[Our Line] #4 Just Let It Flow

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Morin’s Home. 16 August 2012.

“Super junior. Super junior,” ucap Caena bersemangat menunggu laptop menyala sepenuhnya.

Morin baru tersadar sesuatu mendengar nama yang diucapkan Caena lalu bergegas dengan cepat meraih laptopnya dan menutupnya begitu saja.

“Ya! Morin, apa yang kau lakukan? Kau bilang tak akan menggunakannya?” teriak Caena.

Morin hanya diam menatap Caena yang juga balik menatapnya dengan tatapan bingung.

“Kau kenapa? Jangan bilang kau menyimpan video yadong?” tanya Caena dengan tatapan penuh selidik pada Morin.

“Ya! Kau sudah bosan hidup,” teriak Morin menyentil kepala Caena.

“Lalu?”

“Aish jinjja,” keluh Morin sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal membuat Caena semakin penasaran.

“Wae?”

“Bagaimana kalau laptopku juga rusak karena ulah tanganmu? Laptopmu saja bisa rusak, jadi tak menutup kemungkinan laptopku juga akan rusak saat bersentuhan dengan tanganmu,” seru Morin. “Sebaiknya kau pergi ke cafe internet.”

“Tidak akan. Laptopmu akan tetap aman,” jawab Caena dengan senyum termanisnya sambil mengambil laptop milik Morin dari tangannya.

“Ku bilang tidak ya berarti tidak. Kenapa kau memaksa sekali,” seru Morin kesal dengan rengekan Caena yang seperti anak kecil.

Caena hanya diam mendengar omelan Morin lalu beralih duduk dengan tenang di atas ranjang Morin.

“Kau tampak lebih manis jika seperti itu,” ucap Morin dengan seriangaiannya menatap Caena yang hanya melengos dengan kesal.

“Morin-ah, ayolah. Aku tidak akan merusak laptopmu. Aku janji. Kau selalu bisa memagang kata-kataku. Ku mohon,” ucap Caena memohon pada Morin dengan wajah memelas.

Morin nampak menahan tawa melihat ekspresi memelas Caena. “Kau jelek. Sumpah, kau jelek sekali jika seperti itu.”

“Tak apa aku jelek asalkan kau mau meminjamiku, ne? Jebal.”

Morin tampak berpikir sejenak lalu pada akhirnya menyerahkan laptopnya pada Caena. “Awas kalau kau merusaknya. Aku tak segan-segan memintamu untuk membelikanku laptop baru,” ucap Morin dengan cengiran lebar.

“Aku janji,” jawab Caena membentuk tanda v dengan jari tengah dan telunjuknya.

Morin menyerahkan laptopnya lagi pada Caena.

Dengan cekatan Caena langsung menekan tombol power kembali menunggu hingga laptop menyala sepenuhnya. “Apa-apaan ini?” tanya Caena menatap Morin.

“Apa?” balik tanya Morin dengan tatapan polos pada Caena.

Caena menunjuk layar laptop Morin.

Morin terkikik pelan. “Bukankah itu wajar?” tanya Morin menatap perut kotak-kotak Minho.

“Yang benar saja. Sejak kapan kau menyukai pria ber-abs?” tanya Caena dengan polosnya.

Morin menjitak pelan kepala Caena. “Pertanyaan macam apa itu. Kenapa? Kau iri karena biasmu tak memiliki abs?” tanya Morin tertawa bahagia lalu berjalan meninggalkan Caena. “Biarkan aku pergi ke supermarket beberapa saat.”

Caena mengehela nafas lalu melupakan wallpaper laptop Morin yang ‘agak menyeramkan’ dan kembali ke tujuan awalnya berada di kamar Morin dan juga dengan laptop Morin.

Caena mulai asyik dengan kegiatan di dunia maya yang dia lakukan. Hingga akhirnya ponsel milikknya bergetar.

Nae Eomma.

Calling. . .

Caena menepuk dahinya. “Aigoo. Aku melupakan sesuatu,” ucapnya langsung sadar sesuatu saat melihat ibunya yang menghubunginya. Dia harus segera pulang karena ada janji dengan ibunya padahal dia baru saja duduk di kamar Morin.

Caena buru-buru membuka histori untuk menghapus semua histori karena dia tahu lebih baik tidak meninggalkan sedikitpun jejak tentang suju di laptop Morin namun kegiatannya terhenti saat melihat hal aneh di histori Morin. “Huh?”

-oooOooo-

Suju’s Dorm 11th Floor. 29 August 2012.

“Petak umpet ini harus berakhir hari ini juga. Kadar keingin tahuanku sudah mencapai puncak dan aku tidak bisa lebih lama lagi untuk terus penasaran,” ucap Leeteuk yang diikuti anggukan setuju dari seluruh member.

Klik.

Terdengar bunyi password pintu yang tepat menyebabkan seluruh member menatap dengan penuh bahagia ke arah pintu.

“Aku pulang~” seru Kyuhyun sambil memukul-mukul punggungnya untuk sedikit menghilangkan rasa penat.

Kyuhyun terus saja berjalan melewati hyungdeulnya tanpa sedikitpun niat untuk menyapa mereka dan berjalan dengan langkah santai menuju kamar.

“Maknae yang tidak tahu sopan santun,” seloroh Kangin menatap nanar pintu kamar Kyumin yang tertutup rapat.

“Hyung hanya pergi dua tahun di barak militer dan itu tidak cukup untuk merubah tabiat buruknya,” sahut Ryeowook berdiri dengan malas dan berjalan ke arah dapur melakukan kegiatan rutinnya membuatkan susu untuk Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian Kyuhyun keluar kamar sambil menenteng laptopnya sudah berganti pakaian yang lebih santai.

“Kenapa semua orang ada disini? Kalian mau menantangku bermain starcraft?” tanya Kyuhyun mengerjapkan matanya dengan polos.

Ryeowook kembali dari dapur sambil mengulurkan segelas susu coklat hangat kepada Kyuhyun.

“Donghae-ya, ayo bertanding starcraft!”

“Teuki hyung, lihatlah! Bagaimana mungkin dia memanggilku dengan panggilan seperti itu,” rengek Donghae.

“Ya! Lee Donghae, kenapa kau manja sekali. Kau benar-benar seperti anak umur lima tahun.”

Eunhyuk yang berdiri di samping Donghae menepuk bahunya. “Jangan manja ya anak manis,” ucap Eunhyuk dengan nada mengejek.

“Ya! Lee Hyukjae!”

“Wae? Kau mau ganti mengadukanku pada Teuki hyung?”

“Ani. Siapa yang mau mengadukanmu,” kilah Donghae dengan nada lucu.

“Aish! EunHae couple, pasangan terdasyat di seluruh dunia. Jangan bertengkar di dorm ini. Bagaimana kalau kita ngegame?” tawar Kyuhyun lagi.

“Jamkaman. Teuki hyung ingin bicara denganmu,” ucap Shindong mengingatkan.

“Huh? Waeyo hyung?”

Leeteuk menatap Kyuhyun beberapa saat.

“Kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak,” celetuk Kyuhyun yang membuat Leeteuk ingin menjitak kepalanya.

“Ini masalah ‘kekasih’,” jawab Leeteuk dengan penuh penekanan pada kata kekasih.

Kyuhyun terlihat malas mendengar perkataan Leeteuk. “Apa lagi?”

“Kau sungguh tidak ingin memberitahu kami tentang kekasihmu? Atau setidaknya, kau tak ingin memberitahuku? Sebentar lagi aku akan meninggalkanmu lama.”

“Kau hanya pergi dua tahun,” koreksi Kyuhyun.

“Berhenti main kucing-kucingan dan sekarang beritahu kami. Atau kami akan main kasar.”

“Main kasar?” ulang Kyuhyun.

Leeteuk hanya mengangguk lalu menoleh pada Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook.

Kyuhyun beralih menatap mereka bertiga dan berdiri dari duduknya dengan sangat cepat saat melihat seluruh gadget miliknya sedang dalam bahaya. “Ya! Kalian sudah bosan hidup?”

Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook yang sudah berdiri di balkon dorm entah sejak kapan hanya menyeringai evil menatap Kyuhyun yang terlihat panik.

“Menyingkir dari situ,” teriak Kyuhyun yang hanya mendapat gelengan santai dari ketiga orang yang mengintimidasi gadget miliknya.

“Katakan atau seluruh gadget akan mati dengan sia-sia. Jatuh dari gadung dengan ketinggian yang sudah jelas cukup tinggi pasti.”

“Hyung~ kau tega melakukan itu padaku?” rengek Kyuhyun dengan manja pada Leeteuk sambil beberapa kali menatap dua ponselnya, tiga laptopnya dan dua pspnya sedang berada dalam maut.

“Katakan atau semuanya akan berakhir?” tawar Leeteuk sekali lagi.

“Hyung, aku tidak memiliki kekasih,” ucap Kyuhyun sambil berkali-kali menoleh ke arah seluruh gadgetnya dengan was-was.

Ryeowook memegang ponsel iphone milik Kyuhyun hanya dengan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya benar-benar siap menjatuhkannya hanya dalam sekali hembusan nafas.

“Aku bersumpah,” imbuh Kyuhyun buru-buru menambahkan dengan perasaan yang tak karu-karuan.

“Lalu?” desak Leeteuk.

“Lalu apa lagi?” balik tanya Kyuhyun dengan frustasi.

“Bekal makan malam dengan memo-memo penuh cinta?” lanjut Leeteuk yang langsung membuat seluruh member terkikik.

Kyuhyun menatap Leeteuk dengan melongo lebar. “Memo-memo penuh cinta?” ulang Kyuhyun lalu buru-buru menoleh pada Sungmin dengan tatapan tajam.

Sungmin yang mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun buru-buru menundukkan kepalanya dan pura-pura merapikan kancing bajunya yang sebenarnya tanpa kancing.

“Kenapa kau melebih-lebihkan?” seru Kyuhyun pada Leeteuk.

“Aku hanya berkata sesuai kenyataan.”

“Itu bukan memo-memo penuh cinta. Kalian harus ingat-ingat betul tentang itu.”

“Lau? Itu dari fansmu? Tidak mungkin dia memberi memo-memo seperti itu bahkan kau membalas memo itu, ya walau kenyataannya kau tidak memberikan balasan memo itu pada pengirim sebelumnya,” desak Leeteuk.

“Itu dari,” ucap Kyuhyun terlihat berat untuk mengatakannya.

Seluruh member sudah menatap penasaran padanya. “Dari?”

“Morin,” jawab Kyuhyun dengan nada pelan.

“Ne?”

“Morin,” jawab Kyuhyun dengan nada sedikit lebih keras dari sebelumnya.

“Morin?” ulang seluruh member dengan bingung.

“Im Morin,” jelas Kyuhyun.

“Im Morin? Setan wortel?” tanya Sungmin memastikan.

Kyuhyun mengangguk lambat-lambat.

“MWO????????????” pekik seluruh member yang memekakkan telinga.

“Siapa Morin?” tanya Kangin yang diacuhkan begitu saja oleh seluruh member.

“Bagaimana mungkin?”

“Jadi selama ini kau masih berhubungan dengan dia?”

“Aku sungguh tak percaya. Bahkan aku tak pernah benar-benar membayangkan ini.”

“Kyuhyun dan Morin saling berhubungan. Bagaimana bisa?”

“Ini pasti hanya sebuah lelucon.”

“Siapa sebenarnya Im Morin? Kenapa tak ada yang menjawab pertanyaannku?”

Pertanyaan-pertanyaan meluncur tanpa dapat dicegah dari masing-masing mulut menyebabkan kegaduhan di dalam dorm.

Kyuhyun menoleh pada Eunhyuk dan Ryeowook yang sudah meletakkan laptop serta ponsel Kyuhyun di sofa sedangkan Donghae masih berjalan dari arah balkon.

Lontaran-lontaran pertanyaan masih mengaung-ngaung tak begitu jelas di dalam dorm hingga akhirnya sebuah suara yang sebenarnya tak begitu dahsyat menghentikan seluruh kegaduhan.

Prang.

Seluruh kepala menoleh ke arah sumber suara dengan mata membelalak.

Disana, di dekat kaca pemisah antara dalam dorm dan balkon berdiri seorang Lee Donghae yang menatap nanar ke arah PSP berwarna hitam yang jatuh berserakan di lantai dorm.

Sejenak tak ada suara.

“Sepertinya aku harus kembali ke lantai atas,” ucap seorang member yang tak begitu jelas siapa berjalan ke arah pintu.

“Aku juga,” sahut beberapa orang mengikuti berjalan ke arah pintu.

“Aku akan tidur lebih awal,” ucap seorang member lagi yang masih tak diketahui siapa berjalan menuju kamarnya sendiri.

“Aku lelah sekali, sepertinya aku juga akan tidur lebih awal.”

Sedangkan Kyuhyun yang menyadari PSPnyalah yang jatuh berkeping-keping di lantai masih diam menatap PSP kesayangannya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan tapi ada satu kejelasan dari sorot matanya. Bahaya!

“LEE DONGHAEEEEEEEEEE!!! AKU BENAR-BENAR AKAN MENYERETMU KEMBALI KE LAUT SELATAN~” teriak Kyuhyun mengerikan bersamaan dengan suara pintu-pintu yang menutup dengan serempak.

Donghae yang merasa hidupnya dalam bahaya hanya berdiri mematung di tempatnya berada, mencoba menjaga jarak dari Kyuhyun yang sebenarnya jarak di antara mereka tak terpaut begitu jauh.

-oooOooo-

Morin’s Home. 1 September 2012.

Morin berbaring santai di atas tempat tidurnya dengan earphone menyumpal kedua lubang telinganya, tampak berkonsentrasi dengan apapun yang saat ini dia dengarkan. Dari sikapnya tampak dia terlalu tegang untuk ukuran mendengarkan musik karena dia hanya diam berbaring tanpa bergerak bahkan ujung jempol kakinya pun sama sekali tak bergerak.

“Hoam,” Morin menguap dengan lebar. “Benar-benar membuat ngantuk,” gumamnya lalu melepas earphonenya sambil menggaruk-nggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

There’s a million girls around but I don’t see no one but you

Girl you’re so one in a million, you are

Morin meraih ponselnya yang tergeletak di meja samping tempat tidur dan mengecek nomor yang tertera di layar ponselnya. Sebuah nomer yang tak tersimpan di phonebooknya.

“Yeoboseyo?” jawab Morin.

“Yeoboseyo. Morin-ssi?” tanya orang di seberang, sebuah suara pria.

“Ne. Nuguseyo?” tanya Morin tanpa mampu mencegah nada menyelidik dalam suaranya.

“Orang yang sangat ingin bertemu denganmu.”

“Mwo? Nugu?”

“Bisakah kau datang ke Star City appartement lantai dua belas?”

“Mwo?”

“Kau hanya perlu datang dan kau akan tahu siapa yang menghubungimu. Malam ini,” ucap pria itu dan sambungan telepon terputus.

“Orang macam apa ini. Jamkaman, kenapa Star City appartement terasa tidak asing di telinga,” ucap Morin pada dirinya sendiri.

Morin cukup lama hanya duduk di atas tempat tidurnya hanya untuk memikirkan Star City appartement. Morin menggaruk-garuk belakang kepalanya dengan kebingungan karena ingatannya yang tak kunjung kembali.

-oooOooo-

at Suju’s Dorm 11th Floor

Kyuhyun mempause gamenya saat menyadari ponselnya yang bergetar di sampingnya.

From : Evil Carrot

Ya! Tuan artis. Dimana kau tinggal?

“Huh. Pertanyaan macam apa ini?”

To : Evil Carrot

Wae? Kau ingin mengirimkan makanan kesini? Kalo tidak lupakan saja.

Kyuhyun meletakkan ponselnya lalu kembali fokus ke layar psp baru yang baru saja dibelikan Donghae beberapa menit yang lalu.

Cukup lama ponsel Kyuhyun tak bergetar membuat Kyuhyun mau tidak mau sedikit penasaran dan beberapa kali melirik ke arah layar ponselnya.

“Aish!” Kyuhyun meletakkan pspnya dengan suara yang cukup keras di meja lalu beralih meraih ponselnya.

To : Evil Carrot

Kenapa kau menanyakan dimana kami tinggal? Terjadi sesuatu?

Drrttt. . Drrttt. .

From : Evil Carrot

Apa kau tinggal di Star City appartement? apartemen itu mengingatkanku pada dorm kalian.

Kyuhyun mengeryitkan alisnya dan kembali membalas pesan Morin.

To : Evil Carrot

Ne. Itu dorm kami. Wae?

Drrttt. . Drrttt. .

From : Evil Carrot

Arraseo. Kau cukup membantu.

“Huh. Sepertinya dia perlu diajar bagaimana caranya berterimakasih,” sebal Kyuhyun meletakkan ponselnya dan berganti dengan pspnya lagi namun tidak begitu lama Kyuhyun kembali meletakkan pspnya kembali -,-

“Kenapa akhir-akhir ini orang-orang senang meninggalkanku sendirian di dorm,” keluh Kyuhyun yang menyadari dirinya yang hanya seorang diri di dorm.

-oooOooo-

Suju’s Dorm 12th Floor.

“Hyung, kau yakin dia akan datang?” tanya Sungmin kepada Leeteuk namun sama sekali tak mengalihkan pandangan dari arah pintu dorm.

“Entahlah. Kita tunggu saja.”

“Berapa lama lagi kita harus menunggu? Aku juga sibuk, harus segera kembali ke lokasi syuting,” keluh Donghae dengan lagak sok sibuknya.

“Sudah pergi sana,” usir Eunhyuk bosan mendengar nada bangga di dalam suara Donghae mentang-mentang sekarang dia terpilih menjadi pemeran utama dalam sebuah drama.

Donghae mengerucutkan bibirnya mendengar pengusiran Eunhyuk lalu beranjak menuju kamar untuk mengambil tasnya dan segera pergi ke lokasi syuting.

“Aku berangkat~” pamit Donghae pada seluruh member yang hanya mengangguk.

Mendapat perlakuan seperti itu membuat Donghae hanya berjalan dengan kaki dihentak-hentakkan ke lantai sambil terus ngomel panjang lebar.

Namun omelan Donghae berubah menjadi umpatan pelan saking terkejutnya saat membuka pintu dorm dan tiba-tiba saja sudah ada seorang perempuan berdiri di luar pintu dengan cengiran lebar di bibirnya.

“Annyeong,” sapanya melambaikan tangan dihadapan Donghae.

Donghae hanya meneliti perempuan dihadapannya dari ujung kepala hingga ujung kaki tanpa bicara sepatah katapun.

“Beberapa menit yang lalu seseorang menghubungiku dan menyuruhku datang kemari,” ucapnya dengan santai layaknya berhadapan bukan dengan seorang artis terkenal yang membuat Donghae mengerutkan dahinya.

“Bisakah aku masuk?” tanyanya lagi karena Donghae yang masih tetap diam.

“Mungkin aku salah tempat. Baiklah aku akan pulang,” ucap perempuan itu tampak bosan menunggu Donghae yang hanya diam mematung.

“Jamkaman. Kau Im Morin?” tanya Donghae memastikan.

Morin mengangguk penuh semangat. “Kau masih mengingatku?”

Donghae mengangguk. “Masuklah.”

Morin mengangguk lalu masuk ke dalam dorm dan berjalan dengan santai ke arah ruang televisi. Sebenarnya dorm yang dimasuki Morin tak begitu asing baginya karena dulu Morin pernah masuk ke dorm suju. Pasti kalian masih ingat.

Donghae hanya mengikuti Morin dari belakang. “Bagaimana ada orang tak sesopan itu di Korea.”

“Annyeong?” sapa Morin pada seluruh member suju yang berkumpul di ruang televisi.

Seluruh member kini menatap Morin. “Im Morin?”

Morin mengangguk. “Senang bertemu dengan kalian lagi.”

Seluruh member mengeryit mendengar ucapan Morin.

“Ya! Bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti itu pada kami,” teriak Kangin tidak terima dengan kalimat perempuan yang ada dihadapannya.

“Wae?” balik tanya Morin.

“Oke. Ini sepertinya petaka,” gumam Yesung pelan.

“Yesung oppa. Bagaimana kabar Ddangkoma?” tanya Morin mengerling pada Yesung.

“Aku sudah mencarikan orang tua asuh untuknya,” jawab yesung dengan datar.

“Wae?” tanya Morin penasaran pada Yesung.

“Hanya ingin saja.”

“Sebenarnya dia siapa? Bagimana mungkin dia bisa bertingkah seolah-olah sudah mengenal suju bahkan dia berbicara dengan banmal,” tanya Kangin tidak terima pada Leeteuk.

“Tenang. Kau akan tahu sebentar lagi,” jawab Leeteuk sabar. “Morin, duduklah!” perintah Leeteuk saat menyadari Morin yang masih berdiri sejak tadi.

Morin mengangguk.

“Kami juga senang bisa bertemu denganmu lagi. Bagaimana kabarmu?” tanya Leeteuk.

“Tidak cukup baik. Apalagi saat ada seseorang yang tanpa menyebutkan namanya langsung menyuruhku kemari,” jawab Morin.

“Lihatlah. Dia semakin bertingkah tidak sopan pada kita,” ucap Kangin semakin tidak terima dengan tingkah Morin.

Eunhyuk yang hanya diam sejak tadi rasanya sudah ingin melempar sandal rumah yang dikenakannya pada Morin sedangkan Donghae masih berdiri bersandar pada tembok. Sepertinya kehadiran Morin benar-benar sesuatu yang luar biasa *wkwkwkwk*

Klik.

Semua kepala menoleh ke arah pintu dorm saat mendengar suara password pintu yang tepat disusul dengan pintu yang terbuka dan menampakkan Kyuhyun sambil menenteng laptop apple putihnya.

“Ya! Sebenarnya apa yang kalian lakukan disini? Jinjja. Tak adakah yang mau menemaniku main starcraft?” keluh Kyuhyun dengan suara keras bahkan sebelum dia mendapati hyungdeulnya yang tengah berkumpul di ruang televisi.

Morin melongokkan kepalanya untuk melihat Kyuhyun sepenuhnya lalu nyengir lebar saat Kyuhyun juga melihat ke arahnya.

“Omo! Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun dengan suara meninggi saking terkejutnya mendapati Morin tengah berada bersama hyungdeulnya.

“Mereka menghubungiku dan menyuruhku datang kemari,” jawab Morin jujur.

Kyuhyun meletakkan laptopnya begitu saja di dekat televisi lalu menarik tangan Morin keluar.

Morin hanya menurut pada perlakuan Kyuhyun.

“Ya! Kyuhyunnie, mau kau bawa kemana Morin?” seru Leeteuk namun Kyuhyun tak menjawab dan benar-benar pergi meninggalkan dorm.

“Donghae-ya?” panggil Sungmin pada Donghae yang masih berdiri melipat tangan sambil melihat kepergian Kyuhyun dan Morin.

“Hmm?” jawab Donghae berganti menoleh pada Sungmin.

“Kenapa kau masih ada disini?”

“Memangnya kenapa?” balik tanya Donghae.

“Kau bilang kau sibuk harus syuting,” jawab Eunhyuk menaikkan suaranya sedikit kesal pada Donghae.

“Lokasi syuting,” ucap Donghae dan segera berlari keluar dorm sambil sebelumnya mengumpat pelan.

Seluruh member hanya menggeleng-geleng melihat tingkah Donghae.

“Oke, sekarang siapa yang mau berbaik hati untuk menceritakan siapa sebenarnya Morin?” tanya Kangin memandang member satu-persatu tidak jelas sebenarnya kepada siapa pertanyaan itu diajukan.

-oooOooo-

Suju’s Dorm 11th Floor.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kyuhyun pada Morin yang kini sudah berganti duduk di sofa di dorm lantai sebelas.

“Bukankah kau baru saja menarikku kesini?”

“Aish, jinjja. Anak ini. Maksudku, apa yang kau lakukan di dorm atas?” kesal Kyuhyun.

Morin hanya meng-o tanpa suara. “Seperti yang aku bilang tadi. Seseorang menghubungiku dan menyuruhku datang kemari.”

“Kau bodoh atau apa. Bagaimana mungkin kau bisa menuruti begitu saja perintah orang yang tak kau kenal untuk menemuinya di sebuah apartemen pula.”

“Tapi kenyataannya tidak terjadi apa-apa. Lagipula, suju yang menghubungiku. Bukankah ini keren?”

“Neo, jinjja. Kau tahu kalau suju yg menghubungimu karena bertanya padaku sebelumnya. Bagaimana kalau tiba-tiba kau diculik dan diperkosa.”

“Ya!” teriak Morin tak terima.

“Wae? Semua itu mungkin saja terjadi kan?”

“Tapi setidaknya jangan mengatakannya sefrontal itu.”

“Tak ada yang salah dengan kata-kataku.”

“Aaaa, sudahlah. Lupakan itu. Oh, ngomong-ngomong kenapa tiba-tiba mereka menghubungiku dan menyuruhku kemari?”

“Mana aku tahu,” jawab Kyuhyun enteng.

“Maka dari itu jangan menarikku pergi seenakmu saja. Bahkan aku belum sempat berbincang dengan mereka.”

“Apa kau bilang? Berbincang? Sejak kapan kau tertarik untuk berbincang dengan mereka?”

“Sejak hari ini? Dan kenapa kau sangat ingin tahu, huh? Sejak kapan kau jadi ingin tahu seperti ini?”

“Jangan mengcopas kalimatku,” ucap Kyuhyun.

Morin hanya mendengus dan untuk beberapa saat tak ada perbincangan di antara mereka.

“Ah,” seru Morin setelah diam beberapa saat. Sepertinya dia ingat sesuatu.

Kyuhyun menoleh dengan penasaran padanya.

“Sekarang ceritakan padaku sejujurnya. Apa sebenarnya yang kau katakan pada kakakmu.”

“Ceritakan apa?” balik tanya Kyuhyun dengan tampang sok polosnya.

“Ya! Cho Kyuhyun.”

“Jangan berteriak-teriak. Telingaku berdengung mendengar teriakanmu.”

“Kita sepasang kekasih? Sejak kapan? Cih,” sindir Morin.

“Tidak ada yang saling dirugikan mengenai hal itu jadi selama tidak ada yang rugi kenapa harus mempersoalkan masalah itu.”

“Tak ada yang dirugikan kau bilang?”

Kyuhyun hanya mengangguk dengan santai.

“Neo, jinjja.”

“Kau merasa dirugikan?”

Morin diam beberapa lama lalu menggeleng.

“Jadi tak masalah bagaimana kakakku menganggapmu. Dia menganggapmu kekasihku, sahabatku, temanku, rekan kerjaku, istriku.”

Morin melempar bantal sofa ke wajah Kyuhyun menyebabkan Kyuhyun menghentikan kata-katanya.

“Tidak perlu menyebutkan istri.” -_-

Kyuhyun melempar bantal sofa kembali kepada Morin yang sigap menangkapnya. “Kenapa kau tak bilang padaku kalau kau menemui noonaku?”

“Apa setiap aktifitas yang aku lakukan harus melapor padamu?” balik tanya Morin dengan nada sinis.

“Biasanya kau selalu kebingungan jika bertemu dengan kakakku. Kenapa kali ini tidak?”

“Hanya karena aku tak punya alasan untuk menolak ajakkan noonamu.”

“Kau memang bodoh. Cih,” cibir Kyuhyun.

“Mau berapa kali kau mengatakan aku bodoh huh?” seru Morin melempar seluruh bantal sofa pada Kyuhyun.

“Tanpa kau sadari sebenarnya kau itu memang bodoh,” ucap Kyuhyun berusaha menghindar dari lemparan bantal Morin.

“Kau pikir kau pintar huh?” ucap Morin kini beralih memukuli Kyuhyun dengan bantal sofa.

“Tentu saja. Bahkan aku memenangkan olimpiade matematika.”

“Oh, jinjja?” tanya Morin menghentikan aktifitasnya memukuli Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk dengan bangga. “Tentu saja. Kau baru tahu kalau ternyata kekasihmu orang yang pandai,” jawab Kyuhyun sambil balik memukul Morin dengan bantal sofa.

“Mworago? Kekasih?” ulang Morin membalas pukulan Kyuhyun. “Kau pikir aku bodoh? Aku bahkan diterima kuliah di Universitas Seoul bagaimana mungkin kau bilang aku bodoh,” balas Morin tak terima.

“Jinjja? Bagaimana mungkin gadis bodoh sepertimu bisa diterima kuliah disana?” tanya Kyuhyun tak habis pikir.

“Itu karena aku pandai,” Morin memukul Kyuhyun dengan kekuatan penuh meski sebenarnya percuma karena bantal sofa yang empuk tak memberi efek apa-apa.

Kyuhyun membalas pukulan Morin dan pada akhirnya terjadilah perang bantal sofa -_____- *geje bgt sumpah*

“Ya! Apa yang kalian lakukan?” teriak Eunhyuk dari arah pintu dorm.

Morin dan Kyuhyun menghentikan perang bantal mereka dan menatap bingung ke arah pintu. Disana sudah ada Eunhyuk, Sungmin, dan Yesung yang tanpa Morin dan Kyuhyun sadari telah berada di dalam dorm.

“Kenapa kalian bisa seperti itu,” ucap Sungmin menunjuk Morin dan Kyuhyun.

Rambut Morin yang pertama datang dengan rapi kini sudah berantakan tak karuan ditambah lagi bantal-bantal sofa yang berserakan di lantai dan sofa yang telah bergeser beberapa centi dari posisi semula.

“Kalian berdua berusaha menghancurkan dorm?” tanya Yesung menatap nanar Morin dan Kyuhyun.

“Kalian benar-benar. Bagaimana mungkin duo setan bisa disatukan. Apa jadinya dorm ini kedepannya,” keluh Eunhyuk, Sungmin dan Yesung kompak.

Morin dan Kyuhyun yang mendengar ucapan kompak 3 orang yang berdiri di depan pintu hanya melempar bantal sofa yang mereka pegang masing-masing ke arah 3 orang itu bersamaan. Tanpa aba-aba.

-To Be Continue-


a/n:

kritik, saran atau pertanyaan silakan disampaikan di bawah. gomawo^^

Advertisements