[Our Line] #6 There is a Difference, Today

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Suju’s Dorm 11th Floor. 17 November 2012.

“Masuklah,” ajak Eunhyuk memberi isyarat dengan kepalanya pada Morin yang tak sengaja ditemuinya di depan pintu dorm dari kepulangannya berbelanja.

Morin hanya mengangguk.

“Kurasa K.R.Y belum pulang dari latihan,” ucap Eunhyuk lagi menoleh pada Morin.

“Annyeong,” sapa Morin pada seluruh member suju yang berada di ruang tengah. Tidak lengkap, hanya ada 2 member.

Kedua member tersebut menoleh pada Morin sebentar hanya sekedar tersenyum lalu Donghae melambai dengan wajah cerah padanya.

“Annyeong,” suara dari dapur juga menyapa Morin dengan ramah. Sudah dapat ditebak siapa yang beradu dengan peralatan memasak di dapur sekarang.

Kangin yang baru sadar kalau yang datang adalah Morin buru-buru beranjak dari duduknya dan bergegas menghampiri Morin lalu memeluknya beberapa saat.

“Ya! Kim Young Woon, apa yang kau lakukan?” teriak Donghae dan Eunhyuk bersamaan pada Kangin.

“Aku hanya memberi pelukan selamat datang untuk calon adik iparku,” jawab Kangin santai.

Sedangkan Morin masih diam terlihat sangat terkejut dengan pelukan yang baru saja didapatnya.

“Kuharap kita dapat lebih akrab karena kau mungkin akan sering melihatku jika datang ke dorm,” ucap Kangin sambil mengedipkan sebelah matanya pada Morin.

“Hyung, jangan sok kecentilan dengannya. Hyung lupa dia siapa? Lagi pula ingat umur hyung,” ledek Donghae dengan polosnya.

“Ya!” teriak Kangin buru-buru menghampiri Donghae lalu menjitak pelan puncak kepalanya. Tak terima kalau dongsaengnya yang satu itu mengungkit-ungkit masalah usia.

Beberapa saat Morin hanya memerhatikan ‘pertarungan’ antara kakak beradik itu hingga akhirnya mereka berdua duduk di sofa dengan masih saling merengut.

“Dimana Yesung oppa?” tanya Morin saat merasa suasana dalam dorm sudah kembali normal.

“Sebenarnya kau kekasih siapa? Setiap datang kemari kau lebih sering mencari Yesung daripada Kyuhyun?” tanya Eunhyuk pada Morin heran.

“Dan sebenarnya siapa kekasihku? Kenapa kau bahkan lebih cerewet daripada Kyuhyun?” balik tanya Morin dengan nada menyindir.

Donghae dan Kangin tertawa senang dengan jawaban Morin. Sedangkan Eunhyuk hanya menatap Morin sambil mendengus.

“Duduklah. Kenapa kau hanya berdiri saja disana?” tanya Kangin menepuk sofa disampingnya.

“Menunggu seseorang mempersilakanku duduk,” jawab Morin dengan nada manis.

“Cih! Sejak kapan kau bersikap seperti itu?” tanya Donghae jengah.

Morin tak menjawab dan hanya duduk di sofa sedikit jauh dari Eunhyuk, Kangin dan juga Donghae.

“Semakin lama aku merasa dorm ini semakin sepi saja,” keluh Morin.

“Kalian dengar? Bahkan Morinpun merasakan hal yang sama denganku. Kita semua dapat tinggal dalam satu dorm yang sama daripada tinggal dalam dua dorm yang berbeda,” Donghae berkata dengan antusias.

Belum sempat diantara Morin, Kangin atau Eunhyuk menjawab usulan Donghae, terdengar kombinasi password yang tepat lalu pintu terbuka menunjukkan Ryeowook dan Yesung yang berjalan bersusulan.

“Betapa hangatnya di dalam sini,” ucap Ryeowook segera menyeruak diantara Donghae dan Kangin.

“Sepertinya tidur di bawah selimut sangat nyaman,” keluh Kyuhyun sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya agar lebih hangat.

Morin yang mendengar suara Kyuhyun hanya menggaruk-nggaruk kepalanya sedikit canggung sedangkan Kyuhyun hanya berjalan menuju kamarnya tanpa sedikitpun menoleh pada Morin.

“Kau yakin kalau kau adalah kekasih Cho Kyuhyun?” tanya Kangin dengan nada polos pada Morin.

Ryeowook memukul lengan Kangin setelah mendengar pertanyaan tak masuk akalnya.

“Bagaimana mungkin dia bersikap seolah tak mengenal kekasihnya sendiri?” heran Kangin melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Hyung seperti tak tahu Kyuhyun saja,” sahut Eunhyuk mengingatkan.

“Bahkan akupun awalnya heran saat mengetahui kalau Kyuhyun memiliki kekasih. Pria yang bahkan pernah mengatakan bahwa dirinya bisa hidup hanya dengan tiga hal yakni makan, ponsel dan laptop tiba-tiba memiliki kekasih,” sambung Sungmin yang beru keluar dari arah dapur sambil membawa senampan penuh sandwich.

“Apa mungkin dia hanya akan main-main kali ini?” tanya Yesung dengan nada serius sambil mencondongkan kepalanya lebih ke depan.

Ryeowook yang teringat akan keberadaan Morin di satu ruangan yang sama bahkan hanya berjarak beberapa meter dari mereka langsung mendongakkan kepala ke arah Morin yang juga tengah memperhatikan perkumpulan diskusi itu.

“Kurasa tahun ini cuaca akan lebih dingin dari tahun sebelumnya,” ucap Ryeowook mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Apa maksudmu?” tanya Donghae bingung dengan pertanyaan Ryeowook yang terlalu menyimpang jauh dari topik semula.

“Morin-ah, apa kau juga merasa seperti itu?” tanya Ryeowook pada Morin.

Member lain yang mendengar nama Morin disebut baru tersadar dengan keberadaan Morin lalu buru-buru menoleh pada Morin dengan wajah menyesal sedangkan Morin hanya menatap datar kepada member sambil berkedip polos.

“Sebenarnya tadi. . . . .  .,” Kangin berusaha menjelaskan namun terlalu bingung harus memulai dari mana.

“Kurasa tahun ini memang akan lebih dingin,” jawab Morin dengan nada riang yang justru membuat member suju semakin merasa tidak enak dengan Morin.

“Apa sekarang kita bisa memakan sandwich  itu? aku sengaja tak makan malam sebelum datang kemari,” Morin berucap dengan manja sambil mengelus-ngelus perutnya yang kelaparan.

“Aku membuat banyak sandwich hari ini. Aku akan mengambilnya lagi dari dapur,” ucap Sungmin beranjak ke dapur.

“Aku akan mengambilkan minuman untuk kita semua,” ucap Ryeowook lalu menyusul Sungmin ke dapur. Sepertinya menghindari Morin adalah pilihan yang tepat.

“Ngomong-ngomong kenapa Kyuhyun lama sekali?” gerutu Donghae lalu beranjak berdiri untuk memanggil Kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang kau lakukan di dalam kamar?” hardik Donghae pada Kyuhyun namun segera menghentikan kalimatnya saat mengetahui kalau Kyuhyun sedang menatap ke arahnya dengan tatapan tajam.

“Diamlah, aku akan keluar sebentar lagi,” ucap Kyuhyun pelan pada Donghae.

Donghae mengangguk mengerti lalu menutup kembali pintu kamar Kyuhyun dan berbalik menuju ruang tengah.

Sedangkan di dalam kamar, Kyuhyun hanya menghela nafas pelan lalu ikut menyusul Donghae dan yang lainnya di ruang tengah. Kyuhyun hanya menatap Morin sekilas lalu duduk di lantai menghadap ke layar televisi membelakangi Morin sambil memakan sandwichnya dalam diam.

“Mashita?” tanya Sungmin yang duduk tepat di sofa yang menjadi sandaran Kyuhyun.

“Hm mm,” jawab Kyuhyun singkat.

“Bagaimana latihanmu hari ini?” giliran Eunhyuk sekarang yang bertanya sambil memukul kepala Kyuhyun dengan bantal sofa.

“Melelahkan seperti biasanya. Kurasa suaraku akan habis sebentar lagi,” keluh Kyuhyun.

“Konser nanti pasti akan sukses aku yakin itu,” ucap Sungmin menguatkan. Sebenarnya mereka semua sama-sama tahu betapa lelahnya mereka meski tak pernah ada satupun yang mengeluh diantara mereka.

Sedangkan Morin hanya diam saja, menggigit sandwichnya dengan tenang sambil memperhatikan Kyuhyun. Terbersit sedikit rasa iba pada Kyuhyun. Dia tahu meski tidak pernah merasakannya, betapa sulitnya dunia tempat Kyuhyun sekarang, juga dunia super junior serta dunia artis lainnya termasuk dunia Choi Minho yang selalu menjadi idolanya.

“Ah, sekarang lebih baik kita buat permainan. Otteokhe?” tawar Eunhyuk.

“Permainan apa?” tanya Yesung dengan nada yang tak begitu tertarik.

“Jamkaman,” ucap Eunhyuk lalu bergegas menuju dapur.

Tak beberapa lama, Eunhyuk telah kembali dari dapur sambil membawa dua botol soju dalam dekapannya dan satu botol soju pada tangan kirinya.

“Jangan bilang kalau kau mau mengajak kita semua mabuk?” tanya Donghae dengan was-was.

Morin mengangguk setuju dengan ke was-wasan Donghae.

“A-a,” Eunhyuk menggeleng setelah meletakkan 2 botol soju yang masih tersegel dan juga satu gelas kosong kecil serta 1 botol soju kosong di lantai.

“Lalu?” tanya Kangin yang kini mulai tertarik.

“Truth and Dare,” Eunhyuk menjawab dengan nada gembira.

“Eeyy~” terdengar tolakan dari beberapa orang.

“Coba kita lihat berapa banyak yang setuju dengan ide ini? Yang setuju angkat tangan kalian,” perintah Eunhyuk yang mulai menghitung satu persatu tangan yang terangkat.

Tampak Kangin, Ryeowook, Donghae, Sungmin dan Yesung mengangkat tangan.

“Sepertinya kita sudah tahu jawabannya,” ucap Eunhyuk senang.

“Kurasa tadi banyak yang tidak setuju saat nama permainannya disebut. Tapi kenapa sekarang banyak yang angkat tangan?” omel Morin.

“Terkadang otak seorang pria dapat berubah dalam beberapa detik saja,” jawab Kangin asal-asalan.

“Cih! Alibi,” dengus Morin dan Kyuhyun serempak.

“Ayo semuanya duduk melingkar,” perintah Eunhyuk sok berkuasa.

Semua yang ada di dorm menuruti apa yang diperintahkan Eunhyuk. Ryeowook duduk diantara Donghae dan Kangin yang duduk disebelah Eunhyuk. Yesung berikutnya duduk disebelah Eunhyuk lalu disusul Morin, Sungmin dan Kyuhyun.

“Duduklah disini,” bisik Sungmin pada Morin lalu mundur untuk berganti posisi dengan Morin.

“Ah,” Morin hanya berucap seadanya lalu berpindah duduk di sebelah Kyuhyun.

“Bagus sekarang semuanya sudah duduk melingkar,” ucap Eunhyuk mengangguk-angguk.

“Kulihat sekarang kau bertingkah berkuasa,” sengit Morin pada Eunhyuk.

“Sekarang aku leader Suju,” jawab Eunhyuk bangga.

“Kenyataannya Teuki hyung pernah mengatakan bahwa tidak akan ada leader baru selama dia wamil,” koreksi Kyuhyun.

“Ucapanmu benar-benar bisa menghancurkan fantasinya,” timpal Donghae yang diiringi tawa dari yang lain.

“Oh, ayolah~ beri aku kesempatan,” rengek Eunhyuk.

“Kesempatan mwoya?” hardik seluruh member tak setuju.

Eunhyuk hanya tertawa hambar mengetahui betapa kompak membernya menolak dirinya. “Arraseo. Mari kita mulai permainannya.”

Semuanya mengangguk mendengar ucapan Eunhyuk.

“Sama seperti biasanya. Kepala botol inilah yang akan menunjukkan siapa mangsanya. Dan yang tidak menjawab dengan jujur,” Eunhyuk menghentikan kalimatnya lalu menunjuk soju yang berada ditengah lingkaran. “Sepertinya semua sudah tahu jadi mari kita mulai sekarang.”

Eunhyuk memutar botol soju kosong. Botol itu masih berputar membuat semua orang harap-harap cemas.

“Aaa~” seru beberapa orang saat botol itu mulai memelan.

Morin terkesiap saat leher botol itu memelan di daerahnya namun pada akhirnya berhenti mengarah kepada Kyuhyun di sebelahnya.

Samar-samar terdengar Morin yang bernafas lega.

“Aish! Kenapa aku?” tanya Kyuhyun menuntut jawaban dari Eunhyuk.

“Mana aku tahu,” jawab Eunhyuk membela diri.

Morin yang berada tepat disebelah Kyuhyun terkikik pelan saat menyadari mungkin sebentar lagi dia akan mengetahui beberapa rahasia Kyuhyun.

“Kau nampak bahagia?” tuduh Yesung yang berada di seberang Morin.

“Aniyo~ hanya saja sepertinya ini akan menarik,” elak Morin.

“Biarkan aku yang bertanya,” Donghae mengangkat tangan dengan antusias.

Semuanya mengangguk termasuk Kyuhyun dan semuanya kini fokus mendengarkan pertanyaan apa yang akan keluar dari mulut Donghae.

“Ini pertanyaan yang sangat mudah,” Donghae tersenyum sebentar pada Kyuhyun namun sepertinya Kyuhyun merasakan hal yang tidak enak dengan senyum Donghae.

Donghae berdeham beberapa kali sebelum menanyakan pertanyaannya. “Bagaimana kau menyatakan cinta pada Morin?”

Sorakan dan siulan sontak memenuhi ruangan saat mendengar pertanyaan Donghae. Kangin yang berada jarak satu orang dengan Donghae mengayunkan tangannya mengajak berhigh five.

“Ya! Kenapa pertanyaan seperti itu?” protes Morin namun sama sekali tak diacuhkan yang lainnya.

Kyuhyun diam beberapa saat dan membuat semuanya semakin penasaran dengan jawaban Kyuhyun sedangkan Morin sudah bersiap-siap untuk lari ke kamar mandi saat Kyuhyun menjawab jujur pertanyaan Donghae tadi.

“Aku. . ,” semua orang menahan nafas menanti jawaban Kyuhyun. “Tak akan menjawabnya. Itu rahasia,” jawab Kyuhyun mengerling sekilas pada Morin.

Dan untuk sesaat rasanya Morin seperti tak dapat bernafas mendapat kerlingan dari Kyuhyun.

“Eeyy~ benar-benar tidak seru.”

Kyuhyun tak peduli dan hanya menuang soju ke dalam botol kecil lalu menghabiskannya dalam sekali teguk.

“Selanjutnya,” teriak Kangin tak sabar.

Eunhyuk kembali memutar botol sojunya dan kali ini botol soju berhenti tepat mengarah pada Morin.

Morin hanya menunjukkan wajah menangis yang membuat semua orang semakin antusias.

“Aku aku aku,” teriak Ryeowook antusias untuk mengajukan pertanyaan pada Morin. Dan tanpa menunggu persetujuan dari yang lainnya Ryeowook langsung mengajukan pertanyaannya. “Sebenarnya kau mau menjadi kekasih Kyuhyun karena kau mencintainya atau hanya karena dia artis terkenal yang kaya dan juga tampan?”

Morin menatap Ryeowook dengan mulut sedikit terbuka lalu menelan ludah dengan susah payah setelah mendengar pertanyaan itu. Sepertinya jawabannya akan sulit.

Sedangkan Kyuhyun, kini menatap Morin dengan ekspresi perpaduan antara ekspresi ingin tahu jawaban Morin dan juga puas dengan pertanyaan Ryeowook yang sepertinya berhasil memojokkan Morin.

Morin masih diam cukup lama, terlihat sekali kebingungan menjawab pertanyaan itu. Meskipun sampai sekarang Morin belum bisa dikatakan kekasih Kyuhyun namun jika Morin mengingat pernyataan Kyuhyun di dalam mobilnya tempo hari sepertinya Morin memang harus bersiap-siap untuk kemungkinan pertanyaan semacam ini pada dirinya sendiri.

“Menjawab atau soju?” tawar Eunhyuk pada Morin namun sebelumnya melirik pada Kyuhyun.

Sepertinya Kyuhyun tak akan membiarkan Morin minum soju.

Tangan Morin sudah hendak menyentuh gelas soju sampai akhirnya suara Kyuhyun menghentikannya.

“Ya! Apa susahnya menjawab? Bahkan Ryeong telah memberi pilihan jawaban. Kau tinggal memilih satu diantaranya,” ucap Kyuhyun pada Morin dengan santainya.

Morin menatap Kyuhyun sengit. “Ini sulit,” desis Morin.

Morin paling kesal dengan wajah Kyuhyun yang menunjukkan ekspresi puas.

“Aku tidak tahu jawabannya,” jawab Morin pasrah.

“Eeyy~”

“Bohong.”

Eunhyuk menuangkan soju ke dalam gelas sambil melirik menantang pada Morin.

“Tenang saja, aku akan menghabiskannya,” ucap Morin hendak mengambil gelas soju itu namun ternyata dia kalah cepat dibandingkan Kyuhyun.

“Uh.”

Kyuhyun meneguk soju sampai tak tersisa lalu meletakkannya kembali ke lantai dengan suara yang sedikit lebih keras.

“Uhwoo~”

“Cih! Kau tak usah bersikap sok pahlawan,” cibir Morin.

“Aku hanya mengantisipasi. Kita semua disini belum pernah ada yang tahu apa yang akan kau lakukan ketika kau mabuk. Bisa jadi kau akan melepas seluruh bajumu. Itu pasti tidak lucu kan,” sindir Kyuhyun.

Member lain hanya bertepuk tangan senang dengan jawaban Kyuhyun.

“A. . Ak. . Aku tidak mungkin melakukannya,” elak Morin namun sebenarnya tak begitu yakin karena dia sendiri tidak pernah mabuk sebelumnya.

“Nothing impossible when you got drunk dear,” ucap Donghae jail.

“Uri Ryeong bahkan melakukannya,” Sungmin menunjuk Ryeowook yang tersenyum malu-malu.

“Selanjutnya selanjutnya,” teriak Morin berusaha menghentikan semua orang yang memojokkannya.

“Kali ini biarkan aku yang memutar,” imbuh Morin sengit.

Morin memutar botol soju kosong itu dengan kekuatan penuh menyebabkan botol itu berputar tak terkendali dan akhirnya berhenti tepat ke arah Kyuhyun, lagi.

“Ya! Kenapa aku lagi?” teriak Kyuhyun pada Morin.

“Molla. Aku hanya memutarnya dan tiba-tiba saja berhenti ke arahmu,” ucap Morin membela diri.

“Tidak perlu bertengkar, ini hanya permainan,” ucap Kangin menengahi.

Kyuhyun mendengus sewot pada Morin yang juga dibalas dengan dengusan sewot Morin pada Kyuhyun.

“Biarkan aku yang bertanya kali ini,” ucap Kangin lalu berdeham beberapa kali. “Aku ingin tahu, apa kau tertarik dengan Victoria?”

“Apa yang oppa maksud, F(x) Victoria?” tanya Morin menginterupsi.

Kangin mengangguk.

“Oh! Dia sungguh sangat cantik,” puji Morin.

“Kau tidak tahu hubungan Kyuhyun dan Victoria? Selain satu agensi maksudku,” tanya Yesung heran mendengar ucapan Morin.

Morin hanya diam saja.

“Jadi Kyuhyun tak pernah memberitahumu tentang hal ini?” tanya Sungmin.

Morin masih tetap diam.

“Kau tahu kalau Kyuhyun dan Victoria hampir berkencan?” tanya Donghae.

“Ne?” kaget Morin.

“Ya!” teriak Kyuhyun bersamaan dengan keterkejutan Morin.

“Jangan terlalu melebih-lebihkan,” Eunhyuk menyikut tubuh Donghae pelan. “Banyak fans yang menyangka kalau Kyuhyun dan Victoria berkencan.”

“Kami hanya bersahabat,” ucap Kyuhyun.

“Tapi tak dapat dipungkiri kalau kau tertarik dengan victoria kan?” goda Kangin.

Kyuhyun menghela nafas lalu mengangguk pasrah.

“Uhwoo~”

“Kau pasti baru tahu tentang pengakuan terbesar ini hari ini kan?” tanya Donghae pada Morin.

Morin hanya mengangguk.

“Tapi itu dulu. Kurasa kita hanya akan bersahabat seterusnya,” lanjut Kyuhyun.

“Tapi jika kau masih diberi kesempatan tidak menutup kemungkinan kau akan mengajaknya berkencan kan?” tanya Kangin lagi.

“Hyung~” panggil Kyuhyun yang langsung membuat Kangin mengangkat tangannya menyerah dan tak akan melanjutkan pertanyaan lagi.

“Kita harus bertepuk tangan pada kejujuran Kyuhyun hari ini,” ucap Donghae yang langsung mendapat lirikan tajam dari Kyuhyun.

“Selanjutnya beri aku kesempatan memutar botolnya,” tawar Sungmin.

Semua orang mengangguk dan membiarkan Sungmin memutar botol soju kosong itu di lantai.

Sungmin hanya memutar botol itu pelan dan lagi-lagi berhenti ke arah Kyuhyun.

“YA! Ini sungguh tak adil, kenapa botol ini berhenti lagi kearahku?” teriak Kyuhyun tak terima.

“Mungkin botol itu menunjukkan siapa yang paling banyak berbohong diantara kita,” ucap Yesung dengan wajah datar.

“Jadi kau mau bilang kalau aku sering berbohong begitu?” tantang Kyuhyun pada Yesung.

“Apa aku mengatakan seperti itu tadi?” tanya Yesung pada Morin.

Morin hanya menggeleng.

“Aku yang akan bertanya,” Eunhyuk mengangkat tangannya antusias.

“Terserah kau saja,” jawab Kyuhyun dengan sewot.

“Kapan ciuman pertama kalian terjadi?” tanya Eunhyuk menyeringai.

“YA! Kenapa pertanyaannya seperti itu?” teriak Morin dan Kyuhyun serempak.

“Agar permainan ini lebih seru,” timpal Donghae mendukung Eunhyuk sambil menyeringai.

“Aish! Jeongmal. Aku tidak mau lagi meneruskan permainan ini,” seru Kyuhyun lalu beranjak dari duduknya. Pergi ke kamarnya.

“Dan kurasa aku juga akan pulang,” ucap Morin juga beranjak dari duduknya.

Member Suju lainnya hanya saling menatap dengan bingung.

“Kenapa mereka berdua marah hanya karena pertanyaan semacam itu?” gumam Eunhyuk heran.

“Kurasa ciuman memang topik yang sedikit sensitif,” jawab Sungmin.

“Ngomong-ngomong, dimana tasku?” tanya Morin kembali lagi ke ruang tengah. “Awas saja kalau sampai aku tahu siapa yang menyembunyikannya,” geram Morin sudah semakin kesal.

“Mungkin Kyuhyun menaruhnya di dalam kemar agar lebih aman,” jawab Eunhyuk.

Morin hanya menoleh dengan buas ke arah Eunhyuk lalu segera bergegas menuju kamar Kyuhyun dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Morin langsung masuk ke dalam kamar.

“Seseorang menyembunyikan tasku di dalam kamarmu,” kata Morin sebelum mendapat hardikan dari Kyuhyun karena telah masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. “Dan ngomong-ngomong, kenapa pintumu menutup sendiri?” tunjuk Morin pada pintu Kyuhyun yang menutup.

“Sudah begitu sejak dulu,” jawab Kyuhyun tanpa menoleh pada pintu yang ditunjuk Morin. “Kau bilang tadi tas?” tanya Kyuhyun bingung karena sepertinya sejak tadi tidak ada seorang pun yang masuk ke kamarnya selain dirinya. Kecuali jika seseorang diam-diam masuk ke kamarnya untuk menyembunyikan tas Morin.

Morin mengangguk. “Ada di atas ranjangmu,” jawab Morin menunjuk tas yang tergeletak di atas ranjang berseprai biru.

“Ah,” Kyuhyun mengambilkan tas itu untuk Morin.

“Kurasa hari ini sedikit aneh,” Kyuhyun mengangguk menyetujui ucapan Morin. “Kalau begitu, aku akan pulang sekarang,” pamit Morin yang hanya mendapat anggukan dari Kyuhyun.

Morin mendekati pintu. Memegang kenopnya dan memutarnya beberapa kali namun tak berhasil, pintu sama sekali tak terbuka. Morin menatap heran pintu putih dihadapannya.

“Tuan artis! Kau yakin pintu ini hanya menutup sendiri saja dan bukan juga mengunci sendiri?” tanya Morin berbalik ke arah Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” balik tanya Kyuhyun bingung.

Morin hanya menjawab dengan memutar kenop pintu dan pintu sama sekali tak terbuka.

Kyuhyun yang melihatnya buru-buru mendekati pintu dan masih tak percaya dia mencoba memutar kenop beberapa kali namun hasilnya, nihil.

“Ya!” Kyuhyun mengetuk-ngetuk pintu berharap hyungdeulnya dapat mendengar. Kyuhyun yakin mereka semua masih berada di ruang tengah karena jika sudah tak ada di ruang tengah pasti Sungmin telah kembali ke kamarnya. Pemilik kamar itu bukan hanya Kyuhyun namun juga Sungmin.

“Hyung~” panggil Kyuhyun kali ini lebih sopan berharap kali ini mereka akan mendengarnya dan akan segera datang karena Kyuhyun telah memanggilnya dengan baik-baik.

“YA! Kalian semua yang ada di luar. Cepat buka pintunya,” teriak Kyuhyun lebih keras tidak peduli lagi dengan sopan atau apalah namanya.

“Oppa~ jangan main-main. Ini benar-benar tidak lucu. Buka pintunya dan biarkan aku pulang. Ini sudah terlalu malam,” ucap Morin mengetuk-ngetuk pintu berharap mereka akan membukakan pintu setelah mendengar permintaan Morin.

Kyuhyun menempelkan telinganya ke permukaan pintu berusaha mendengar suara-suara di luar.

Morin juga ikut melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun. Namun mereka berdua sama-sama tak dapat mendengar suara apapun. Hanya suara desahan nafas mereka berdua yang terdengar. Dan itu membuat suasana sedikit… tidak baik.

“Kita terkunci,” ucap Kyuhyun menjauhi pintu dan beralih duduk di ranjang.

Morin hanya diam masih berdiri bersandar pada pintu.

Beberapa saat tak ada yang berbicara di antara mereka berdua.

“Kunci!” seru Morin teringat sesuatu. “Tidak mungkin kunci kamar ini hanya ada satu kan?” tanya Morin.

Kyuhyun mengangguk mengerti lalu bergegas membuka laci mejanya berusaha menemukan kunci kamarnya. Kyuhyun mengobrak abrik laci namun sama sekali tak menemukan keberadaan kunci.

“Kuncinya tidak ada?” tanya Morin pada Kyuhyun meski sebenarnya dia sudah dapat menebak apa jawabannya dari raut wajah Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk. “Kurasa mereka memang sengaja melakukan ini. Aku sudah sedikit curiga saat botol tadi selalu berhenti ke arahku atau kau. Cih! Mereka benar-benar kekanakan.”

-oooOooo-

Suju’s Dorm 12th Floor.

“Buahahaha. Aku bisa membayangkan betapa marahnya Kyuhyun saat tahu kalau kita menguncinya di dalam kamar,” Eunhyuk berkata puas.

“Apa kita tidak sedikit keterlaluan?” tanya Sungmin.

“Aniyo. Mereka berdua selalu saja bertengkar, jadi sekali-sekali seperti ini tidak masalah,” jawab Kangin.

“Aku penasaran apa yang akan terjadi pada mereka. Sesering apapun mereka berdua bertengkar tapi mereka tetap saja sepasang kekasih. Dan sekarang mereka terkunci di sebuah kamar hanya berdua. Laki-laki dan perempuan,” ucap Donghae jail.

“Memangnya apa yang bisa mereka lakukan di dalam kamar sekecil itu? Kurasa juga bertengkar lagi,” sahut Yesung.

“Bagaimanapun Kyuhyun seorang laki-laki dan Morin seorang perempuan,” jawab Ryeowook.

“Tapi apa yang bisa dilakukan Kyuhyun? Mencium gadis saja belum pernah apa lagi melakukan hal semacam itu?” tanya Kangin menggeleng-geleng khawatir pada adik bungsunya itu.

“Tapi tidak ada yang pernah tahu,” jawab Eunhyuk dan Donghae kompak lalu berhigh five.

-oooOooo-

KyuMin’s Room.

“Aku akan duduk di ranjang Sungmin oppa dan kau tetaplah berada di ranjangmu sendiri,” ucap Morin mengancam sebelum berjalan ke ranjang Sungmin.

“Memangnya kau pikir apa yang akan aku lakukan? Cih! Jangan terlalu percaya diri,” cibir Kyuhyun.

“Baguslah kalau begitu,” sekarang Morin melangkah dengan tenang menuju ranjang Sungmin. Buru-buru menarik selimut pink Sungmin dan menggulung tubuhnya dengan selimut itu.

“Tak perlu menutupnya seperti itu. Tidak kau tutup sekalipun, tak ada bagian dari tubuhmu yang menggoda.”

“Ya, aku tahu. Victoria Song, memang lebih menarik daripadaku.”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya mendengar Morin menyebut nama Victoria.

“Dia cantik, menarik, tubuhnya indah, ramah, baik hati, terkenal,” Morin menyebutkan satu persatu tentang Victoria yang bahkan dia sendiri tak pernah tahu perempuan seperti apa Victoria. “Dan apa lagi ya? Kurasa aku tak dapat mengingat lebih banyak lagi tentang kelebihan-kelebihan dia daripadaku.”

Kyuhyun diam sesaat memperhatikan Morin sampai akhirnya dia terkekeh pelan.

Morin langsung menoleh pada Kyuhyun begitu mendengar Kyuhyun yang terkekeh. “Wae? Apakah aku benar-benar lucu sampai membuatmu terkekeh?”

“Kenapa kau tiba-tiba mengungkit-ungkit tentang Victoria. Karena ucapan yang lainnya tadi?” tanya Kyuhyun. Sedangkan Morin hanya mendengus. “Ingat, mulai sekarang jangan percaya apa yang orang lain katakan sebelum kau mendengarnya langsung dariku. Karena orang yang seharusnya kau percayai hanyalah aku. Biarkan saja orang di luar sana mengatakan aku dan Victoria atau aku dan siapalah berkencan karena kenyataannya kekasihku yang sebenarnya adalah Im Morin. Gadis yang saat ini duduk di ranjang bersebelahan dengan ranjangku.”

Morin memandang Kyuhyun takjub untuk beberapa saat lalu meraih kalender yang ada di atas meja yang memisahkan antara ranjang Kyuhyun dan Sungmin berusaha untuk menghindari topik yang terlalu serius. Begitu banyak lingkaran merah di kalender itu pada bulan November. Mulai dari tanggal 19-21 yang bertanda Suju K.R.Y Special Winter Concert inYokohama Japan, lalu disusul tanggal 23 yang bertanda SMTOWN Live Tour III in Singapore, selanjutnya tanggal 25 SMTOWN Live Tour III in Bangkok dan di bulan berikutnya tanggal 22-24 Suju K.R.Y Special Winter Concert in Kobe Japan.

“Kurasa minggu ini kau akan sibuk,” ucap Morin tanpa mengalihkan pandangan dari calender.

“Hm mm. Konser K.R.Y, SM Town Live Tour, kemudian SJM yang akan segera comeback itu berarti aku akan lebih sering di China dan selanjutnya single baru K.R.Y. Benar-benar akan menjadi hari-hari yang melelahkan,” desah Kyuhyun.

“K.R.Y? SJM?” tanya Morin bingung.

“Kau tidak tahu K.R.Y dan SJM?” tanya Kyuhyun tak percaya apalagi saat melihat gelengan kepala Morin.

“Aish! Jinjja. Sebenarnya kau hidup di dunia apa? Bagimana mungkin kau tak tahu mereka?” jengkel Kyuhyun.

“Apa mereka terkenal?” balik tanya Morin.

“Tentu saja bodoh. Sebenarnya kau mengikuti perkembangan musik dalam negeri atau tidak?”

“Tentu saja,” seru Morin tak terima. “Aku tahu SHINee baru saju merilis album terbaru, lalu aku juga tahu Dong Bang Sin Ki yang baru comeback dengan Catch Me dan dalam waktu dekat akan merilis single baru dari album mereka, aku juga tahu Beast Yoseop yang akan debut solo.”

“Ya! Dari semua yang kau sebutkan tadi kau bahkan tak menyebutkan Suju. Aish jeongmal. Neo jinjja!” teriak Kyuhyun frustasi.

Morin hanya menunjukkan tampang polosnya pada Kyuhyun yang justru semakin membuat Kyuhyun frustasi.

“Bagaimana mungkin aku punya kekasih yang bahkan sama sekali tak mengetahui sedikitpun informasi tentang grup kekasihnya,” desis Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal. “Sudahlah pergilah tidur karena aku juga akan tidur,” ucap Kyuhyun kesal lalu berbaring membelakangi Morin dengan sebelumnya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya dan tak menyisakan sedikitpun bagian tubuhnya yang kelihatan.

Morin yang melihat tingkah Kyuhyun hanya tersenyum simpul lalu juga menarik selimut Sungmin untuk semakin menenggelamkan tubuhnya.

Morin berbaring ikut membelakangi Kyuhyun, menatap lampu ruangan yang masih menyala. Dengan senyum menghiasi bibirnya, teringat perkataan Kyuhyun yang memintanya untuk hanya mempercayainya. Ini pertama kalinya Kyuhyun mengatakan kalimat sepanjang itu pada Morin, setidaknya sejauh yang Morin ingat. Dan ini pertama kalinya Morin mendengar Kyuhyun berkata manis padanya, itupun sejauh yang Morin ingat. Karena diingatan Morin sebelumnya hanya ada Kyuhyun yang sering mengolok-oloknya dan bertengkar dengannya walau hanya karena masalah kecil. Kyuhyun yang selalu mengatakan pada orang lain, setidaknya orang yang dia percaya kalau Morin adalah kekasihnya padahal sebenarnya tak ada hubungan apapun diantara keduanya. Kyuhyun yang beberapa hari yang lalu mengatakan pada Morin agar tak pernah meninggalkan Morin betapapun sulitnya berada di sampingnya. Kyuhyun yang juga mengatakan bahwa dia menyukai Morin beberapa hari yang lalu. Namun Kyuhyun hari ini tiba-tiba saja menjadi Kyuhyun yang sedikit manis, Kyuhyun yang mengatakan jangan pernah mempercayai orang lain selain dirinya karena hanya dirinyalah yang seharusnya dipercayai. Serta Kyuhyun yang tiba-tiba mengatakan bahwa Morin adalah kekasihnya bahkan sebelum Morin memberi balasan atas permintaan Kyuhyun agar tak meninggalkannya beberapa hari yang lalu. Meskipun pada akhirnya Morin dan Kyuhyun tetap bertengkar, namun sebenarnya pertengkaran itu bukanlah masalah yang besar. Walaupun demikian Kyuhyun hari ini tetap berbeda. Kyuhyun hari ini. Ya, Kyuhyun hari ini. Setan jenis apapun yang merasuki tubuh Kyuhyun hari ini, Morin benar-benar berterimakasih padanya.

-To be continue-


a/n:

kritik, saran atau pertanyaan silakan disampaikan di kolom komentar ^^

Advertisements