[Our Line] #3 What Is Love

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Kyuhyun’s car. 25 July 2012.

“Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan? Noonamu masih saja menganggapku sebagai kekasihmu. Dan mungkin eommamu juga.”

“Memangnya kenapa? Kau tidak mau menjadi kekasihku? Kekasih super junior Kyuhyun?”

“Mwo?”

“Kekasih super junior Kyuhyun. Bukankah itu hebat?’

“Hebat? Akan lebih hebat jika menjadi kekasih SHINee Minho.”

“Cih! Minho. Teruslah berkhayal,” ucap Kyuhyun masih memejamkan mata tampak sangat lelah.

“Berapa hari kau tidak tidur?” tanya Morin tanpa sadar saat melihat kelelahan di wajah Kyuhyun.

“Kau sungguh ingin tahu?”

“Sebenarnya tidak. Hanya sebuah pertanyaan.”

“Empat hari.”

“Jinjja? Aku bisa mati jika tak tidur selama empat hari.”

“Eung. Kalau digabung mungkin bisa empat hari karena setiap harinya aku hanya tidur dua hingga tiga jam.”

“Oh jinjja?”

“Eung.”

“Kuharap Minho bisa tidur senormal mungkin. Kasihan sekali dia jika tak punya waktu untuk tidur,” ucap Morin menerawang.

Kyuhyun menoleh dengan tatapan tajam pada Morin.

“Wae? Jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku merinding.”

“Keluar.”

“Mwo?”

“Kau keluar dari mobilku. Setelah ini aku masih ada jadwal.”

Morin melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul setengah sebelas. “Baiklah tuan artis,” jawab Morin setelah sebelumnya mendesah dengan pasrah.

“Seharusnya aku tidak menemuinya di jam seperti ini. Ini terlalu sulit bersama seorang artis,” keluh Morin berjalan dengan langkah lebar menuju halte bis terdekat. Sepertinya dia tidak sadar mengatakan hal itu.

“Aigoo~ apa yang baru saja ku katakan,” ucap Morin memukul-mukul sendiri kepalanya karena ucapan bodoh yang baru saja keluar dari mulutnya.

Beberapa kali dia menoleh ke samping kiri dan kanannya untuk memastikan bahwa tak ada penguntit yang berada didekatnya. Berada di halte bis seorang diri di jam seperti ini tentu saja membuatnya sedikit takut.

Beberapa menit kemudian bis yang ditunggu-tunggu akhirnya datang, Morin segera masuk ke dalam bis itu.

Sebenarnya jika Morin tidak terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri dan mau menoleh ke arah tempat dimana dia bertemu ‘artis’ tadi dia akan melihat bahwa mobil Kyuhyun masih disana. Mengawasinya hingga bis yang ditumpanginya menghilang di tikungan jalan.

-oooOooo-

Suju’s Dorm 12th Floor. 8 August 2012.

Sungmin dan Ryeowook baru saja masuk ke dalam dorm begitu pulang dari siaran di Sukira.

Seluruh member berkumpul di dalam dorm minus Kyuhyun yang masih di Radio Star dan Siwon serta Donghae yang tengah di lokasi syuting drama mereka masing-masing. Bahkan disana juga ada Heechul yang tengah bermain-main dengan heebum dan beberapa kali mengambil selca.

“Ada apa ini sebenarnya?” tanya Sungmin dan Ryeowook bersamaan menatap seluruh member yang telah berkumpul.

“Hyung ayolah cepat katakan tujuan kita disini,” desak Eunhyuk.

“Araseo, araseo,” jawab Leeteuk kemudian berdeham beberapa kali sebelum melanjutkan ucapannya. “Seperti yang kita sudah ketahui bahwa ternyata uri maknae telah memilikki kekasih.”

“Mwo? Siapa yang memilikki kekasih?” pekik Heechul tak percaya.

“Kyuhyunnie,” jawab Shindong.

“Jinjja? Bagaimana mungkin aku tidak tahu. Siapa perempuan yang mau menjadi kekasih evil maknae itu?”

“Untuk itulah hyung kita disini untuk membicarakannya,” jawab Yesung kalem.

“Kukira kalian sudah tahu.”

“Aigoo~ padahal aku baru dua tahun berada di pelatihan militer tapi kenapa sudah banyak yang berubah. Bahkan uri Kyuhyun sudah memilikki kekasih padahal hyungdeulnya sama sekali belom ada yang memilikki kekasih,” keluh Kangin.

Mendengar keluhan Kangin membuat seluruh member tersadar dan beralih menatap Kangin.

“Hyung?” panggil Ryeowook pada Kangin.

“Ne?”

“Aku ingin bertanya padamu.”

“Ne. Tanyakan.”

“Hyung tahu kan siapa kita ini?”

“Aigoo~ Ryeong. Tentu saja, kau kira aku hilang ingatan?”

“Dan pasti hyung tau seberapa banyak penggemar kita?”

“Tentu saja. Para gadis-gadis jatuh cinta pada kita,” ucap Kangin dengan senyum lebar.

“Jadi hyung juga sudah tahu apa yang akan terjadi jika mereka tahu kalau salah satu dari member kita ada yang memilikki kekasih?”

“Omo! Kau benar, aku tidak bisa membayangkan hal itu terjadi. Tunggu, apa maksudmu menanyakan hal itu tadi padaku? Apa kau ingin bilang kalau aku tidak bisa menjaga rahasia memberku dan kau menyuruhku untuk hati-hati mengenai hal ini?” tanya Kangin.

Seluruh member mengangguk.

“Tentu saja aku pasti akan berhati-hati. Dua tahun di dalam pelatihan militer telah sedikit banyak membuatku semakin dewasa.”

“Kami tahu itu,” jawab seluruh member kompak.

“Sekarang kita fokus untuk memikirkan cara siapa kekasih yang disembunyikan uri maknae,” ucap Leeteuk.

Seluruh member mengangguk.

“Sudah cukup lama kita hanya diam namun uri maknae tak kunjung juga mengatakan apa-apa pada kita jadi mulai sekarang kita harus bermain kasar,” ucap Leeteuk.

“Hyung, kita tidak harus menjadi mata-mata kan?” tanya Yesung dengan tatapan datar.

“Tepat sekali. Brilliant, brilliant,” ucap Leeteuk sok inggris. “Kalau kita bisa kita harus menjadi mata-mata.”

“Kita meliris single SPY tidak untuk benar-benar menjadi mata-mata kan hyung?” tanya Yesung lagi masih dengan tatapan datarnya.

Seluruh member menatap Yesung dan baru tersadar bahwa mereka baru saja merilis album dengan judul SPY

-oooOooo-

Bookstore. 9 August 2012.

Morin sibuk memilih-milih komik di sebuah toko buku yang menjadi langganannya. Beberapa kali dia mengembungkan pipinya mencoba memutuskan komik mana yang akan dibelinya. Memilikki terlalu banyak pilihan memang terlalu sulit untuk memutuskan memilih yang mana, namun tak memilikki pilihan itu justru akan lebih sulit lagi. Dalam kesibukannya mencari komik-komik terbaru Morin tertarik dengan rak-rak buku lain yang jarang sekali dia kunjungi. Dan karena ketertarikan itu jugalah akhirnya Morin berjalan menuju rak-rak itu hanya untuk sekedar melihat-lihat.

Morin meletakkan tangan kirinya di dagu seolah-olah berpikir buku mana yang tampak bagus tanpa sedikitpun niat untuk membelinya. Dan pandangan Morin tertuju pada sebuah buku yang bertuliskan Super Junior tercetak dengan huruf besar-besar. Morin mengulurkan tangannya untuk meraih buku berwarna kuning itu yang terbungkus sampul plastik rapi.

“The Secret of Super Junior,” gumam Morin pelan membaca judul yang tertulis di sampul buku itu. Cukup lama Morin memandang buku itu hingga akhirnya dia menaruh buku itu di dalam tas belanjaannya. Entah apa yang ada dipikiran Morin saat ini dia sendiri juga tak tahu pasti yang jelas dia berniat membeli buku itu.

Morin kembali ke rak komik dan memutuskan untuk membeli beberapa komik series yang terlihat menarik dari judul dan gambar sampulnya.

Setelah membayar seluruh bukunya di kasir akhirnya Morin memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah cukup malam.

-oooOooo-

Morin’s Home.

Morin duduk bersila di atas tempat tidurnya sambil menghadap laptop yang sejak tadi telah terbuka namun belum ada aktifitas apapun yang dia lakukan dengan laptopnya itu.

Cukup lama dia hanya memandang layar laptopnya atau lebih tepatnya foto SHINee Minho yang terpasang menjadi background laptopnya. Dari raut wajah Morin terlihat bahwa sedang terjadi perdebatan argumen yang terjadi di dalam otaknya karena beberapa kali dia mengerutkan dahi, menggeleng, mendesah, menggaruk-garuk rambut dengan sedikit frustasi bahkan berguling di ranjang dengan kesal.

Akhirnya setelah cukup lama berguling-guling di atas ranjang Morin kembali duduk bersila tegak dan mulai menulis huruf pertama yang sangat dia inginkan walau dengan sedikit ragu. Sampai akhirnya dia menulis lengkap 11 huruf yang tergabung membentuk rangkaian tulisan itu di portal pencarian.

“Oke. Mungkin ini adalah hal paling tidak masuk akal dari seluruh kegiatan yang aku lakukan di dunia ini,” gumamnya menarik scroll touchpadnya.

Beberapa saat dia melihat beberapa video di Youtube lalu mencari beberapa informasi lain dan mulai mengunduh-unduh beberapa video. Sebenarnya tidak bisa dikatakan beberapa tapi cukup banyak.

“Ini tidak seharusnya aku lakukan. Ini tidak seharusnya aku lakukan,” gumamnya tanpa mampu mencegah tangannya yang kembali mengetikkan beberapa kata ke dalam portal pencarian.

“Ini adalah kejahatan besar.”

-oooOoooo-

Suju’s Dorm 11th Floor. 12 August 2012.

“Kyuhyunnie, Kyuhyunnie. Bangunlah,” panggil Yesung menggoncang-goncang tubuh Kyuhyun setelah mematikan alarm Kyuhyun yang berbunyi menggemparkan seisi dorm.

“Bangunkan Sungmin hyung dulu baru aku juga akan bangun,” jawab Kyuhyun dari balik selimut.

“Dia sudah bangun sejak tadi dan sekarang sedang memasak.”

“Kalau begitu bangunkan aku setelah makanannya siap,” ucap Kyuhyun sambil menarik selimutnya lebih rapat dan kembali melanjutkan tidurnya.

“Aigoo~ kau benar-benar maknae tidak tahu aturan,” keluh Yesung lalu berjalan keluar kamar Kyumin. “Aku tidak mau lagi membangunkannya,” Yesung masih melanjutkan keluhannya dengan kalimat yang sama hampir setiap hari namun pada kenyataannya dia akan tetap membangunkan Kyuhyun lagi dan berakhir dengan omelan..lagi.

“Sudahlah hyung. Lebih baik kau membantuku memasak,” saran Sungmin.

Beberapa menit kemudian, Kyuhyun tampak masuk ke dalam dapur sambil menggaruk-garuk rambutnya khas orang yang baru saja bangun tidur.

“Apakah makanannya sudah siap?” tanya Kyuhyun setelah menguap dengan lebar.

“Sebentar lagi,” jawab Sungmin.

“Baiklah kalau begitu aku akan pergi mandi dulu.”

“Yesung yang menyiapakan nasi di mangkuk hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan yang susah di artikan.

“Kau baru bangun?” tanya Eunhyuk yang baru keluar dari kamar mandi dan berpapasan dengan Kyuhyun sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.

“Ani. Aku menunggumu. Kau mandi lama sekali.”

“Ada dua kamar mandi di dorm ini. Kau tinggal memakai yang kosong,” kesal Eunhyuk.

“Shireo. Aku terbiasa mandi disini,” jawab Kyuhyun menunjuk kamar mandi yang baru saja digunakan Eunhyuk lalu segera masuk dan menutup pintu tepat di depan hidung Eunhyuk.

“Anak itu penghancur mood nomor satu di dunia ini,” desis Eunhyuk lalu berjalan masuk ke dalam dapur.

“Jangan memasang wajah cemberut seperti itu di pagi hari karena rejeki akan menjauh,” nasehat Yesung melihat dongsaengnya yang sekarang duduk di depannya.

“Oh. Ngomong-ngomong, sudah hampir tiga hari ini kita selalu mengawasi evil itu tapi sepertinya tak ada yang mencurigakan,” ucap Eunhyuk mulai menggosip -.-

“Ditambah lagi selama tiga hari ini juga tak ada bunyi-bunyian dari ponselnya. Bahkan dia sama sekali tak menyentuh ponselnya,” sambung Sungmin ikut-ikutan.

“Sebenarnya dia punya kekasih atau tidak sih? Mana ada sepasang kekasih yang tahan tak saling menghubungi selama tiga hari?” ucap Eunhyuk mengingat-ingat hubungannya dulu dengan kekasihnya.

“Dia benar-benar membuat orang lain penasaran.”

-oooOooo-

Morin’s Home. 15 August 2012.

Morin duduk bersila di atas tempat tidur, sedang bosan tidak ada sesuatu yang menarik untuk dilakukan dan hanya memandangi ponsel biru yang tergeletak di hadapannya saja. Jam digital yang terduduk dengan manis di meja menunjukkan pukul 19.30.

Drrttt.. Drrttt..

“Omo,” pekik Morin terkejut saat ponselnya mendadak bergetar.

Morin memandangnya beberapa saat sebelum akhirnya membuka flipnya dan menempelkan ke telinga.

“Yeoboseyo?” jawab Morin pelan.

“Yeoboseyo. Morin-ah?” jawab suara di seberang.

“Ne.”

“Kau sibuk saat ini?”

Morin mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamarnya mencoba mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa membuatnya sibuk saat ini namun nihil. Dia tak menemukan apapun. “Aniyo,” jawabnya pada akhirnya.

“Oh, jinjjayo?” suara di seberang terdengar lebih riang dari sebelumnya.

“Ne,” jawab Morin mengangguk-angguk.

“Kalau begitu bagaimana kalau kau kemari? Aku tahu ini sudah malam tapi aku janji akan mengantarmu pulang.”

“Ne. Aku akan datang,” jawab Morin lalu menutup flip ponselnya. “Aigoo~” tak bisakah sekarang aku terbebas dari orang-orang yang bermarga Cho,” keluh Morin namun pada akhirnya tetap turun dari ranjang dan segera berangkat menuju rumah keluarga Cho.

Sepertinya ucapan Kyuhyun yang mengatakan Morin bodoh sangat tepat karena kenyataannya dia memang bodoh, buktinya dia tak dapat menolak ajakan Cho Ahra. Padahal itu hanya sepele, dia hanya perlu menjawab ‘tidak’ dan semuanya selesai.

-oooOooo-

Cho Family’s Home.

“Senang bertemu denganmu lagi,” ucap Ahra menyambut kedatangan Morin.

“Ne, nado. Eonni tidak pergi ke Kona Beans?”

“Ani. Hari ini aku tidak kesana. Hari ini aku cuti,” jawab Ahra lalu tersenyum.

“Kurasa menyenangkan berada disana.”

“Tentu saja. Lain kali aku akan mengajakmu menjadi pegawai disana selama satu hari penuh,” tawar Ahra.

Morin mengangguk-angguk. “Joahe.”

“Kau mau minum sesuatu?” tanya Ahra pada Morin yang duduk di sofa dihadapannya.

“Aniyo,” jawab Morin menggeleng.

“Baiklah. Sebenarnya di kulkas juga hanya ada cola.”

“Apa eonni di rumah sendiri?”

“Ne. Eomma masih di Kona Beans sedangkan Appa masih ada pekerjaan. Wae? Kau ingin bertemu eomma?”

“Anniyo,” jawab Morin buru-buru sambil membayangkan pertanyaan-pertanyaan apa lagi yang akan di tanyakan ibu Ahra padanya.

“Morin-ah?”

“Ne?”

“Seberapa besar rasa cintamu pada Kyuhyunnie?” tanya Ahra sedikit mencondongkan tubuh pada Morin.

“Mwo?” kaget Morin menarik tubuhnya ke belakang. “Tidak ada hubungan apa-apa di antara kami berdua.”

“Jinjjayo? Kau mau berbohong pada eonni?”

“Kami hanya berteman. Seperti yang sudah Kyuhyun katakan pada eonni.”

“Kyuhyun mengatakan kalau kau kekasihnya.”

“Jeongmalyo?”

“Ne.”

“Hahaha, dia pasti sudah bosan hidup,” Morin tertawa hambar sambil mendesis pelan. “Benarkah dia berkata seperti itu?” tanya Morin tidak percaya.

“Ne. Jadi untuk apa lagi kau berusaha menyembunyikan hubunganmu dengannya pada eonni.”

“Dia benar-benar mengatakan seperti itu? Sejelas itu? Pasti eonni salah dengar,” tanya Morin masih tidak percaya.

“Tentu saja. Bocah itu tak pernah berbohong pada eonni. Ah, aku ingin melihat sesuatu,” ucap Ahra lalu menarik tangan Morin mengajaknya ke dapur.

Morin hanya menurut walau dengan setengah hati.

“Pakailah ini,” ucap Ahra menyerahkan celemek pada Morin.

Morin memandang celemek itu lalu menatap Ahra menuntut penjelasan.

“Masakkan sesuatu untuk bocah itu. Jadilah kekasih yang baik,” ucap Ahra mengedipkan sebelah matanya. “Aku akan meninggalkanmu. Berjuanglah. Fighting!” ucap Ahra mengepalkan tangannya.

Morin hanya mengangguk-angguk setengah hati lalu Ahra pun benar-benar meninggalkan Morin.

“Tenang saja, aku hanya berada di ruang televisi,” ucap Ahra sebelum akhirnya benar-benar keluar dari dapur.

“Bahkan aku tak pernah ‘benar-benar’ memasak untuk diriku sendiri tapi sekarang harus memasak untuk orang lain. Kecuali kalau membuat ramen bisa dikatakan memasak, ” keluh Morin memakai celemeknya lalu berjalan membuka kulkas.

Seperti yang dikatakan Ahra, ‘tak ada apa-apa di kulkas’ berlaku hanya untuk minuman karena saat Morin membuka kulkas dan tada~ begitu banyak bahan-bahan masakan mentah yang ada disana. Morin mengambil sebuah wortel dan menggigitnya dengan brutal sambil meneliti bahan-bahan mentah apa saja yang ada di dalam kulkas kemudian mendesah.

“Aku akan memberinya kimchi saja,” gumam Morin menarik sebaskom kimchi siap makan lalu kembali mendesah.

-oooOooo-

MBC Building.

“Break lima menit,” seru PD Radio Star.

Kyuhyun beserta para MC dan juga bintang tamu lain membungkuk sopan pada seluruh staf dan kru lalu berjalan menuju ruang tunggu masing-masing.

Kyuhyun menuju ruang tunggu MC. Tanpa sengaja Kyuhyun melirik tas jinjing berisi bekal makan yang diberikan kakaknya padanya. Kakaknya bilang bekal itu dari Morin. Yang benar saja? Kyuhyun sama sekali tak mempercayainya karena sepengetahuan Kyuhyun, Morin sama sekali tak bisa memasak kecuali jika sekarang dia sudah bisa memasak.

Kyuhyun membuka tas jinjing itu lalu menarik kelur isinya. Kotak pertama kotak besar yang sepertinya sudah jelas berisi makanan utama, satu kotak ukuran kecil serta sebuah termos minuman kecil. Kyuhyun membuka kotak paling besar untuk mengecek apa saja yang ada di dalamnya. Nasi merah, telur gulung dan dada ayam.

“Menu apa-apaan ini?” gumam Kyuhyun. Sebuah kertas memo warna biru muda tertempel di sisi kotak. Kyuhyun menariknya hingga lepas lalu mulai membacanya.

Jangan mengeluh atau meremehkan. Ini lebih baik dibanding kau yang sama sekali tak bisa memasak, ckckck. Nasi merah lebih bergizi, baik untuk metabolisme energi dan juga untuk menurunkan tekanan darah tinggi, jadi jika kau marah-marah padaku tidak akan masalah. Kau juga harus belajar makan sayur. Untuk itulah aku memberimu telur sayur gulung. Ingat sayur itu sehat. Jadi belajarlah memakannya tuan artis (^o^)/ untuk dada ayam panggang ini bonus, aku mengambilnya dari meja makanmu, kekeke~

Kyuhyun hanya tersenyum meremehkan.

“Uh. Apakah itu dari kekasihmu?”

Kyuhyun mengangguk. Dan baru sadar sesuatu kemudian. “Ah. Aniyo.”

“Biasanya jawaban yang tanpa sadar itulah yang paling jujur,” goda Yoo Sae Yoon salah seorang MC di Radio Star yang tiba-tiba saja sudah berdiri di ambang pintu menatap Kyuhyun.

“Aniyo. Ini buatan noonaku,” elak Kyuhyun yang baru tersadar dari kebodohannya.

“Jadi kau mau bilang kalau kekasihmu memasak bekal itu dibantu noonamu?”

“Aniyo. Aniyo,” panik Kyuhyun.

“Hahahaha, ini pertama kalinya bagiku melihat kau sepanik itu. Tak apa, aku tak akan mengatakannya pada siapapun. Yakseo,” kekeh Sae Yoon lalu berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Hyung salah mengerti. Ini tak seperti yang hyung pikirkan,” seru Kyuhyun namun Sae Yoon tak menjawab dan hanya melambaikan tangan. “Aish bodohnya diriku.”

Mata Kyuhyun kini beralih ke termos kecil lalu membukanya dan mulai meminumnya namun baru satu teguk rasanya dia sudah mual-mual.

“Huek. Minuman racun merek apa ini?” ucapnya bergidik lalu menarik memo lagi yang tertempel di sisi badan termos.

Hahaha, kau pasti mengutuk minuman ini. Jus wortel dan susu, hemm yummi. Wortel bagus untuk kesehatan mata. Game bisa merusak mata, cobalah untuk memakan wortel sepertiku ^^

“Cih! Apa lagi ini,” dengus Kyuhyun menatap jijik termos kecil dihadapannya lalu menyingkirkannya.

Terakhir Kyuhyun menarik kotak kecil yang belum dibukanya. Tomat Cerry.

“Apalagi kali ini?” tanya Kyuhyun lalu menarik lepas memo warna hijau.

Kau ingin cemilan tanpa membuat gemuk? Tomat cerry adalah yang terbaik dibanding yang lainnya. Kau tak perlu khawatir image seksimu akan lenyap begitu saja -.-

Untuk yang terakhir ini Kyuhyun sukses membuat Kyuhyun terkekeh. “Aku memang seksi tak dapat diragukan lagi.”

Kyuhyun membungkus kembali bekal makanannya dan buru-buru kembali ke set recording karena sepertinya tak cukup waktu untuk memakan bekalnya jadi mungkin dia akan memakannya di mobil.

Sae Yoon tersenyum menggoda pada Kyuhyun membuat Kyuhyun salah tingkah.

“Kau sudah memakan bekalmu?” tanya Sae Yoon menepuk bahu Kyuhyun yang duduk di sebelahnya.

Kyuhyun hanya mengangguk.

-oooOooo-

Super Junior’s Dorm 11th Floor.

“Apakah Kyuhyun belum pulang?” tanya Sungmin yang baru saja pulang dari Sukira. Hari ini dia pulang terlambat.

“Dia ada di kamar. Begitu pulang dia langsung ke kamar dan belum keluar hingga sekarang,” jawab Eunhyuk konsentrasi pada laptopnya.

“Game?” tanya Sungmin memastikan.

“Sepertinya,” jawab Eunhyuk tak begitu peduli.

Sungmin berjalan membuka pintu kamarnya dengan pelan dan betapa terkejutnya dia saat melihat Kyuhyun yang tersembunyi di balik selimut. “Tidur?”tanya Sungmin memastikan.

Tak ada jawaban.

Sungmin lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan tanpa sengaja matanya menangkap sebuah tas jinjing berisi bekal makan.

“Sejak kapan dia membawa bekal makan malam?” tanya Sungmin pada diri sendiri mencoba mengingat-ingat dan sepertinya ini memang pertama kalinya bagi Sungmin melihat hal itu.

Dengan iseng Sungmin melongokkan kepala ke dalam tas jinjing namun tak ingin melihatnya lebih lanjut karena dia lebih tertarik pada kertas memo kecil berwarna-warni yang tertumpuk di samping tas jinjing itu lalu mulai membacanya satu persatu. Setiap kata dalam memo itu membuatnya tersenyum.

“Siapapun gadis yang sekarang tengah dekat denganmu sepertinya dia gadis yang baik,” gumam Sungmin pelan. *nulis kalimat ini kok agak gimana gitu ya, abaikan*

Sungmin membolak balik kertas memo itu dengan penasaran berharap ada tulisan lain dibaliknya dan benar saja ada tulisan lain di belakang memo itu namun bukan tulisan yang sama dengan yang baru saja dibacanya. Tulisan yang ini dia mengenalnya karena itu adalah tulisan Kyuhyun. Mungkin itu adalah semacam balasan untuk memo yang didapatnya.

Bekal buatanmu tak begitu buruk jadi kau bisa memberikannya padaku setiap hari.

Singkat. Tapi sebenarnya ada makna lain dari kalimat singkat yang tertulis rapi di kertas memo itu.

“Pria ini. Aish, jinjja. Apa susahnya mengucapkan terimakasih secara terang-terangan. Kalau kekasihmu tidak sensitif mana mungkin dia tahu kalau maksud dari ini adalah terimakasih,” gerutu Sungmin rasanya ingin melempar teremos kecil dihadapannya ke kepala Kyuhyun.

-oooOooo-

Morin’s Home. 16 August 2012.

Drrttt.. Drrttt..

Morin meraba-raba meja rias yang berada di samping ranjang tidurnya untuk mencari benda mungil bernama ponsel yang kadang sangat membuatnya kesal namun juga tak dapat dipungkirinya bahwa ponsel sangatlah berjasa.

Caena

Calling. . . . .

“Untuk apa kau menghubungiku sepagi ini?” jawab Morin setelah membuka flip ponselnya lalu menempelkannya di telinga masih dengan mata terpejam.

“Ada tragedi besar yang terjadi,” jawab Caena dengan nada serius.

Morin membuka matanya dan terlihat juga penasaran. “Ada apa? Apa sesuatu terjadi?”

“Eung.”

“Apa?”

Terdengar Caena yang menarik nafas panjang sebelum menjawab dengan nada merengek. “Laptopku sedang bermasalah. Seluruh file super junior di dalamnya hilang. Huuwaaa, bagaimana ini?”

Morin berdecak kesal. “Kau hanya perlu membawanya ke tempat servis tak perlu menelponku.”

“Aku ingin meminjam laptopmu sekarang juga aku akan berangkat ke rumahmu.”

“Terserah kau saja,” jawab Morin singkat lalu menutup flip ponselnya dan kembali menarik selimutnya menutup seluruh tubuhnya namun dengan kesal membuka kembali selimutnya karena tak dapat kembali tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi sebelum Caena tiba di rumahnya.

Beberapa menit kemudian ponsel Morin bergetar tepat saat Morin tengah menyisir rambutnya.

From : Caena

Bolehkah aku masuk?

Selain Morin sendiri, Caena jugalah yang mengetahui kombinasi password di rumahnya jadi Caena bisa masuk rumah Morin kapanpun dia inginkan namun Caena tetaplah orang yang sopan, dia akan bertanya pada Morin terlebih dulu untuk masuk ke rumahnya.

Morin membalas pesan singkat dari Caena dengan hanya dua huruf yang singkat dan tak cukup lama Caena sudah membuka kamarnya sambil menunjukkan wajah cerahnya pada Morin.

“Kau baru selesai mandi?” tanya Caena masuk ke dalam kamar.

“Untuk apa lagi bertanya kalau kau sudah tahu jawabannya,” jawab Morin ketus.

“Hanya memastikan,” jawab Caena enteng lalu berjalan mengambil laptop Morin lalu membawanya ke atas ranjang. “Kau tidak akan menggunakannya hari ini?” tanya Caena pada Morin setelah menekan tombol power pada laptop milik Morin.

Morin hanya menggeleng.

“Baiklah, kalau begitu aku akan menggunakannya selama mungkin.”

Morin melongo mendengar ucapan Caena.

“Super junior. Super junior,” ucap Caena bersemangat menunggu laptop menyala sepenuhnya.

Morin baru tersadar sesuatu mendengar nama yang diucapkan Caena lalu bergegas dengan cepat meraih laptopnya dan menutupnya begitu saja.

“Ya! Morin, apa yang kau lakukan? Kau bilang tak akan menggunakannya?” teriak Caena.

-To be continue-


a/n:

cuma mau bilang gomawo untuk yang ‘nggak sengaja baca’ dan ditunggu komennya *bow*

Advertisements