong?” tanya Morin.

“Pabo. Yang benar bukankah tidak baik pulang dengan tangan kosong, bukan perut kosong,” Kyuhyun terkekeh geli mendengar perkataan Morin.

“Tapi, pulang dengan perut kosong juga tidak baik. Mungkin saja kita akan kelaparan dalam perjalanan pulang. Sedangkan ada banyak makanan disini. Lagi pula hanya semangkuk ramyeon~” kilah Morin tak mau kalah.

“Baiklah baiklah. Kurasa itu tidak buruk karena aku juga sedang lapar,” Kyuhyun menyetujui ide Morin.

“Aku juga yakin tiba di dorm kita juga masih harus menunggu mereka memasak. Aku sudah terlanjur lapar.”

“Ah. Bahta,” Kyuhyun baru sadar. “Kaja.”

“Dorong,” ucap Morin menyerahkan troli yang penuh kepada Kyuhyun.

Morin dan Kyuhyun mengambil 2 ramyeon siap saji dan membawanya menuju ke sebuah meja panjang dengan kursi yang berjajar yang memang disediakan untuk mereka yang ingin beristirahat meminum kopi atau memakan ramyeon, selain itu disana juga disediakan air panas.

Morin dan Kyuhyun duduk dengan posisi yang sama, menopang dagu dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menahan penutup ramyeon agar tetap menutup hingga ramyeon mereka siap untuk dimakan.

“Selamat makan~” ucap mereka bersamaan setelah menunggu beberapa menit.

Kemudian mereka memakan ramyeon masing-masing dalam diam dan tenang.

Beberapa menit telah berlalu.

“Ah~ perutku terasa penuh,” ucap Morin dan Kyuhyun kembali bersamaan.

“Setelah makan tiba-tiba aku merasa haus,” ucap Kyuhyun pada Morin.

“Nado~ bagaimana kalau membeli eskrim?” tawar Morin.

Kyuhyun mengangguk setuju lalu berjalan bersama Morin untuk mengambil eskrim.

“Ah~ aku benar-benar menyukai ini,” gumam Morin dengan mulut penuh eskrim.

“Nado.”

Drrrttt.Drrrttt.

Ponsel Kyuhyun bergetar dari dalam sakunya.

Teuki hyung

Calling. . . . .

“Yeoboseyo?” jawab Kyuhyun sambil memakan eskrimnya.

“Ya! Kenapa kalian ini lama sekali? Cepatlah kembali, kami sudah kelaparan,” ucap Leeteuk di telepon.

“Ne~” jawab Kyuhyun singkat lalu mematikan ponselnya. “Leeteuk hyung meminta kita untuk segera pulang. Kaja,” Kyuhyun memberi tahu Morin perintah Leeteuk.

Morin mengangguk lalu mereka berjalan menuju kasir.

“Jamkaman,” Kyuhyun teringat sesuatu. “Siapa yang akan membayar belanjaan ini?” tanya Kyuhyun pada Morin.

“Tentu saja kau. Untuk apa kau bertanya padaku?” jawab Morin enteng menunggu antrian bergeser.

“Yang benar saja? Aku tidak membawa uang selembarpun.”

“Jinjja? Kau jangan bercanda.”

“Anio. Aku tidak bercanda.”

“Pabo. Kenapa kau tak membawa uang?”

“Aku sendiri juga tidak tahu kenapa tidak membawa uang,” jawab Kyuhyun menyesal. “Kau sendiri kenapa tidak membawa uang?” balik tanya Kyuhyun pada Morin.

Belum sempat Morin menjawab seorang petugas supermarket menghampiri Morin dan Kyuhyun.

“Maaf tuan dan nona, anda berdua berniat bergeser apa tidak? Antrian sudah lama menunggu,” tegur seorang petugas yang lagi-lagi sama dengan petugas yang menegur mereka tadi.

Morin dan Kyuhyun sama-sama menoleh ke belakang dan benar saja antrian di belakang mereka sudah cukup panjang.

“Jeoseong hamnida,” Morin dan Kyuhyun sama-sama membungkuk sopan pada antrian lalu menyingkir membiarkan atrian di belakang mereka bergeser lebih dulu ke depan.

“Eottokhajo?” tanya Morin pada Kyuhyun.

Kyuhyun menoleh kepada kameramen. “Apa kau membawa uang?”

Kameramen itu hanya menggeleng.

“Jinjjayo?” tanya Morin tak percaya.

Kameramen itu kini mengangguk.

“Yang benar saja kau tak membawa uang?” tanya Kyuhyun sekali lagi tak percaya.

Kameramen itu kembali mengangguk.

“Aish! Tamatlah kita,” desah Morin. “Aku tidak mungkin mengajakmu melarikan diri dari sini.”

Kyuhyun menoel kepala Morin. “Pabo. Kenapa pikiran seperti itu terlintas dibenakmu.”

“Diamlah,” perintah Morin berpikir.

“Ah! Telpon Leeteuk hyung.”

“Ah! Telpon Leeteuk oppa.”

Morin dan Kyuhyun berucap bersamaan lalu tersenyum puas.

Kyuhyun merogoh kantong celananya untuk menghubungi Leeteuk.

“Kapan kalian pulang?” tanya Leeteuk begitu menjawab telepon.

“Hyung, kemarilah jemput kami.”

“Wae? Untuk apa aku harus menjemputmu.”

“Kami sedang dalam kesulitan.”

“Mwo? Apa yang terjadi?” tanya Leeteuk terdengar khawatir.

“Kemarilah. Ppali. Aku tak bisa menceritakannya melalui telepon.”

“Tunggu aku sebentar lagi akan kesana,” ucap Leeteuk memutuskan sambungan telepon.

“Etteokhe?” tanya Morin penasaran.

“Tenang saja. Dia akan tiba dalam waktu yang tidak lama,” jawab Kyuhyun yakin.

Dan benar saja, tidak cukup lama Morin dan Kyuhyun menunggu Leeteuk telah tiba di supermarket dengan wajah khawatir.

“Gwenchana?” tanya Leeteuk pada Morin dan Kyuhyun yang terlihat baik-baik saja.

Morin dan Kyuhyun menggeleng.

“Apa yang terjadi?”

“Kami tidak membawa uang untuk membayar belanjaan.”

Leeteuk memandang Morin dan Kyuhyun dengan wajah bodoh.

Sedangkan Morin dan Kyuhyun hanya tersenyum seperti tanpa dosa.

“Kalian membuatku khawatir ternyata hanya karena ini,” ucap Leeteuk jengkel lalu berjalan ke arah kasir yang sudah kosong yang langsung diikuti Morin dan Kyuhyun yang mendorong troli.

“Semuanya seratus ribu won,” ucap petugas kasir itu tersenyum super manis kepada Leeteuk.

“Mwo? Anda tidak salah menghitung?” tanya Leeteuk tak percaya.

“Mesin yang menghitung semuanya tuan,” jawab petugas kasir itu masih menyunggingkan senyum super manis.

“Ah. Ne,” Leeteuk baru sadar lalu menyerahkan uang sejumlah belanjaannya kepada kasir.

“Gamsahamnida,” ucap petugas kasir itu kepada Leeteuk, Kyuhyun dan Morin juga.

“Jeosong hamnida,” Morin dan Kyuhyun membungkuk meminta maaf atas kerusuhan yang telah mereka perbuat.

“Sebenarnya apa yang kalian beli hingga menghabiskan uang sebanyak itu?” tanya Leeteuk saat berjalan menuju mobil.

“Hanya beberapa barang yang dibutuhkan untuk memasak.”

“Tapi kenapa semahal itu?”

Morin dan Kyuhyun sama-sama mengangkat bahu tak mengerti.

-T.B.C-

Advertisements