[Our Line] #2 And the Story Begin

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Morin yang berdiri di samping Kyuhyun melirik dengan tatapan mautnya seolah berkata segera bawa aku pergi dari kekacauan ini.
“Kami teman dekat. Cukup dekat.”

“Kekasih?” tanya ibu Kyuhyun.

“Bisa dikatakan seperti itu.”

“Mwo?” pekik Morin kepada Kyuhyun yang langsung mendapat lirikan dari Kyuhyun seolah mengatakan diamlah jika ingin selamat dari kekacauan ini.

“Jinjjayo?”

Kyuhyun dan Morin mengangguk serempak.

“Baiklah baiklah. Sekarang kalian boleh pergi. Morin-ah, hati-hati di jalan,” ucap ibu Kyuhyun tersenyum ramah pada Morin.

“Eh? Ah, ne,” ucap Morin terkejut dengan perubahan sikap ibu Kyuhyun namun pada akhirnya tetap membungkuk sopan padanya lalu berpamitan untuk pergi.

Kyuhyun mendahului Morin berjalan terlebih dahulu ke luar rumah.

“Kau harus bertanggung jawab untuk kekacauan ini,” sengit Morin pada Kyuhyun.

“Bertanggung jawab? Tidak ada yang perlu dipertanggung jawabkan. Bahkan akupun tak menghamilimu.”

Pletak.

“Jaga ucapanmu,” teriak Morin.

“Appo,” teriak Kyuhyun mengelus-elus kepalanya. “Kepalaku sangat berharga. Kau bisa ku tuntut ke polisi karena melukai seorang artis terkenal. Seluruh bagian dari tubuhku ini sungguh berharga.”

“Artis mwoya. Cih. Sudahlah, ayo kita pulang.”

“Apa katamu? Ayo kita pulang?”

“Tentu saja. Bukankah kau mengatakan akan mengantarku pulang?”

“Shireo. Pulanglah sendiri.”

“Tadi kau bilang.”

“Kau percaya kata-kataku tadi? Sama sekali tak ada yang benar dari kata-kataku tadi. Pulang saja naik bis sana.”

“Aish, jinjja. Kau benar-benar. Artis tidak tahu diri yang pernah aku temui.”

“Cepat sana pulang. Aku masih sibuk setelah ini.”

“Lalu mana ipodku?” tanya Morin mengatungkan tangannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya mengambil ipod milik Morin dari dalam tasnya lalu menyerahkannya pada Morin.

“Tunggu. Kalau kau menaruh ipodku di dalam tasmu lalu untuk apa kau membawaku menemui nenek sihir itu.”

Pletak.

“Dia eommaku. Hanya untuk memenuhi permintaan eommaku saja. Dan perlu kau tahu, Heechul hyung yang menukar ipodmu dengan milikku. Sudah sana pergi.”

“Memenuhi permintaan apa?”

“Sudahlah. Itu tidak penting. Sudah pergi sana.”

“Antarkan aku pulang.”

“Mwo? Shireo.”

“Antarkan aku pulang. A~ antarkan aku pulang,” rengek Morin pada Kyuhyun.

“Shireo. Aku sibuk,” ucap Kyuhyun lalu masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya begitu saja meninggalkan Morin.

“Argh. Jinjja. Kau tega meninggalkanku disini,” teriak Morin kesal dan semakin kesal saat menyadari bahwa jarak rumah Kyuhyun ke halte bis lumayan jauh.

-oooOooo-

Radio Star’s Studio. Monday, 9 July 2012.

Kyuhyun duduk dengan santai di dalam ruang make up, dia telah selesai di make up dan sekarang tengah membaca script dengan tekun sebelum nanti menemui para bintang tamu yang hadir hari ini untuk sekedar berbincang-bincang sebelum recording dimulai.

Drrttt.. Drrttt..

Ponsel digenggaman tangan kanannya bergetar beberapa kali.

Ahra Noona.

Calling. . .

Kyuhyun mengeryitkan dahinya saat tahu siapa yang menelponnya.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo. Kyuhyunnie, odika?”

“Radio Star. Waeyo?”

“Sebenarnya noona ingin bertemu denganmu.”

“Waeyo? Apakah ada yang penting? Besok aku usahakan pulang.”

“Gwenchana. Noona tahu kau pasti sibuk dan lelah. Noona hanya ingin bertanya padamu.”

“Apa?”

“Sekarang kau sudah punya kekasih?”

“Mwo?”

“Eomma pagi tadi mengatakan padaku. Jadi kapan kau akan mengenalkannya pada noona?”

“Kekasih mwoya? Itu tidak benar.”

“Ya! Sejak kapan kau mulai berbohong pada noona huh?”

“Anio. Aku berkata yang sebenarnya. Noona sebentar lagi aku harus take. Annyeong,” ucap Kyuhyun memutus sambungan telepon. “Aish jinjja. Kenapa orang-orang sekarang selalu ingin tahu masalah orang lain,” keluh Kyuhyun lalu beranjak dari duduknya keluar dari ruang make up menuju tempat recording tak sempat berbincang dengan Victoria dan juga Nickhun yang kebetulan adalah bintang tamu untuk hari ini di ruang tunggu mereka gara-gara telepon dari kakaknya.

-oooOooo-

Super Junior’s Dorm 11th Floor.

Eunhyuk membuka pintu dorm dengan sangat cepat dan berlari ke ruang makan menemui seluruh member penghuni lantai 11 yang sedang berkumpul di meja makan.

“Hyung. Kau mengejutkanku,” teriak Ryeowook menelan nasinya secara paksa saat melihat Eunhyuk yang tiba-tiba saja sudah muncul di ruang makan padahal pintu baru saja terdengar tertutup.

“Ada kabar yang sangat mengejutkan,” ucap Eunhyuk mengabaikan teriakan Ryeowook.

“Kau selalu saja membawa kabar mengejutkan begitu pulang dari lantai atas,” sindir Yesung.

“Anio. Ini benar-benar mengejutkan. Kalian pasti tidak akan percaya.”

“Apa?” tanya semuanya kini mencondongkan tubuh ke arah Eunhyuk dengan ekspresi ingin tahu.

“Teuki hyung baru pulang dari jadwalnya dan bilang kalo. . . . . . .”

“Aku pulang~” seru Kyuhyun saat tak melihat seorang pun di depan televisi padahal biasanya saat dia pulang dari Radio Star Ryeowook dan Sungmin yang baru kembali dari Sukira akan menonton televisi sedangkan Yesung akan bermain-main dengan kura-kuranya di sofa.

“Mwo?” pekik Yesung, Sungmin dan Ryeowook.

Kyuhyun yang mendengar pekikkan mereka buru-buru berjalan menuju dapur untuk melihat apa sebenarnya yang tengah terjadi. “Ada apa?”

Seluruh member menoleh kepada Kyuhyun dan langsung kembali duduk di kursi dengan rapi memulai lagi acara makan malam mereka.

“Gwenchana,” jawab mereka serempak.

Kyuhyun menyipitkan mata curiga dengan apa sebenarnya yang terjadi.

“Kau sudah makan malam?” tanya Sungmin pada Kyuhyun yang masih berdiri di ambang pintu dapur.

Kyuhyun hanya mengangguk lalu beranjak pergi menuju kamarnya.

“Teuki hyung benar-benar mengatakan seperti itu?” tanya Yesung setelah memastikan bahwa Kyuhyun telah berada di kamarnya.

“Tentu saja. aku tidak mungkin berbohong pada kalian. Lagi pula kakaknya sendiri yang mengatakannya.”

“Jinjjayo?”

“Eung.”

“Kenapa dia tidak cerita apapun padaku?” tanya Sungmin pada dirinya sendiri.

“Mungkin karena hyung sekarang lebih sering berada bersamaku daripada bersamanya,” jawab Ryeowook menerka.

“Lebih baik kita tanya langsung padanya untuk lebih jelasnya,” usul Yesung.

“Kata Teuki hyung biarkan saja. Tunggu sampai dia bercerita sendiri pada kita. Karena Teuki hyung yakin cepat atau lambat dia pasti akan bercerita.”

“Kalau dia tetap tidak bercerita?”

“Kita tanya sendiri padanya.”

-oooOooo-

SM Coreography Room. 12 July 2012.

Super junior melakukan latihan rutin untuk lagu terbaru mereka. Bagaimanapun juga mereka tak pernah ingin mengecewakan penggemar yang telah memberikan banyak cinta kepada mereka.

“Keut,” teriak Eunhyuk mengakhiri sesi pertama latihan mereka sebelum nanti akan dilanjutkan untuk lagu From U setelah istirahat.

Leeteuk bertepuk tangan untuk semangat latihan membernya.

Kyuhyun memungut handuknya dan mengusap keringatnya yang mengucur. “Satu kata. Lelah.”

“Kyuhyunnie,” panggil Leeteuk.

“Ne?” Kyuhyun menoleh pada Leeteuk dan sadar ada sesuatu yang aneh saat mengetahui ternyata bukan hanya Leeteuk yang menatapnya namun seluruh member menatap padanya.

“Wae? Kenapa kalian semua menatapku seperti itu? Kalian mau mengeroyokku?”

“Kau menyembunyikan sesuatu dari kami?” tanya Leeteuk tak mempedulikan ucapan Kyuhyun.

“Menyembunyikan sesuatu mwoya?”

“Kami tak akan tahu jika kau tak menceritakan pada kami.”

“Ya! Kenapa kalian mengeroyokku seperti ini. Aku benar-benar tak menyembunyikan apapun dari kalian.”

“Jinjja?”

“Eung.”

“Termasuk bahwa kau memilikki kekasih?”

“Mwo? Kekasih?”

Seluruh member mengangguk.

“Kemarin aku bertemu noonamu dan dia mentraktirku minum kopi lalu dia bertanya padaku apa kau sudah mengenalkan kekasihmu pada kami. Jadi?”

“Aish, jinjja. Anio. Itu hanya salah paham.”

“Lalu kau tak mau menceritakannya pada kami?”

“Itu hanya masalah tak terlalu penting jadi untuk apa aku harus menceritakannya pada kalian?”

“Kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu?”

“Ne.”

-oooOooo-

Cho Family’s Home. 13 July 2012.

“Eomma. Sebenarnya benar apa tidak bahwa Kyuhyunnie memilikki seorang kekasih?” tanya Ahra pada ibunya yang tengah mengupas apel.

“Tentu saja. dia pernah mengenalkannya pada eomma.”

“Dimana?”

“Dia membawanya kemari.”

“Jinjjayo?”

“Ne. Beberapa hari setelah comeback pertama.”

“Tapi kemarin saat aku menelponnya dia tak mau jujur padaku.”

“Mungkin dia malu.”

“Malu mwoya? Lebih malu mana mengenalkan kekasih pada orang tua atau pada noonanya? Kurasa lebih malu pada orang tuanya.”

“Jadi sampai saat ini kau belum juga mengenalkan kekasihmu pada eomma karena malu pada eomma dan appa?”

“Mwo? Anio. Kenapa eomma jadi menanyakan ini padaku. Kita sedang membahas tentang Kyuhyunnie.”

“Eomma hanya menebak saja.”

“Eomma, bagaimana kalau kita mengundang mereka untuk makan malam sabtu ini? Aku sungguh ingin bertemu dengannya.”

“Ah, ide yang bagus. Tapi apakah ini tidak terlalu cepat?”

“Terlalu cepat? Memangnya apa yang akan kita lakukan pada mereka? Menikahkan mereka sabtu ini juga? Kita hanya makan malam eomma, tidak perlu berlebihan.”

“Tapi kurasa Kyuhyunnie tidak bisa datang. Dia terlalu sibuk sejak comeback mereka.”

“Gwenchana. Kita akan makan malam bertiga.”

“Baiklah. Kau hubungi anak nakal itu. Eomma mau mengantarkan apel ini ke atas.”

“Arraseo,” jawab Ahra lalu berjalan menuju kamarnya mengambil ponsel dan menghubungi adik laki-laki satu-satunya.

-oooOooo-

Morin’s Home.

Morin tertidur di ranjang dengan posisi tengkurap. Di sekelilingnya komik-komik berserakan tak beraturan. Lampu kamarnya masih menyala menandakan bahwa sebenarnya dia belum berniat untuk tidur.

Drrttt.. Drrttt..

Beberapa kali ponsel di atas kepala Morin bergetar namun dia tak kunjung bangun dari tidurnya.

Drrttt.. Drrttt..

Tubuh Morin bergerak sedikit berganti posisi namun kembali tidur tak kunjung bangun.

Drrttt.. Drrttt..

Morin terbangun dengan terkejut merasakan getar ponselnya dan buru-buru meraih ponsel di atas kepalanya.

Evil Evil

Calling. . .

“Untuk apa kau menelponku malam-malam begini? Aku mengantuk dan ingin tidur.”

“Cih. jangan terlalu percaya diri.”

“Tapi buktinya sekarang kau memang menelponku jadi untuk apa aku percaya diri. Lagi pula hanya telepon darimu.”

“Hanya telepon darimu? Kau tak sadar siapa aku huh? Super junior Kyuhyun,” teriak Kyuhyun.

“Arraseo. Arraseo. Tak perlu menggebu-gebu mengucapkannya. Membuang-buang tenaga.”

“Aish, jinjja.”

“Cepat katakan apa tujuanmu menelponku?”

“Eomma dan noonaku mengundangmu makan malam. Sabtu besok. Hanya kau bukan kita.”

“Mwo?” pekik Morin sontak terbangung dari tidurnya dan langsung duduk di atas ranjang.

“Apa perlu aku mengulangnya sekali lagi? Sepertinya kau memang punya masalah dengan pendengaranmu. Sebaiknya kau pergi ke THT.”

“Kata-katamu terlalu mengejutkan.”

“Apa kau akan datang?”

“Kau gila? Untuk apa aku datang?”

“Kau kekasihku dan mereka keluargaku.”

“Kekasih mwoya?” teriak Morin.

“Tidak perlu menggebu-gebu, membuang-buang tenaga. Lagi pula jangan terlalu percaya diri. Yang mereka tahu, kau memang kekasihku.”

“Aish jinjja. Kenapa kau membuat kekacauan tanpa pernah benar-benar berpikir akibat dari kekacauan yang kau buat.”

“Ya! Untuk apa kau menceramahiku? Aku hanya ingin tahu kau mau datang atau tidak.”

“Kau pikir bisa seenaknya saja menanyakan hal seperti itu padaku huh?”

“Kenapa tidak.”

“Aish, jinjja. Kau pikir ini main-main huh?”

“Aku tidak pernah mengatakan seperti itu.”

“Kenapa kau tak bilang kalau kita sebenarnya tak ada hubungan apapun? Dan masalah kekasih yang kau katakan itu hanya kesalah pahaman.”

“Kau pikir aku tidak mengatakannya? Aku sudah menjelaskannya tadi di telepon. Tapi mereka tetap ingin bertemu denganmu meskipun kau bukan kekasihku.”

“Apa-apaan ini.”

“Jadi kau mau datang atau tidak?”

“Shireo.”

“Baiklah. Aku akan mengatakan pada mereka kalau kau tidak akan datang. Sudah lanjutkan tidurmu lagi sana.”

“Ya! Kau menelponku dengan tiba-tiba lalu sekarang seenaknya menyuruhku kembali tidur tanpa permintaan maaf karena telah mengganggu tidurku.”

“Jalja,” ucap Kyuhyun sama sekali tak mengindahkan omelan Morin.

“Aish jinjja,” teriak Morin saat nada sambungan telepon terputus terdengar.

-oooOooo-

Super Junior’s Dorm 11th Floor. 25July 2012.

“Ahra Noona? Tumben sekali kemari?” tanya Ryeowook saat membukakan pintu dorm untuk Ahra.

“Kyuhyunnie masih di dorm?”

“Ne.”

“Bisakah aku bertemu dengannya?”

Ryeowook mengangguk lalu berjalan menuju kamar Kyuhyun.

“Kyuhyunnie, odika?” tanya Ryeowook pada Sungmin saat tak mendapati Kyuhyun di dalam kamarnya.

Sungmin yang tengah bersiap-siap sebelum berangkat ke National Theater untuk musicalnya menghentikan kegiatannya dan menoleh pada Ryeowook. “Mandi.”

Ryeowook mengangguk lalu menutup pintu kamar kembali menemui Ahra.

“Dia sedang mandi. Apa noona ingin menunggu?”

“Mandi? Uhm, bisakah kau mengambilkan ponselnya?” tanya Ahra ragu pada Ryeowook.

“Ne,” jawab Ryeowook lalu berjalan kembali ke kamar Kyuhyun dan Sungmin.

“Wae?” tanya Sungmin ingin tahu saat Ryeowook kembali masuk ke dalam kamarnya.

“Dimana ponsel Kyuhyun? Ahra noona ingin meminjamnya.”

Sungmin menunjuk sebuah benda hitam kotak yang tergeletak di atas meja di samping pintu. “Ahra noona disini?”

“Eung,” jawab Ryeowook mengambil ponsel milik Kyuhyun lalu berjalan kembali ke ruang tamu.

Ahra menerima ponsel milik Kyuhyun yang diulurkan oleh Ryeowook dan mulai mencari-cari sesuatu di dalam ponsel adiknya itu. “Gomawo. Aku akan pulang sekarang,” ucapnya lalu menyerahkan ponsel milik Kyuhyun kembali ke Ryeowook.

“Ne. Noona tidak mau menunggunya?”

“Aku sedang terburu-buru. Sampaikan saja pada dia bahwa aku baru saja dari sini.”

Ryeowook mengangguk lalu Ahra keluar dari dorm.

“Dimana Ahra noona?” tanya Sungmin yang baru keluar dari kamarnya.

“Baru saja pergi.”

-oooOooo-

Morin’s Home. 25 July 2012.

Morin membuka kulkas beberapa kali untuk meyakinkan bahwa memang kulkasnya kosong tak ada sesuatu apapun yang bisa dimakan di dalam kulkas. Morin menoleh ke arah jendela. Matahari bersinar dengan terik seperti mengingatkan pada Morin bahwa hari ini adalah musim panas.

“Eskrim. Sepertinya aku memang harus keluar rumah,” ucapnya sedikit malas.

Oh i’m curious yeah

Ponsel morin yang tergeletak di sofa ruang tamu berbunyi nyaring.

Morin berjalan sambil menarikan dance SHINee pada bagian reff lagu Sherlock yang menjadi nada deringnya.

Sebuah nomor yang tak dikenal menghubunginya.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo. Morin-ah?”

“Ne. Nuguseyo?” tanya Morin dengan sopan.

“Cho Ahra. Noona Kyuhyun.”

“Nuguseyo?” tanya Morin sekali lagi untuk memastikan pendengarannya tidak salah.

“Cho Ahra. Noona Kyuhyun.”

“Omo. Ne.”

“Apa kau sekarang ada di rumah?”

“Ne.”

“Apa kau sibuk?”

“Aniyo.”

“Bagaimana kalau kita bertemu? Eonni akan menjemputmu. Katakan dimana alamat rumahmu.”

“Ah, aniyo. Aku akan menemui eonni. Dimana kita akan bertemu?”

“Kona Beans?”

“Ah. Ne.”

“Sampai bertemu disana.”

“Ne,” jawab Morin lalu menutup flip ponselnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Apa lagi sekarang? Aish, jinjja.”

-oooOooo-

Kona Beans.

Morin melangkah masuk menimbulkan bunyi gemerincing pada pintu yang menutup.

“Eosso osseyo,” seru seorang perempuan yang tak lebih tua darinya dari arah kasir lalu berjalan menghampiri Morin yang duduk tak jauh dari pintu masuk.

“Apakah ada yang anda inginkan?” tanya perempuan itu menyodorkan daftar menu.

“Uhm. Saya akan memesan setelah teman saya datang. Gwenchanayo?”

“Ne. Gwenchanayo. Anda menunggu seseorang?”

“Ne.”

“Morin-ah?” panggil perempuan yang masih berdiri dihadapan Morin.

“Ne,” Morin mengangguk lalu buru-buru membungkuk sopan saat sadar sesuatu. “Annyeong hasimnika.”

Ahra tersenyum lalu membalas membungkuk kepada Morin.

“Mianhamnida. Aku tak tahu kalau kau adalah Ahra eonni.”

“Gwenchanayo. Sekarang kau ingin memesan sesuatu?” tanya Ahra lagi.

“Apa menu paling populer disini?”

“Semua menu disini sangat populer,” jawab Ahra tertawa renyah. “Tapi aku akan membuatkanmu menu paling populer disini.”

“Ne.”

Ahra pun meninggalkan Morin membuat Morin bisa sedikit bernafas lega.

“Aish menggelikan. Kenapa aku bisa gugup sekali,” Morin kembali duduk untuk mengatur kegugupannya dan mencoba melihat berkeliling.

Di beberapa meja tampak gadis-gadis muda tengah mengobrol riang, di meja lain juga tampak gadis seusianya dan beberapa wanita yang tak lebih tua darinya tengah membaca buku. Di dinding-dinding tertempel foto-foto super junior dan juga album super junior lengkap dngan tanda tangan masing-masing member. Morin baru tersadar sesuatu.

“ELF,” gumamnya kembali memerhatikan pengunjung yang seluruhnya adalah perempuan dan jika Morin fokus dia akan mendengar lagu super junior yang mengalun samar-samar. “Apakah aku aman berada disini?” tanyanya pada diri sendiri.

“Pasti aman,” jawab Ahra yang tiba-tiba telah muncul dihadapan Morin membawa nampan berisi segelas ice coffe dan juga waffle dengan topping ice cream. Ice cream? Bukankah saat di rumah tadi dia memang ingin makan ice cream? Oh sudah lupakan.

“Mereka tak akan tahu siapa kau. Mungkin mereka akan mengira bawa kau adalah temanku.”

“Morin hanya mengangguk.

“Apa kau terkejut aku menghubungimu tadi?”

“Ne. Aku tadi tengah berencana membeli ice cream dan tiba-tiba saja eonni menghubungiku dan juga tanpa diduga sekarang eonni memberiku ice cream,” jawab Morin tanpa bisa mencegah seolah-olah dia sudah mengenal Ahra.

“Gwenchanayo. Aku akan sangat senang jika kita bisa akrab,” sahut Ahra saat melihat ekspresi Morin.

“Ne.”

“Karena kau tak bisa datang untuk makan malam sabtu kemarin jadi anggap ini sebagai gantinya.”

“Ah. Mianhamnida.”

“Gwenchanayo. Kyuhyunnie sudah mengatakan pada kami bahwa kau sibuk jadi tidak bisa hadir.”

“Ne,” jawab Morin sedikit merasa bersalah karena sebenarnya dia tidak sibuk sama sekali.

-oooOooo-

Super Junior’s Van.

“Mwo? Kau bilang kau baru saja bertemu kakakku?” pekik Kyuhyun tak sadar bahwa sekarang 8 pasang mata tengah mengawasinya dengan penasaran.

“Ne. Kalau kau tak memberikan nomor ponselku padanya tak mungkin dia menghubungiku.”

“Aniyo. Aku tak memberi nomor ponselmu padanya.”

“Cih. Kalau begitu darimana dia mendapatkan nomor ponselku huh?”

“Molla. Lalu kenapa kau mau menemuinya kalau begitu?”

“Aku sudah bilang tidak sibuk padanya mana mungkin aku menolaknya.”

“Bilang saja kalau kau sibuk. Kau tak perlu bersikap sok ramah dengan kakakku.”

“Aku tidak bersikap sok ramah. Sudah kukatakan tadi kalau aku sudah terlanjur mengatakan bahwa aku sedang tidak sibuk padanya.”

“Kau saja yang bodoh.”

“Kau mau mati?”

“Kau yang akan mati. Apa saja yang dia tanyakan?”

“Banyak hal. Terutama masalah perempuan.”

“Cih. Jawaban macam apa itu. Sepertinya aku harus bertemu denganmu untuk membicarakan ini.”

“Shireo.”

“Ya! Kau mau mati huh?”

“Apa kau punya waktu luang untuk menemuiku? Apa kau sedang tidak sibuk?”

“Tentu saja aku sibuk. Aku artis, kau harus sadar itu.”

“Baiklah tuan artis aku akan menyempatkan diri untuk menemuimu.”

“Apa-apaan itu. Seharusnya aku yang mengatakan seperti itu.”

“Kau ingin kita bertemu atau tidak?”

“Ne. Akan kuhubungi lagi kau nanti,” jawab Kyuhyun lalu mengembalikan ponselnya ke dalam tasnya lagi. “Merepotkan,” keluhnya.

“Wae? Aku tak berbuat apa-apa,” elak Kyuhyun saat sadar bahwa seluruh member tengah mengawasinya.

“Apa kau masih ingin mengelak bahwa kau tak punya kekasih?” tanya Kangin diikuti anggukan dari seluruh member.

-oooOooo-

Kyuhyun’s Car.

“Kau mau mati memberikan nomor ponselku pada noonamu huh?” teriak Morin pada Kyuhyun.

Sekarang mereka berada beberapa kilometer dari dorm suju.

“Cih! Aku tak punya waktu senggang hanya untuk memberikan nomor ponsel tak penting seperti itu pada noonaku. Dia mengirim sendiri nomor ponselmu pada ponselnya.”

“Sebenarnya kau sudah memberi tahu eomma dan noonamu tentang kesalah pahaman ini atau belum?”

“Tentu saja sudah.”

“Lalu kenapa noonamu tetap ingin bertemu denganku?”

“Mana aku tahu.”

“Ya! Cobalah berpikir.”

“Sudahlah aku terlalu lelah untuk berpikir,” jawab Kyuhyun mulai menyandarkan kepalanya ke punggung kursi dan memejamkan matanya.

“Cih, artis.”

“Kenapa memangnya kalau aku artis?”

“Sok sibuk.”

“Aku bukan sok sibuk tapi memang benar-benar sibuk.”

“Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan? Noonamu masih saja menganggap aku sebagai kekasihmu. Dan mungkin eommamu juga.”

“Memangnya kenapa? Kau tidak mau menjadi kekasihku? Kekasih super junior Kyuhyun?”

-to be continue-


a/n:

hai, ketemu lagi. ditunggu kritik dan sarannya ya

Advertisements