Steal Your Idol’s Love [Chapter Final]

by monamuliaa

Steal Your Idol's Love

Chapter ║ Friendship, Comedy

Super Junior ║ Im Morin (OC)

 

.

 

..Super Junior’s Dorm 12th Floor..

“Kami pulang~” teriak Morin ceria memasukki dorm sambil menenteng satu kantong belanjaan sedangkan Kyuhyun dan Leeteuk mengikuti di belakangnya dengan masing-masing membawa satu kantong belanjaan.

“Whoaaa~ hari ini kita akan pesta?” tanya Shindong antusias melihat 3 kantong belanjaan yang nampak penuh dengan makanan.

“Jadi ini semua kau dan Kyuhyun yang membeli?” tanya Eunhyuk mengambil sebuah minuman kaleng begitu Morin meletakkan kantong belanjaannya.

Morin menggeleng.

“Leeteuk hyung berbaik hati mentraktir kita hari ini,” jawab Kyuhyun melirik jail pada Leeteuk yang sejak tadi menekuk wajahnya dengan lesu.

“Jeongmal?” pekik semuanya tak percaya mendengar jawaban Kyuhyun karena mereka sangat mengenal Leeteuk yang jarang menggesek money cardnya kalau tidak untuk kepentingan yang benar-benar penting ditambah sekali.

“Silahkan bertanya langsung pada leader tercinta kita,” jawab Kyuhyun nampak puas telah mampu membuat hyungnya itu mengeluarkan banyak uang.

Semuanya hanya menatap Leeteuk sekilas dan langsung percaya begitu saja setelah melihat ekspresi wajah Leeteuk.

Heechul terkikik pelan lalu mengambil sebungkus makanan ringan dari dalam kantong belanjaan.

“Gomawo hyung,” ucap Sungmin pada Leeteuk yang hanya mengangguk.

“Sepertinya aku juga harus berterimaksaih padamu hyung,” ucap Kyuhyun lalu menoleh pada Leeteuk sambil mengucapkan terimakasih.

Leeteuk mendesah lalu duduk di samping Donghae yang sudah berebut makanan dengan Eunhyuk.

“Huh, ada bahan mentah?” tanya Ryeowook pada Kyuhyun dan Morin.

“Tadi sebelum berangkat Leeteuk oppa berpesan untuk membeli bahan mentah,” jawab Morin.

“Kalau begitu aku akan pergi memasak,” Ryeowook tampak antusias dan mengambil semua bahan mentah dari dalam kantong belanjaan lalu membawanya ke dapur.

“Oppa, aku akan membantumu,” teriak Morin dan hendak mengikuti Ryeowook ke dapur namun langkahnya terhenti karena tatapan penuh penolakan dari masing-masing mata. “Kurasa masakanmu akan lebih lezat jika aku tidak membantu,” seru Morin kepada Ryeowook.

“Aku tahu itu,” seru Ryeowook balik yang sebenarnya berarti tak apa kau tak membantu.

“Kalau begitu biar aku yang membantunya,” ucap Sungmin beranjak dari duduknya dan berjalan menyusul Ryeowook ke dapur.

“Kau yang terbaik hyung,” puji Kyuhyun mengacungkan jempolnya pada Sungmin diikuti anggukan Donghae dengan mulut penuh makanan yang membuatnya tak dapat banyak bicara.

“Mereka selalu memujiku saat aku memasakkan makanan untuknya,” gumam Sungmin pelan.

Pada akhirnya Ryeowook memasak dibantu oleh Sungmin sedangkan yang lainnya hanya bersenang-senang di depan televisi.

Setelah Ryeowook menyelesaikan memasaknya, semua berkumpul di meja makan untuk mulai makan malam.

“Whoaahhh, hari ini kita benar-benar mau pesta?” tanya Donghae setelah melihat masakan yang tersaji di meja makan.

“Bukankah super junior SYIL akan berakhir kurang  dari 24 jam?” tanya Sungmin.

Semuanya kini menatap Sungmin lalu mengangguk.

“Jadi ayo kita anggap ini farewall party, meskipun besok mungkin kita masih akan bertemu untuk perpisahan yang sesungguhnya,” sahut Leeteuk mengerti suasana.

“Ayo kita bersenang-senang malam ini,” timpal Ryeowook yang diikuti oleh member lainnya.

Sedangkan Morin yang hanya diam saja buru-buru ikut berseru setelah mendapat senggolan dari Heechul.

“Aku akan makan yang banyak~”

Mereka kemudian memulai acara farewall party kecil-kecilannya dengan penuh antusiasme.

Kemudian setelah makan-makan mereka berkaraoke dengan hebohnya di dalam dorm. Setelah hari cukup larut akhirnya recordingpun selesai.

*****

..Hansung High School..

Sekolah sudah selesai beberapa jam yang lalu, di kelas Morin sudah tampak sepi hanya tinggal beberapa siswa termasuk Morin dan Caena yang masih sibuk dengan barang mereka masing-masing.

Hari sudah cukup sore karena Morin dan Caena salah satu dari siswa kelas tiga sudah sewajarnya kelas mereka berakhir sampai sore hari ditambah lagi beberapa minggu lagi mereka akan mengikuti ujian negara jadi pulang hingga sore hari adalah hal yang wajar. Biasanya mereka justru akan pulang hingga malam hari.

“Morin-ah, bukankah hari ini hari terakhir recording SYIL?” tanya Caena disela-sela kesibukannya merapikan meja tulisnya.

“Ne,” jawab Morin dengan nada riang.

“Kenapa varshow ini terlalu singkat,” keluh Caena merasa tidak rela jika super junior SYIL berakhir.

“Kenapa justru kau yang mengeluh? Sebentar lagi kita akan ujian negara. Kita harus fokus pada belajar.”

“Ah. Kau benar. Ujian negara. Ayo kita sama-sama berjuang untuk ujian negara kali ini,” seru Caena sambil mengepalkan tangan kirinya mencoba menyemangati dirinya sendiri.

“Sudahlah. Belajar saja yang rajin.”

Caena yang merasa diacuhkan Morin hanya menggembungkan pipinya dengan kesal lalu kembali berkutat dengan sisa barangnya yang belum sepenuhnya masuk ke dalam tas.

“Caena-yah,” panggil Morin setelah yakin telah memasukkan seluruh barang-barangnya ke dalam tas.

“Wae?”

“Temani aku membeli sesuatu.”

“Membeli apa? Komik? Shireo. Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa kita harus rajin belajar. Jadi jangan membuang-buang waktu dengan hanya membaca komik,” nasihat Caena.

“Anio. Bukan komik. Kau hanya perlu menemaniku. Anggap ini sebagai ucapan terimakasihmu padaku yang telah memberikan tanda tangan lengkap seluruh member super junior.”

“Baiklah,” putus caena akhirnya.

Morin tersenyum senang lalu menggandeng tangan Caena agar berjalan lebih cepat. “Tapi kau masih punya hutang padaku.”

“Mwo?”

“Itu. Komik baruku yang kau buang ke jendela. Kau harus membelikanku edisi lengkapnya.”

Caena menghentikan langkahnya untuk menatap Morin dan hendak memprotes namun mengurungkannya saat melihat tatapan maut dari Morin.

“Arraseo arraseo.”

*****

..Super Junior’s 12th Floor (2 hours ago)..

“Annyeong haseyo,” super junior membungkuk sopan ke arah kamera.

PDnim menyerahkan sebuah amplop berwarna emas kepada super junior.

Ryeowook membukanya dan mulai membacanya dengan keras untuk member yang lainnya

Seperti yang telah kalian ketahui hari ini adalah hari terakhir dari SYIL. Mungkin sedikit salam perpisahan dan pertemuan singkat dirasa cukup. Jadi silahkan kalian saling bertemu.

“Omo! Super Junior SYIL akan selesai,” ucap Sungmin.

“Aigoo~ kenapa seminggu berjalan begitu cepat?” desah Ryeowook memasukkan kembali surat ke dalam amplopnya.

Memang sudah dirancang sejak awal bahwa SYIL hanya akan berlangsung selama satu minggu untuk setiap artis idola.

“Ne~” sahut yang lainnya.

“Kalo begitu ayo kita bersenang-senang?” ajak Leeteuk pada membernya.

“Karena ini hari terakhir bagaimana kalau kita beri kejutan untuk Morin?” usul Donghae yang langsung disetujui oleh kesepuluh member lainnya.

“Kejutan apa?” tanya Heechul.

Mereka semua lalu membentuk lingkaran di lantai mencoba mendiskusikan kejutan apa yang terbaik untuk Morin tak membiarkan kamera mengetahui apa yang mereka diskusikan.

“Bagaimana menurut kalian?” tanya Kyuhyun dengan senyum jailnya.

“Andwae! Itu keterlaluan,” seru Heechul tak setuju dengan ide Kyuhyun.

Kyuhyun mendengus kemudian mereka kembali berkumpul mencari ide yang lainnya.

“Eotteokhe?” tanya Donghae.

“Ah. Ne~” kompak seluruh member antusias setuju dengan ide Donghae namun tetap penuh rahasia.

“Kalian ingin tahu apa yang kami rencanakan?” goda Heechul ke arah kamera. “Itu rahasia,” lanjut Heechul lalu mulai tertawa.

“Bukankah akan lebih baik jika kita menghubungi Morin dulu?” ide Kyuhyun.

“Ah bahta. Mana ponselmu?” tanya Leeteuk pada Kyuhyun.

“Wae?”

Leeteuk tak menjawab dan hanya mengatungkan tangan kepada Kyuhyun.

Kyuhyun merogoh ponsel di dalam saku celananya lalu memberikannya pada Leeteuk.

Leeteuk tersenyum lalu menghampiri PDnim. “PDnim, bolehkah aku minta nomor ponsel Morin?” tanya Leeteuk.

PDnim itu mengangguk lalu menunjukkan nomor ponsel Morin dari ponselnya.

Leeteuk mulai mencatat lalu membungkuk berterimakasih dan kembali ke super junior.

“Coba kita tanya sekarang dia ada dimana,” ucap Leeteuk menyentuh tanda panggil pada layar ponsel Kyuhyun.

“Ya! Hyung, kau meminjam ponselku untuk menghubungi Morin? Kenapa tidak kau gunakan ponselmu sendiri,” protes Kyuhyun.

“Kau punya hutang padaku, jadi diamlah.”

“Mwo? Bukankah kau yang sering punya hutang pada member?”

Member yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak sedangkan Leeteuk hanya tersenyum malu.

“Jamkaman. Kita hubungi mereka dulu baru menghubungi Morin,” cegah Donghae.

“Kau benar,” ucap Leeteuk menepuk dahinya. “Kita hubungi mereka dulu. Coba kita lihat apa Kyuhyunnie punya salah satu nomor dari mereka,” Leeteuk mulai mencari-cari nomor di kontak Kyuhyun dan segera menghubunginya begitu menemukan nomor yang dicarinya.

Tuuut.. Tuuut.. Tuuut..

“Yeoboseyo?” jawab seseorang dari seberang sana.

“Yeoboseyo. Apa kalian sedang di dorm sekarang?”

“Ne. Waeyo hyung?”

“Kami membutuhkan bantuan kalian. Beberapa menit lagi kami akan menuju dorm kalian.”

“Ne~”

*****

“Untuk apa kau membeli sebanyak itu?” tanya Caena heran.

“Apa warna fandommu?” balik tanya Morin.

Caena mengeryit bingung mendengar pertanyaan dari Morin. “Biru. Biru safir. Wae?”

“Bukankah ini sama dengan warna fandommu.”

“Lalu? Apa yang akan kau lakukan dengan itu?” tunjuk Caena.

“Memberikannya pada super junior.”

“Mwo? Aish jeongmal. Mana mungkin kau hanya memberikan itu kepada mereka. Cobalah lebih elegan sedikit. Ini perpisahan.”

Morin melirik tajam ke arah Caena sambil mendesis. “Jadi kau ingin bilang kalau ini tidak elegan, huh?”

“Anio. Bukan seperti itu maksudku,” jawab Caena buru-buru. “Aku hanya berharap kau akan memberikan sesuatu yang lebih berharga daripada itu.”

“Lalu, sekarang kau ingin mengatakan kalau ini tidak berharga?”

Caena buru-buru menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mulai mengacak-acak rambut pendeknya dengan frustasi. “Kenapa bicara denganmu membuatku kesal. Sebenarnya siapa yang bodoh disini.”

Morin menghentikan langkahnya dan menatap dengan mata berapi-api kepada Caena. “Pada akhirnya kau mau mengatakan kalau aku bodoh?”

“Argh~” teriak Caena kesal dan mendorong Morin menyingkir lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Morin tepat saat ponselnya bergetar pelan dari dalam saku hoodinya.

“Yeoboseyo?” jawab Morin setelah membuka flip ponselnya.

“Yeoboseyo. Morin-ah, ini Leeteuk oppa.”

Morin mengeryitkan dahi. “Ne?”

“Apa sekolahmu sudah selesai hari ini?”

“Ne.”

“Sekarang kau dimana?”

“Berada tidak jauh dari sekolah. Waeyo oppa?”

“Syukurlah. Cepatlah kembali ke sekolah. Sebentar lagi kami akan kesana.”

“Ne~” jawab Morin mengakhiri pembicaraan lalu mengembalikan ponselnya ke dalam saku hoodinya.

Morin mendesah pelan menyusuri jalanan kembali ke sekolahnya dan sesekali menendang kerikil yang ditemuinya. Namun langkahnya terhenti saat tiba di gerbang sekolah tampak 5 orang berpakaian serba hitam serta kacamata dan juga masker berwarna hitam dihadapannya. Belum sempat Morin melihat lebih seksama kelima orang berpakaian hitam tersebut mereka telah menangkupkan penutup kepala berwarna hitam kepada Morin dan kedua tangannya diikat menggunakan tali ke tubuhnya serta mengambil alih apa yang ada digenggaman Morin.

Morin memberontak-berontak dan dapat merasakan dirinya di angkat ke dalam van dan van itu bergerak tanpa Morin tahu akan pergi kemana.

“Kalian siapa?” teriak Morin dengan suara aneh dari balik penutup kepalanya.

Mereka hanya diam tak menjawab.

“Kalian mau menculikku?”

*****

..Someplace in Seoul..

Van yang membawa Morin akhirnya berhenti dan kelima orang berpakaian hitam tadi menarik Morin keluar, tidak dengan kasar layaknya penjahat.

“Ini dimana?” tanya Morin lagi meski yakin tak akan mendapat jawaban dan hanya pasrah di dorong berjalan ke tempat yang Morin sendiri tak tahu.

Beberapa lama berjalan Morin tak dapat menangkap suara apapun, hanya suara-suara langkah kakinya bersama kelima orang berpakaian hitam tadi hingga akhirnya Morin mendengar suara ombak? Meski sama sekali tak yakin dengan pendengarannya.

“Kalian akan berbuat jahat padaku?” tanya Morin memberanikan diri sekaligus penasaran dan bosan karena harus diam sejak tiba di tempat yang bahkan Morin tak tahu dimana karena kain hitam yang menutup matanya.

“Tidak.”

“Apa kalian super junior?” tanya Morin berharap ini hanya recording SYIL.

“Bukan.”

“Kalau begitu, bolehkah aku tahu siapa kalian?”

“Tidak.”

Morin cemberut mendengar jawaban mereka yang hanya singkat-singkat. “Apakah kalian terkenal?”

“Kurasa begitu.”

Morin mengeryit mendengar fakta bahwa penculiknya terkenal. “Ya! Apa kalian tidak bisa menjawab selain bukan dan tidak?”

“Kami hanya disuruh menjawab seperti itu,” celetuk polos salah seorang dari mereka.

“Ya! Kau bodoh,” hardik yang lainnya membuat Morin yakin bahwa ini salah satu bagian dari SYIL.

*****

..Seohae Beach..

Sepuluh member super junior kini telah berada di sebuah pantai yang tampak sepi dari pengunjung.

“SYIL jeongmal daebakida. Bahkan mereka menyewa pantai untuk recording,” seru Shindong merentangkan tangan seperti hendak memeluk laut dalam dekapan tangannya yang lebar.

“Kebetulan saja pantai ini memang sepi,” jawab Sungmin mengambil sebuah kerang laut dibawah kakinya.

Sedangkan Leeteuk sudah mulai mengeluarkan ponselnya untuk melakukan selca dengan background laut bersama Siwon, Ryeowook dan Heechul.

“Uhwoo~” teriak Donghae antusias melihat hamparan laut dihadapannya dan berlari-lari kecil ketika ombak mulai mendekatinya.

“Kau senang kembali ke habitatmu?” celetuk Kyuhyun yang disambut tawa dari hyungdeulnya.

“Aku merindukan laut. Sudah sangat lama aku tak pernah pergi ke laut,” jawab Donghae tak begitu peduli dengan ejekan maknaenya itu.

“Kurasa van nanti akan ada sedikit tempat kosong karena si ikan akan kembali ke habitatnya,” Kyuhyun manata rambutnya yang sedikit berantakan karena angin laut yang cukup kencang.

“Sebaiknya kau juga kembali ke habitatmu,” balas Donghae melirik Kyuhyun.

“Dimana habitatku?” tantang Kyuhyun berkacak pinggang.

“Neraka~” jawab hyungdeulnya dengan kompak.

“YA!” teriak Kyuhyun tidak terima.

“Wae? Bukankah setan memang seharusnya di neraka?” tanya Eunhyuk.

“Kalau aku ke neraka, aku akan membawa kalian semua ke neraka bersamaku,” jawab Kyuhyun dengan senyum evilnya yang langsung mendapat jitakan dari Siwon.

“Kita semua akan pergi ke surga bukan ke neraka,” Siwon mengingatkan yang langsung diacuhkan oleh seluruh member sebelum dia melakukan ceramah keagamaannya.

“Annyeong haseyo super junior sunbaenim.”

Tiba-tiba saja sebuah suara terdengar dari belakang super junior.

Seluruh member super junior menghentikan aktivitasnya untuk melihat siapa yang telah menyapa mereka dengan sopan.

“Annyeong haseyo,” balas super junior pada mereka.

“Dimana Morin?” tanya Heechul menghampiri sosok yang sangat dikenalnya itu.

Laki-laki itu hanya menunjuk ke arah lain yang menampakkan 4 orang temannya berjalan bersama seseorang dengan berpakaian seragam sekolah lengkap dan tangan diikat serta penutup mata hitam.

“Sebenarnya kalian mau membawaku kemana?” suara omelan Morin terdengar begitu dia semakin mendekat.

“Aku merasa ini seperti pasir. Dan terdengar suara ombak. Apa ini pantai?” tanya Morin.

“Kapan kalian akan membuka penutup mataku? Kepalaku pusing terus-terusan berjalan dalam gelap seperti ini.”

“Dia terus mengomel sepanjang perjalanan kemari,” lapor salah seorang dari mereka tampak bosan mendengar omelan Morin.

“Mengomel adalah salah satu kecerdasannya. Seharusnya kalian jangan hanya menutup matanya tapi juga mulutnya,” jawab Kyuhyun.

“Tunggu. Kenapa aku merasa seperti mendengar suara si setan Kyuhyun,” gumam Morin cukup keras.

“Tentu saja karena ini memang suaraku.”

“Oh. Jinjja? Super junior oppadeul?”

“Annyeong haseyo Morin-ah,” sapa seluruh member super junior pada Morin.

“Kalian menyuruh penculik yang tidak profesional untuk ini. Bahkan salah satu penculik benar-benar bodoh,” keluh Morin yang membuat semua orang tertawa.

“Mana mungkin dia akan mengatakan hal semacam itu kalau mengetahui siapa penculiknya,” Sungmin menggeleng-geleng mendengar ucapan Morin.

“Sekarang bolehkah aku melihat keindahan tempat ini?” sindir Morin.

Salah seorang dari mereka memandang Leeteuk dan setelah Leeteuk mengangguk mereka melepas ikatan tangan Morin.

Morin melepas sendiri ikatan kain yang menutup matanya dan mencoba menyesuaikan diri dengan tempatnya berada.

Pertama yang dia lihat setelah penutup matanya lepas adalah hamparan laut biru yang indah lalu super junior yang berdiri dihadapannya dengan Heechul yang tersenyum lebar padanya dan Kyuhyun yang mencibirnya barulah kemudian dia melihat dengan seksama 5 pria lain yang berdiri tersenyum di sampingnya. Senyum itu senyum paling menawan yang pernah Morin lihat seumur hidupnya.

Beberapa detik tak ada yang terjadi, mungkin Morin masih takjub sekaligus bingung melihat 5 pria disampingnya hingga akhirnya Morin berteriak.

“AAAAAAA~” Morin berteriak dengan cukup keras sambil meloncat-loncat tidak karuan.

“Apakah aku bermimpi?” tanyanya pada diri sendiri. “AAAA~ SHINee~” teriak Morin lalu berlari memeluk satu persatu member SHINee sepertinya dia tidak ingat lagi akan keberadaan super junior bersamanya.

“Tunggu. Hari ini hari apa, tanggal berapa tahun berapa jam berapa menit berapa dan detik berapa aku harus mencatatnya,” ucap Morin buru-buru mengambil ponsel dari dalam tas punggungnya.

“Shawol,” gumam Shindong melihat kelakuan Morin.

“Ya! Morin-ah, kau tak mau memelukku?” tanya Heechul yang diacuhkan oleh Morin.

Morin menoleh pada Heechul lalu benar-benar memeluknya.

“Super junior jjang! SHINee jjang! SYIL jjang!” seru Morin setelah melepas pelukannya dengan Heechul.

“Dia kenapa?” tanya Ryeowook heran melihat perubahan sikap Morin.

“Jeongmal daebakida. Jeongmal daebakida,” ucap Morin tak henti-hentinya.

“Bukankah kau tadi mengatakan kalau mereka bodoh,” celetuk Kyuhyun yang membuat Morin segera berlari ke arah Kyuhyun dan mendekap mulutnya dengan tangannya agar tidak bisa berkata-kata lagi.

“Aku tidak bermaksud mengatakan seperti itu,” kilah Morin sambil menggeleng-geleng meyakinkan semua orang. “Mana mungkin aku menjelek-jelekkan idolaku sendiri.”

“Kau memang mengatakannya tadi,” Jonghyun mengingatkan Morin.

“Lupakan aku pernah mengatakannya tadi,” jawab Morin tersenyum tanpa dosa membuat semua orang tertawa.

“Dari kita berlima siapa yang paling tampan?” tanya Key mengerling pada Morin yang membuat Morin tak dapat bernafas untuk sesaat.

“Key oppa.”

“Mwo?” teriak seluruh member super junior terkejut mendengar jawaban Morin.

“Bukankah kau selalu memuja-muja Minho?” tanya Donghae.

“Ah ne, Minho oppa yang tertampan. Tapi Key oppa baru saja mengerling padaku.”

“Jeongmal,” dengus Eunhyuk.

“Fangirl.”

Sedangkan Heechul hanya mengacak-acak rambut Morin.

“Kalau di super junior siapa yang tertampan?” tanya Minho yang didukung anggukan kesepuluh member super junior.

“Uhm… Dia,” jawab Morin menunjuk pada Kyuhyun.

“Whoa.”

“Aku?” tanya Kyuhyun menunjuk pada dirinya sendiri.

Morin mengangguk. “Itu kata temanku,” imbuh Morin lalu menjulurkan lidahnya ke Kyuhyun.

“Aish! Gadis ini benar-benar berlidah cabang.”

“Lalu kalau menurutmu sendiri siapa yang tertampan?” tanya Leeteuk.

“Leeteuk oppa,” jawab Morin.

“Ini pertama kalinya aku mendengar ada yang memilih Leeteuk hyung sebagai yang tertampan. Ini kemajuan,” sindir Kyuhyun yang mendapat anggukan dari member lain.

“Sepertinya kedudukan visual kita sudah tak digunakan lagi,” Shindong melirik Siwon namun Siwon hanya tersenyum dengan coolnya.

“Tabahkanlah hatimu,” Eunhyuk menepuk-nepuk bahu Siwon yang langsung mendapat pandangan aneh dari Siwon.

“Jinjja?” pekik Leeteuk tak memperdulikan ejekan dari dongsaengdeulnya. “Gadis-gadis memang terpesona dengan ketampananku,” ucap Leeteuk menyombongkan diri setelah mendapat anggukan pasti dari Morin.

“Ya! Ku pikir kau akan memilihku,” protes Heechul. “Kalau begitu aku tak akan memaafkanmu.”

“Oppa, kau lebih dari tampan bagiku. Dan aku sudah menganggapmu seperti oppa kandungku sendiri.”

“Jinjja?”

Morin mengangguk.

“Cih! Gadis ini selain berlidah cabang ternyata juga bermulut buaya.”

Morin menendangkan ujung sepatunya ke arah Kyuhyun yang menyebabkan beberapa pasir pantai bertebangan ke pakaian Kyuhyun. “Kau mau mencari masalah denganku?”

“Aku berkata berdasarkan apa yang baru saja aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.”

“Kalau begitu tutup matamu saja.”

“Ah. Bagaimana kalau kita membuat sebuah permainan?” tawar Leeteuk menengahi sebelum pertengkaran duo evil berlanjut ke tingkat yang lebih ekstrim.

“Ne~” jawab semuanya setuju.

“Ada yang punya usul game apa yang akan kita lakukan?”

Minho mengangkat tangannya dengan bersemangat. “Volly beach.”

“Shireo~” jawab Taemin.

“Wae?”

“Hyung selalu mencari permainan yang sudah pasti akan menjadikan hyung juaranya.”

Morin mengangkat tangannya tak ingin mendengar perdebatan lebih lanjut antara Minho dan maknae Taemin. “Aku setuju dengan Minho oppa,” ucapnya tersenyum lebar yang sebenarnya justru bukan menghentikan perdebatan.

“Kau setuju denganku?” tanya Minho kepada Morin. “Kalian lihat? Dia saja setuju denganku,” ucap Minho lalu mengacungkankan tangannya mengajak Morin untuk berhigh five.

“Lebih baik kita menunggu matahari terbenam,” usul Yesung yang membuat seluruh orang kini menatap heran dengan usulnya. “Sebentar lagi senja akan tiba,” imbuhnya menunjuk ke ujung laut.

“Dan itu artinya SYIL akan berakhir saat matahari benar-benar terbenam hari ini,” tambah Donghae.

“Kalian benar. Kalau begitu ayo kita menunggu matahari terbenam,” putus Leeteuk dan lalu mereka duduk berjajar melihat ke arah laut.

“Apa kau senang mengikuti SYIL?” tanya Key yang duduk di sebelah Morin.

“Sangat senang,” jawab Morin tersenyum dengan lebarnya.

“Kenapa? Bukankah kau bukan ELF?” Siwon yang mendengar jawaban Morin bertanya ingin tahu.

“Karena aku bisa bertemu SHINee,” jawab Morin dengan tanpa dosa sama sekali.

Eunhyuk yang duduk di belakang Morin menoel kepalanya dengan gemas.

“PDnim, undang kami juga untuk ikut SYIL,” rengek Onew menoleh pada PD SYIL.

“Kalau kalian ikut SYIL aku akan mendaftar. Dan kali ini benar-benar keinginanku,” ucap Morin penuh ambisi.

“Ku doakan kau tidak terpilih nanti,” Kyuhyun berkata dengan santainya di ujung barisan sambil memainkan tangannya di pasir pantai.

“Doa setan tak pernah terkabul.”

“Ah aku lupa sesuatu,” Morin berdiri dari duduknya. “Dimana barang yang aku bawa tadi saat kalian menculikku?” tanya Morin pada SHINee.

“Kurasa aku menaruhnya di van,” jawab Onew berpikir. “Aku akan mengambilnya untukmu,” tawar Onew segera beranjak berdiri namun kaki kirinya tersandung kaki kanannya hingga menyebabkan tubuhnya terjungkal ke pasir pantai.

Morin menatap Onew dengan khawatir meski sebenarnya sudah sangat hafal dengan hobi jatuhnya leader SHINee itu. “Aku akan mengambilnya sendiri,” ucap Morin lalu berlari menuju van yang membawanya tadi untuk mengambil barang yang telah dibelinya bersama Caena tadi.

Sedangkan Onew yang terjatuh kembali duduk dengan pakaian yang penuh pasir namun tetap saja dia tersenyum dengan lebarnya.

Tidak lebih dari 5 menit Morin kembali ke pantai dengan tangan memegang sesuatu.

“Balon?” tanya Heechul mendongak melihat cukup banyak balon berwarna biru safir yang dibawa Morin.

Morin mengangguk.

“Untuk apa?” tanya Sungmin.

“Sebagai hadiah buat kalian.”

Member super junior memandang heran Morin, begitupun member SHINee. Mungkin mereka baru kali ini melihat seorang fans yang hanya memberi hadiah balon kepada idolanya. Tapi bukankah super junior bukan idola Morin.

“Gomawo untuk saat-saat indah yang telah oppadeul berikan padaku. Mungkin awalnya aku memang tak menyukai super junior namun untuk ke depannya aku akan lebih menunjukkan perhatianku kepada super junior, the king of hallyu. Maaf jika selama ini aku lebih sering merepotkan kalian. Jeongmal mianheyo. Semoga kalian akan tetap mengingatku. Jika kelak kalian tidak sengaja berpapasan denganku, ku harap kalian masih mengingatku dan akan memberikan senyum kalian kepadaku,” ucap Morin mengulurkan 99 balon kepada Leeteuk dengan senyum termanis yang mampu disunggingkannya.

“Berikan banyak cinta pada kami,” jawab Leeteuk menerima uluran balon dari Morin.

Heechul yang berada cukup jauh dari jangkauan Morin kini mendekat untuk mengelus puncak kepala Morin.

“Gomawo oppa atas perlakuan baik yang kau tunjukkan kepadaku,” ucap Morin pada Heechul yang mendapat anggukan singkat dari Heechul.

“Ya! Kenapa aku jadi merinding seperti ini,” celetuk Kyuhyun.

“Aish! Kau sungguh merusak suasana,” sungut Morin memberikan tatapan tajam pada Kyuhyun.

“Kenapa sembilan puluh sembilan balon gas? Apakah ada filosofinya?” tanya Ryeowook.

Morin terlihat berpikir sejenak lalu menggeleng. *gubrak*

“Aku hanya ingin membelinya sebagai hadiah untuk kalian.”

“Whoa~ lihatlah, sebentar lagi matahari akan segera terbenam,” teriak Sungmin menunjuk ke arah ujung laut dengan matahari yang seolah-olah hendak menenggelamkan diri ke dalam laut.

“Kyeopta~”

“Romantisnya.”

“Ayo, lakukan selca,” ajak Leeteuk telah mengeluarkan ponselnya dengan posisi siap membidik.

“Jamkaman. Karena jumlah kita terlalu banyak biarkan PDnim yang membidik,” usul Shindong lalu Leeteuk pun menyerahkan ponselnya kepada PDnim.

Super junior, SHINee serta Morin bersiap di posisi masing-masing.

“Hana, dul, set.”

“Kimchi,” teriak semuanya bersamaan dengan PDnim yang menyebut angka 3.

..Keut..


a/n:

aigoo~~ akhirnya selese juga ff ini *throw confetti*

gomawo utk yg mau baca ff disini. selanjutnya aku saranin baca our line setelah baca ff ini 😉

Advertisements