[Our Line] #1 We Meet Again

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

“Morin-ah, yang tadi bukan nomor ponselku tapi nomor ponsel Kyuhyun. Kau boleh menyimpannya kalau kau mau,” ucap Leeteuk saat berjalan menuju van super junior.

Morin tak begitu peduli dan hanya mengangguk. Matanya sudah sedikit terpejam karena mengantuk.

“Aku ikut van SHINee,” ucap Morin saat melihat member SHINee masuk ke dalam van yang berbeda.

“Kau harusnya bersyukur kami mau memberimu tumpangan. Kau tidak bisa seenaknya saja memilih mau ikut van siapa,” hardik Heechul jengkel dengan kelakuan Morin.

“Kau mau naik atau tetap tinggal disini?” tanya Shindong memastikan.

“Naik,” jawab Morin singkat lalu masuk ke dalam van super junior.

“Aku duduk di depan.”

“Andwae. Kau duduk di belakang, aku yang akan duduk di depan.”

“Kakimu. Singkirkan. Aku tidak bisa masuk.”

“Aish. Kenapa berisik sekali,” teriak Morin jengkel.

“Kau sudah menumpang jadi jangan berteriak-teriak,” ucap Kyuhyun menoel kepala Morin dari belakang.

Morin hanya mendengus lalu mengambil ipod dari dalam tasnya dan mulai memasang earphone ke telinganya.

“Ipod kalian berdua sama?” tanya Donghae melihat ipod milik Morin lalu ipod milik Kyuhyun.

Morin dan Kyuhyun yang masih mendengar ucapan Donghae hanya saling melihat sekilas ipod yang dibicarakan untuk memastikan lalu tak ambil pusing dengan hal itu.

“Bolehkah aku tidur?” tanya Morin entah kepada siapa dia meminta ijin.

“Kau hanya tinggal tidur lalu kami akan menurunkanmu di halte bis pertama yang kami temui,” jawab Eunhyuk.

“Tidurlah,” ucap Heechul yang langsung membuat senyum terkembang di bibir Morin.

“Baiklah aku akan tidur,” seru Morin lalu mulai memainkan daftar lagu yang ada di ipodnya.

Beberapa menit berlalu.

Heechul yang duduk di samping Morin penasaran dengan apa lagu yang didengar Morin lalu dia mengambil ipod dari genggaman Morin.

“SHINee, SHINee, SHINee,” ucap Heechul mengabsen satu persatu tracklist di ipod Morin. Dan tiba-tiba saja sebuah ide muncul di benaknya begitu saja.

“Kyuhyunnie,” panggil Heechul pada Kyuhyun yang duduk di belakang.

Tak ada jawaban.

“Kyuhyunnie,” panggil Heechul sekali lagi.

Sungmin yang duduk di sebelah Kyuhyun melepas salah satu earphone di telinga Kyuhyun. “Heechul hyung memanggilmu.”

“Wae hyung?”

“Kemarikan ipodmu.”

“Untuk apa?” tanya Heechul lalu menerima uluran ipod dari tangan Kyuhyun.

Heechul mencabut ujung earphone Morin yang tersambung pada ipodnya lalu mengganti menyambungkannya pada ipod Kyuhyun dan memilihkan sebuah lagu secara acak dari tracklist Kyuhyun. Lalu menyerahkan ipod milik Morin kepada Kyuhyun.

“Kenapa semuanya SHINee?”

“Itu milik Morin.”

“Mwo?”

“Tak apa. Ipod kalian sama persis. Tak ada bedanya.”

“Aish jinjja,” dengus Kyuhyun lalu memasukkan ipodnya ke dalam tas berganti menarik earphone Donghae yang ada di sebelahnya.

“Ya!” teriak Donghae tak terima.

“Ayo berbagi,” ucap Kyuhyun memasang sebelah earphone Donghae ke telinganya sendiri.

-oooOooo-

Morin’s Home. 5 July 2012

Morin menikmati ramennya sambil menonton layar televisi besar yang ada di ruang televisi di rumahnya. Sekarang rasanya dia bisa bebas melakukan apapun yang dia inginkan. Ujian negaranya telah berakhir begitupun dengan ujian test masuk perguruan tinggi juga telah dilewatinya. Dia menyukai kebebasannya, walaupun demikian satu yang selalu tidak disukainya yakni sendiri.

Tinggal di Seoul tanpa satu pun keluarga memang bukanlah hal yang mudah namun dia mampu bertahan selama ini, hingga dia lulus sekolah dan akhirnya berkuliah. Tujuan awalnya untuk hidup mandiri telah mampu dia buktikan meskipun dia tetap tinggal di rumah orang tuanya bukan appartemen seperti halnya teman-temannya yang tinggal jauh dari orang tuanya di Seoul.

Drrttt Drrttt Drrttt

Ponsel di meja bergetar beberapa kali.

Kim Caena

Calling. . .

Meskipun demikian dia memiliki sahabat baik seperti Caena yang bahkan telah menganggapnya seperti saudara adalah hal yang sangat disyukurinya hingga saat ini.

Morin meletakkan sumpit dan mangkuk ramennya lalu beralih mengambil ponselnya.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo! Morin-ah, odika?”

“Di rumah. Tentu saja. Bahkan aku baru bangun tidur. Wae?”

“Cepatlah pergi mandi. Temani aku pergi, sebentar lagi aku akan menjemputmu.”

“Pergi kemana?” tanya Morin menggantung karena sambungan telepon yang telah terputus.

“Aish! Jinjja. Anak ini selalu saja seperti ini.”

Morin meletakkan ponselnya dan kembali melanjutkan acara makan ramennya tak mempedulikan perintah Caena yang menyuruhnya mandi karena sebenarnya dia memang sudah mandi.

Beberapa menit berlalu hingga akhirnya bel pintu rumahnya berdering.

“Kau sudah siap?” tanya Caena dengan wajah penuh semangat di depan pintu.

Morin tak menjawab lalu berjalan masuk ke dalam rumah membiarkan Caena mengikutinya masuk.

“Kemana kita akan pergi?” tanya Morin persis sama dengan irama yang selalu diucapkan Dora.

“Ke suatu tempat.”

“Ke suatu tempat mana? Berikan keterangan yang sejelas-jelasnya.”

“Kau tinggal menemaniku kenapa susah sekali,” gerutu Caena.

“Disini kau yang mengajakku kenapa kau yang marah-marah padaku.”

“Aku tidak ingin cari masalah denganmu. Ayolah ikut bersamaku, jebal~” mohon Caena sambil mengatupkan kedua tangannya dengan puppy eyes nya.

“Cih! Tunggulah disini.”

“Ne.”

Kemudian Morin melangkah menaiki tangga menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan mengambil tas punggungnya. Lalu setelah selesai Morin kembali turun menemui Caena.

“Kau sudah siap?” tanya Caena yang melihat Morin.

Morin mengangguk.

“Kajja,” ucap Caena menggandeng tangan Morin.

“Ngomong-ngomong apa yang ada dalam tas besarmu itu?” tanya Morin penasaran melihat tas punggung Caena yang super besar.

“Sesuatu yang akan kita butuhkan nanti.”

“Kau tak akan membawaku ke tempat yang aneh-aneh kan?” tanya Morin.

“Tidak sama sekali.”

-oooOooo-

CJ E&M Center, Sangam.

Morin dan Caena baru saja tiba di depan studio dan betapa terkejutnya mereka ternyata telah banyak ELF yang mengantri untuk masuk studio.

“Jadi. Katakan yang sebenarnya apa tujuanmu mengajakku kemari?” tanya Morin tersenyum super manis pada Caena meski sebenarnya dia sendiri sudah tahu apa jawabannya saat melihat dimana mereka berada saat ini dan juga pengalamannya jika SHINee comeback.

“Temani aku menonton prerecording mereka.”

“Kau mengajakku mengantri disini untuk melihat comeback stage super junior?”

Caena mengangguk lambat-lambat.

“Kenapa kau tidak menonton bersama teman ELFmu itu.”

“Aku ingin menonton bersamamu.”

“Aish, jinjja. Kau benar-benar merusak pagiku. Bahkan aku hanya makan ramen tadi,” keluh Morin pada Caena.

“Aku akan mentraktirmu makan setelah kita kembali dari sini,” janji Caena.

“Baiklah. Hari ini aku akan menemanimu.”

Caena tersenyum senang lalu mereka mulai mengantri.

“Jangan bilang isi tas besarmu itu adalah peralatan ELFmu?” tanya Morin yang hanya mendapat senyuman dari Caena.

Semakin lama semakin banyak ELF yang tiba dan ikut mengantri bersama Morin dan Caena. Dan dengan iseng-iseng Morin menghitung ELF yang mengantri di depannya hingga dirinya, semua berjumlah 15 orang, itu belum termasuk ELF yang mengantri di belakang Morin.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya staf M! Countdown keluar dan mengatakan bahwa hanya 10 ELF yang diijinkan masuk untuk menonton Sexy, Free and Single hari ini dan 100 ELF untuk From U.

“Mwo? Hanya sepuluh?” teriak Caena begitupun dengan yang lainnya.

“Kau lihat? Kau memang belum beruntung hari ini,” ucap Morin tanpa belas kasihan pada sahabatnya itu.

Teriakan protes mulai terdengar dimana-mana mendengar pernyataan staf. Dan pada akhirnya salah satu staf SM mengatakan bahwa 10 ELF lagi dapat melihat Sexy, Free and Single. Sedangkan untuk From U mereka menambah 80 ELF lagi.

“Hari ini kita beruntung,” pekik Caena lalu menarik tangan Morin untuk segera masuk ke dalam studio 2F.

Morin dan Caena dapat mendengar janji staf MCD di belakang mereka bahwa mereka akan membelikan ELF eskrim untuk mengobati kekecewaan mereka.

-oooOooo-

M! Countdown, backstage.

“Aish, aku mengantuk sekali,” keluh Eunhyuk saat seorang coordie menata rambutnya.

“Aku sungguh merindukan ranjangku,” sahut Donghae yang di make up di samping Eunhyuk.

Di tengah ruangan Leeteuk, Shindong, Kangin dan Yesung tengah berlatih koreografi menunggu giliran di make up untuk Shindong dan Kangin, di sofa Siwon tengah memainkan ponsel iphone-nya telah selesai di make up begitupun Kyuhyun yang sedang berkutat dengan laptop applenya. Samar-samar terdengar suara Ryeowook yang berlatih partnya di sudut ruangan bersama Sungmin.

“Kangin-ssi, Shindong-ssi,” panggil coordie kepada Kangin dan Shindong yang berarti giliran mereka di make up telah tiba.

“Hyung, berapa ELF yang hadir hari ini?” tanya Leeteuk pada managernya yang sedang sibuk dengan layar ipadnya.

“Sangat banyak tapi hanya dua puluh ELF yang diijinkan masuk untuk SFS dan seratus delapan puluh untuk From U,” jawab managernya tanpa mengangkat wajah dan buru-buru keluar ruangan saat melihat PD MCD lewat di depan ruangan.

“Kenapa hanya sedikit?” tanya Donghae yang kini beralih mendekati Kyuhyun untuk melihat apa yang maknaenya itu lakukan sebenarnya.

Leeteuk mengangkat bahu lalu berjalan mendekati Sungmin dan Ryeowook untuk mengganggu mereka.

“Aish!” teriak Kyuhyun saat hyungdeulnya diam tengah berkutat dengan aktifitas masing-masing.

“Wae?” tanya mereka serempak menatap Kyuhyun.

“Batre laptopku tinggal beberapa menit padahal kurang sedikit lagi aku menyelesaikan level ini,” keluh Kyuhyun menatap nanar ke layar laptopnya.

Mendengar jawaban Kyuhyun semua member mendengus lalu kembali ke aktifitas masing-masing.

“Sebaiknya kau berlatih partmu,” saran Eunhyuk pada Kyuhyun.

“Shireo. Kita sudah berlatih hampir selama musim panas ini. Tenggorokkanku sakit. Kau saja yang berlatih partmu. Ada beberapa nada yang masih sumbang,” tolak Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Super junior stand by. Lima menit lagi kalian recording,” seorang staf MCD melongokkan kepalanya ke dalam ruang tunggu super junior.

“Ne. Alghesimnida,” seru seluruh member kompak.

Donghae meloncat turun dari sofa terlihat paling semangat dari member lain.

Kemudian mereka semua berjalan beriringan menuju panggung, sebelum naik ke panggung mereka melakukan rutinitas mereka. Seluruh member berkumpul membentuk lingkaran lalu menumpangkan tangan di atas tangan member lainnya.

“Kerja keras untuk hari ini.”

Lalu mereka berjalan berurutan ke atas panggung.

“Annyeong haseyo,” kompak seluruh member membungkuk ke arah ELF yang disambut sorakan dari ELF.

“Urinun supyeo juni,” komando Leeteuk.

“O eyo,” sahut member lain dengan trandmark khas mereka.

“Urinun ELF o eyo,” jawab ELF kompak.

Kemudian mereka bersiap di posisi masing-masing.

Every single day i try,” mereka memulai dengan SFS.

Beberapa kali mereka harus mengulang hingga mendapat rekaman yang paling sempurna.

“Gamsahamnida,” teriak seluruh member.

“Kalian telah bekerja keras,” teriak Leeteuk pada seluruh membernya.

“Kalian telah bekerja keras,” ulang Kyuhyun menirukan ucapan leadernya.

“Kenapa aku merasa melihat Morin,” gumam Yesung pelan.

-oooOooo-

Sexy, free and single i’m ready to bingo.”

“Bisakah kau berhenti menyanyikan lagu itu?” gerutu Morin bosan mendengar Caena yang sejak pulang dari M! Countdown tak henti-hentinya menyanyikan bagian reff dari lagu baru super junior itu.

“Kau tidak bisa merasakan euforia comeback mereka,” jawab Caena tak peduli.

Morin meletakkan sumpitnya lalu merogoh-rogoh ke dalam tas punggungnya mencoba mencari ipod miliknya yang mungkin bisa menyelamatkannya dari suara nyanyian nyaring Caena. “Tidak membawa.”

“Kau mencari apa?” tanya Caena penasaran.

“Ipod.”

“Mungkin tertinggal di rumah,” jawab Caena kembali melanjutkan nyanyiannya.

Morin ingat sudah lama dia tidak memegang ipodnya, terakhir kali memegangnya saat recording SYIL dan setelah itu dia tidak pernah lagi memegangnya karena terlalu sibuk belajar dan lain sebagainya layaknya siswa yang hendak ujian negara pada umumnya.

“Aish!” Morin berdiri dari duduknya dan membawa mangkuk jajangmyeonnya untuk pindah ke tempat kosong yang lain.

Caena yang melihat kelakuan Morin hanya cemberut.

“Kau diam disitu,” ucap Morin kembali memakan jajangmyeonnya.

“Kau tega padaku,” jawab Caena namun Morin sama sekali tak mempedulikannya.

-oooOooo-

Eunhyuk’s New Home. 7 July 2012

“Kenapa kau semakin kurus?” tanya ibu Kyuhyun sambil menepuk-nepuk lengan putranya yang duduk di sampingnya.

“Hanya turun beberapa kilo,” jawab Kyuhyun enteng.

“Makanlah yang teratur. Jangan selalu makan makanan instan,” pesan ibunya.

“Ne. Arraseo,” jawab Kyuhyun.

“Kyuhyunnie, kau tidak mau melihat kamar baruku?” tanya Eunhyuk pamer.

“Coba aku lihat, seberapa bagusnya kamarmu,” jawab Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar Eunhyuk.

Ibu Kyuhyun hanya menggeleng-geleng melihat kelakuan member super junior yang seperti anak kecil itu.

Drrttt Drrttt Drrttt

Ponsel Kyuhyun yang ada di atas meja bergetar pelan.

Carot Devil

Calling. . .

Ibu Kyuhyun melihat sekilas layar ponsel Kyuhyun dan menjawab panggilan karena ponsel Kyuhyun tak berhenti bergetar.

“Ya! Setan tengil tidak tahu diri. Kau yang membawa ipodku huh? Kau dasar, benar-benar. Sekarang kau dimana? Aku ingin bertemu denganmu,” teriak seorang perempuan di ujung sana.

“Yeoboseyo?” ucap ibu Kyuhyun mencoba menenangkan jantungnya yang hampir saja meledak mendengar teriakan di telepon.

Tak terdengar sahutan beberapa lama hingga akhirnya penelepon bergumam. “Jeoseong hamnida. Sepertinya saya salah sambung.”

Ibu Kyuhyun menurunkan ponselnya dari telinganya masih dengan wajah shock.

“Eomma, kau kenapa?” tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam kamar baru Eunhyuk.

“Siapa setan wortel?”

“Setan wortel mwoya? Aku tidak mengenalnya.”

“Tidak mengenalnya? Nomornya tersimpan di ponselmu dan dia baru saja menghubungimu dan marah-marah di telepon.”

“Jeongmalyo?” pekik Kyuhyun terkejut lalu mengambil ponselnya untuk mengecek benarkah Morin baru saja menghubunginya.

“Kau masih bilang tidak mengenalnya?”

“Ah. Dia hanya temanku,” jawab Kyuhyun asal-asalan. Lagi pula sejak kapan dia berteman dengan Morin.

“Bawa dia ke rumah. Eomma ingin bertemu dengannya.”

“Mwo?” pekik Kyuhyun tak percaya. “Untuk apa eomma ingin bertemu dengannya?”

“Bawa saja dia ke rumah,” jawab ibu Kyuhyun dengan death glare khas keluarga Cho. “Sejak kapan kau memilikki teman seperti dia.”

“Aish, jinjja. Gadis itu benar-benar membuat masalah.”

-oooOooo-

SM Coreography room.

“Langkahmu sedikit lambat beberapa detik,” ucap Eunhyuk frustasi menghadapi Yesung yang selalu melangkah tidak serempak.

“Aku sudah mencobanya. Biarkan aku berlatih sekali lagi, kali ini ku pastikan aku akan benar,” jawab Yesung dengan senyum mengembang di bibirnya.

Member lain selain Eunhyuk dan Shindong menyingkir untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Nafas mereka saling mengejar, pertanda betapa keras latihan yang mereka lakukan malam ini.

Donghae merebut air mineral dari tangan Eunhyuk sebelum Eunhyuk meminumnya. “Ya! Lee Donghae~”

Donghae meneguk seluruh isi botol minum Eunhyuk dalam sekali teguk. “Gomawo,” ucapnya tanpa dosa lalu mengembalikan botol kosongnya kepada Eunhyuk kemudian ngeloyor pergi begitu saja.

“Aku bukan orang yang pemarah,” ucap Eunhyuk menenangkan diri lalu mengambil kembali air mineral di sudut ruangan. “Kau mau apa?” bentaknya pada Yesung yang berdiri tepat di belakangnya dengan tangan terjulur.

“Kau tak perlu berteriak-teriak padaku. Aku hanya ingin mengambil minum,” jawab Yesung dengan wajah polosnya lalu mengambil air mineral.

Eunhyuk buru-buru meminum air mineralnya sebelum direbut oleh member yang lain.

Sedangkan di sudut lain ruangan, Kyuhyun tengah duduk menghadap ke dinding kaca sambil menempelkan ponselnya ke telinga, menunggu nada tunggu berhenti dan berganti dengan jawaban.

“Yeoboseyo?” jawab suara di seberang.

“Besok aku ingin bertemu denganmu.”

“Nuguseyo?”

“Cho Kyuhyun,” jawab Kyuhyun pelan.

“Nuguseyo? Jangan bicara bisik-bisik. Aku tak dapat mendengarnya.”

“Cho Kyuhyun. Super junior Cho Kyuhyun. Kau tidak perlu pura-pura tidak tahu siapa aku,” jawab Kyuhyun kesal sedikit menaikkan suaranya.

“Kau. Dimana ipod ku?” teriak Morin yang langsung menyebabkan Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinga.

“Kau sungguh-sungguh. Pelankan suaramu. Aku masih punya pendengaran yang normal.”

“Tidak perlu basa basi. Dimana ipod ku? Jangan bilang kau mau membawa lari ipod ku.”

“Aish, jinjja. Untuk apa aku membawa lari ipodmu. Aku menghubungimu untuk masalah itu. Besok kita bertemu.”

“Odi?”

“Daerah Nowon.”

“Mwo? Kenapa harus disana?”

“Kau mau ipodmu kembali atau tidak,” geram Kyuhyun habis kesabaran menghadapi gadis di telepon.

“Ne ne, arraseo. Aku akan kesana. Jam berapa?”

“Jam tiga sore.”

“Ne arraseo. Aku akan tiba tepat waktu. Awas kalau kau sampai melarikan diri dariku.”

“Melarikan diri mwoya? Untuk apa aku melarikan diri darimu. Cih.”

“Aku pegang kata-katamu,” ucap Morin lalu mematikan sambungan telepon.

“Kau mau kemana besok jam tiga sore?” tanya Sungmin yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Kyuhyun.

“Omo,” pekik Kyuhyun terkejut. “Kau mengagetkanku. Bertemu eomma.”

Sungmin hanya mengangguk-angguk dengan mulut membentuk huruf O tanda mengerti.

“Ayo semuanya, kita kembali berlatih,” komando Leeteuk dari tengah ruang koreografi.

-oooOooo-

Nowon-gu. 8 July 2012

“Sebenarnya dimana dia. Tepat waktu. Cih, bahkan ini sudah lebih dari kesepakatan awal,” gerutu Kyuhyun berkali-kali melihat jam tangan Bvlgari yang melingkar di tangan kirinya.

“Awas kalau kau tidak datang aku akan membunuhmu,” ucapnya masih menggerutu lalu mengambil ponsel dari dalam saku celananya berniat menghubungi Morin namun belum sempat dia menekan tanda call pada layar ponselnya, ponselnya telah bergetar lebih dulu.

“Kau dimana?” tanya Kyuhyun dan Morin bersamaan tanpa sapaan terlebih dahulu.

“Arah jam sebelas,” ucap Kyuhyun saat melihat Morin muncul dari persimpangan jalan beberapa meter di depannya.

“Mobil hitam?” tanya Morin memastikan.

“Cepatlah. Jangan berjalan seperti kura-kura,” omel Kyuhyun yang melihat Morin berjalan dengan santainya. “Tak perlu melambaikan tangan,” imbuh Kyuhyun saat Morin melambaikan tangan ke arah mobilnya.

Morin mematikan ponselnya begitu saja dengan cemberut lalu berjalan, lebih tepatnya sedikit berlari menghampiri mobil Kyuhyun.

Morin mengetuk kaca mobil setelah mendekat.

“Masuklah,” ucap Kyuhyun menurunkan sedikit kaca mobilnya.

Tanpa penolakan Morin langsung masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

“Dimana ipodku? Kau tahu, aku membelinya dengan uang yang aku kumpulkan sendiri. Jadi kau tak bisa menukarnya begitu saja meskipun kita memiliki ipod yang sama persis tapi tetap saja itu berbeda,” omel Morin lalu mengeluarkan ipod milik Kyuhyun dari dalam tasnya.

Kyuhyun tak menjawab tapi justru melajukan mobilnya.

“Kita mau kemana?” tanya Morin waspada.

“Mengambil ipodmu.”

“Ku kira kau sudah membawanya. Lalu untuk apa kau menyuruhku datang jauh-jauh kemari huh? Kau sungguh merepotkan.”

“Kau lupa siapa aku? Kau pikir aku bisa dengan mudahnya mengantar ipod ke rumahmu huh?”

“Setidaknya kau sudah membawanya tadi jadi aku bisa langsung kembali ke rumah.”

“Kenapa kau cerewet sekali,” bentak Kyuhyun hilang ke sabarannya.

“Kau tak perlu membentakku juga,” balas teriak Morin.

“Aish,” keluh mereka berdua bersamaan lalu diam tanpa niat bicara.

Beberapa menit kemudian mobil Kyuhyun berhenti di depan rumah dengan gerbang kayu coklat kokoh.

“Ini rumah siapa?” tanya Morin penasaran.

“Tentu saja rumahku,” jawab Kyuhyun mengambil kaca mata dan topi di atas dasboar lalu memakainya. “Turun.”

Tanpa perlu menekan interkom, Kyuhyun langsung membuka begitu saja gerbang rumahnya dan berjalan dengan langkah santai di halaman rumput.

“Ternyata kau orang kaya,” selohor Morin memperhatikan rumah mewah berlantai dua di hadapannya.

Kyuhyun hanya mendengus tak berniat menjawab selohoran Morin.

Sama halnya dengan ketika mereka tiba tadi, kali ini Kyuhyun tanpa permisi langsung mendorong pintu rumahnya terbuka. “Duduk,” perintahnya pada Morin lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar ibunya.

“Kyuhyunnie,” ucap ibunya terkejut saat melihat putranya yang tiba-tiba saja muncul di luar kamarnya.

“Gadis yang waktu itu ingin eomma temui sekarang ada di bawah,” ucap Kyuhyun.

“Eh,” ibu Kyuhyun sedikit bingung lalu berjalan turun ke lantai bawah.

“Annyeong hasimnika,” Morin bengkit dari duduknya dan membungkuk penuh sopan pada ibu Kyuhyun.

Ibu Kyuhyun hanya mengangguk singkat. “Duduklah.”

Morin mengangguk lalu kembali duduk.

“Dimana rumahmu?” tanya ibu Kyuhyun meneliti penampilan Morin.

“Seodaemun-gu.”

“Siapa namamu?”

“Morin. Im Morin.”

“Kau masih sekolah?”

Morin menggeleng. “Saya sudah berkuliah,” jawab Morin yang semakin lama semakin merasa bahwa ini adalah sebuah wawancara tentang data diri pribadi.

“Apa kau setan wortel?” tanya ibu Kyuhyun dengan wajah datar.

“Ne?” tanya Morin bingung.

“Beberapa hari yang lalu kau menghubungi putraku dan marah-marah.”

“Ne?” Morin masih bingung.

“Sebenarnya kau siapa? Berapa lama kau kenal Kyuhyun? Apa kau ada hubungan khusus dengan putraku?”

“MWO?” teriak Morin hilang sopan santunnya begitu saja.

“Sudah sejauh mana hubungan kalian?”

Morin hanya melongo mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang meluncur dari bibir wanita paruh baya yang ada dihadapannya itu.

“Aniyo. Kami hanya berteman biasa,” jawab Morin meski sedikit ragu sejak kapan dirinya dan Kyuhyun berteman.

“Kalau kau hanya berteman dengannya, berani-beraninya kau memarahi putraku huh? Kau bahkan memanggilnya setan tengil tidak tahu diri. Kau tahu tindakanmu itu benar-benar bukan tindakan yang pantas untuk seorang gadis muda sepertimu. Bahkan usiamu lebih muda dari Kyuhyun tapi kau memanggilnya seolah dia adalah teman sebayamu.”

Kyuhyun yang menyaksikan Morin dan ibunya dari lantai atas hanya tersenyum puas, lalu kembali berjalan turun setelah merasa sudah waktunya dia menolong Morin dari omelan ibunya yang dia tahu tak akan pernah selesai sampai dia merasa bosan.

Morin yang melihat kedatangan Kyuhyun terlihat lega namun ibu Kyuhyun belum selesai dengan omelannya.

“Eomma?” panggil Kyuhyun pelan.

Ibu Kyuhyun menoleh lalu tersenyum. “Apa kau akan kembali ke dorm sekarang?”

“Aku masih ada recording setelah ini.”

“Pergilah. Aku masih ingin bicara dengan gadis ini.”

“Mwo?” pekik Morin tak percaya lalu memandang Kyuhyun dengan pandangan minta tolong untuk diselamatkan dari kondisi tak menyenangkan ini.

“Eomma biarkan dia juga pergi.”

“Eomma belum selesai dengan dia. Kau pergilah.”

Morin menggeleng-geleng tidak mau mendengar ucapan ibu Kyuhyun.

“Eomma. Aku terburu-buru. Biarkan dia pergi bersamaku. Karena aku juga harus mengantarnya pulang.”

“Tunggu. Apa kau bilang tadi? Mengantarnya pulang? Sebenarnya apa hubungan kalian berdua?” tanya ibu Kyuhyun yang sepertinya sekarang hendak menginterogasi keduanya.

“Kami berteman.”

“Berteman? Dia gadis pertama yang kau bawa ke rumah ini.”

“Karena kemarin eomma menyuruhku membawanya kemari.”

“Karena kemarin pertama kalinya eomma mengetahui ada seorang gadis yang menghubungimu dan bahkan berbicara tidak sopan padamu.”

“Itu karena dia ingin mengambil ipodnya.”

“Kalian tidak boleh pergi sebelum mengatakan pada eomma yang sejujurnya tentang hubungan kalian berdua.”

“Aish jeongmal,” keluh Kyuhyun.

Morin yang berdiri di samping Kyuhyun melirik dengan tatapan mautnya seolah berkata segera bawa aku pergi dari kekacauan ini.
“Kami teman dekat. Cukup dekat.”

“Kekasih?” tanya ibu Kyuhyun.

-To be continue-


a/n:

annyeong haseyo (^o^)/~~

ketemu lagi di ff baruku, ini lanjutan dari SYIL ya. jadi yang bingung silakan baca SYIL. tapi sebenanrnya walopun nggak baca SYIL juga gpp seh, soalnya nggak terlalu bengaruh sama jalan cerita, mungkin berpengaruh ‘dikit’ banget

smoga terhibur dg ff ini walo awal critanya klise pake bgt. klise se klise klisenya –“

tp tetep like n comment ditunggu utk part slanjutnya, gomawo.

PS : merasa pernah baca ff ini? jika jawabannya iya, tunggu dulu, jangan panggil aku plagiator! aku memang juga mengepost ff ini bersamaan di fb (Shining Fanfiction)

Advertisements