[Our Line] #7 Are We In Love

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Bangkok. 25 November 2012.

Kyuhyun duduk sambil melipat kedua tangannya di dada, mengamati member SHINee yang tengah melakukan reherseal sebelum SMTOWN Live nanti malam. Kyuhyun menatap intens pada setiap gerakan yang dilakukan Minho. Memperhatikan betapa bersemangatnya Minho melakukan reherseal.

“The way you are~” lengkingan suara Changmin di sampingnya membuat Kyuhyun tersentak dan menoleh pada Changmin. Kyuhyun baru sadar bahwa dirinya tidak sedang sendirian di tempat ini. Dan setelah mendengar lengkingan Changmin semua seolah kembali normal. Alunan lagu Sherlock cukup keras menghentak dari arah panggung beberapa meter dihadapannya.

“Uhuk uhuk uhuk,” Changmin menghentikan nyanyiannya karena batuk yang tiba-tiba menyerangnya.

Kyuhyun buru-buru meraih botol di sampingnya dan mengangsurkannya pada Changmin sambil menepuk-nepuk bahunya pelan.

“Simpan lengkinganmu sampai nanti malam,” gerutu Kyuhyun pada Changmin. “Ah tapi kau memang harus tetap berlatih agar nanti suaramu tidak sumbang.”

Changmin menoleh sambil melotot pada Kyuhyun yang hanya dibalas Kyuhyun dengan sentilan di kepala Changmin.

Alunan musik Sherlock kini berganti dengan Electric Shock disusul dengan vokal dari masing-masing member.

Kyuhyun menoleh ke arah panggung, memerhatikan Victoria untuk beberapa saat.

“Victoria~” ucap Changmin dengan nada menggoda.

Kyuhyun menoleh sewot ke arah Changmin menyebabkan Changmin menahan tawa gelinya.

“Kau jelek sumpah aku tak bohong dengan ekspresi seperti itu,” ucap Changmin pada akhirnya tak bisa menahan tawanya yang membahana.

Beberapa puluh meter dari tempat ChangKyu, Minho menoleh karena mendengar suara tawa Changmin dan dengan langkah lebar sambil tersenyum cerah dia berjalan untuk menghampiri kedua hyungdeulnya itu.

Minho melambai pada ChangKyu yang dibalas Changmin dengan lambaian sekilas karena masih sibuk dengan tawanya.

“Untuk apa kau kemari?” tanya Kyuhyun jutek.

“Hyung~ jangan berkata seperti itu pada dongsaeng tertampanmu ini,” manja Minho sambil berusaha menunjukkan aegyonya.

“Kau mengerikan,” hardik Changmin dan Kyuhyun bersamaan dengan tatapan ngeri melihat aegyeo Minho.

Sedangkan Minho hanya nyengir polos lalu merebut kertas lirik lagu yang dipegang Changmin. “Kau tidak hafal lagu ini?”

“Hanya untuk berlatih pronouncation,” jawab Changmin merogoh ponselnya untuk mengecek beberapa pesan masuk.

Minho mengangguk-angguk mengerti sambil berusaha membaca lirik lagu Just The Way You Are dengan tertarik dan sambil menyanyikannya dengan nada pelan.

Sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan Minho dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Cih!” dia ingat betapa Morin seperti gila mengidolakan Minho.

“Waeyo hyung? Apa suaraku terlalu buruk?” tanya Minho pada Kyuhyun yang sadar sejak tadi Kyuhyun hanya memperhatikannya.

Kyuhyun mengangguk. “Sangat buruk.”

“Hyung, setidaknya jangan mengatakan terlalu jujur padaku,” gerutu Minho tak terima.

Kyuhyun hanya menyeringai. “Changmin-ah! Bagaimana kalau kita ajak Minho berkolaborasi bersama kita?”

“Mwo?” kaget Changmin setelah memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.

“Jinjjayo?” pekik Minho penuh semangat.

Kyuhyun mengangguk sedangkan Changmin hanya menatap Kyuhyun dengan mata menyipit mencoba mencari tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan.

“Ayo kita berlatih,” ajak Kyuhyun saat member F(x) telah turun dari panggung.

“Jamkaman, aku akan menemui memberku sebentar,” ucap Minho lalu berlari menemui Taemin di ujung panggung yang sedang berbincang bersama BoA dan Donghae.

“Apa Minho akan bernyanyi bagian rapp?” tanya Changmin penasaran sambil berjalan menuju panggung.

Kyuhyun menggeleng. “Ani.”

“Lalu?”

“Dia akan menjadi lucky girl,” jawab Kyuhyun dengan senyum puas.

Changmin menatap Kyuhyun beberapa saat sampai akhirnya tertawa terbahak-bahak. “Aku setuju.”

-oooOooo-

Kyuhyun berjalan dengan langkah malas menuju kamar hotel tempatnya menginap. Beberapa kali dia menguap. Matanya sudah sedikit terpejam.

“Kyuhyunnie!”

Kyuhyun menoleh pada Donghae yang berlari-lari kecil ke arahnya.

“Aku mencarimu kemana-mana.”

“Wae?” tanya Kyuhyun sambil berusaha membuka pintu kamarnya lalu segera masuk setelah berhasil membukanya diikuti oleh Donghae.

“Aku akan tidur di kamarmu.”

“Tidurlah di kamarmu sendiri.”

“Shireo. Ryeowook dan Sungmin sudah terkapar bersama Eunhyuk di kamarku. Aku tidak mau tidur disana.”

“Aish! Kenapa pria-pria itu tidak tidur di kamarnya sendiri-sendiri,” gerutu Kyuhyun sambil melempar begitu saja tasnya ke sofa.

Sedangkan Donghae sudah melompat ke ranjang dengan ekspresi bahagia.

“Kau tak ingin mandi?” tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Mandilah duluan. Aku akan mandi setelahmu.”

“Kurasa aku tidak akan mandi,” jawab Kyuhyun ikut melemparkan diri ke ranjang disebelah Donghae.

“Baiklah. Kurasa kita tidak perlu mandi,” ucap Donghae yang dibalas anggukan setuju dari Kyuhyun.

Kyuhyun menatap pantulan dirinya dan Donghae di cermin besar yang ada tepat di seberang ranjang sambil menyipitkan mata, heran.

“Sejak kapan kita berganti kaos dengan gambar ini?” tanya Kyuhyun pada Donghae.

Donghae menatap Kyuhyun bingung.

“Kaos SMTOWN.”

Donghae mengangguk mengerti. “Kurasa sejak tahun ini. Wae?”

“Aku baru sadar hari ini kalau kaos kita bergambar kelinci,” ucap Kyuhyun.

“Ne. Kelinci menggigit wortel,” jawab Donghae tak terlalu tertarik.

“Dan itu mengingatkanku pada…”

“Morin,” jawab Kyuhyun dan Donghae serempak.

“Aigoo~ Bahkan Morin ada dimana-mana sekarang,” keluh Donghae yang hanya dibalas kekehan dari Kyuhyun karena sebenarnya dia sendiri juga berpikiran yang sama dengan Donghae.

-oooOooo-

Morin’s Home. 27 November 2012.

Morin menggigit wortelnya dengan gigitan besar sambil menonton televisi tapi sebenarnya pikirannya tidak fokus pada televisi itu. Berkali-kali Morin mendesah lalu menggaruk-garuk kepalanya kemudian menggigit wortelnya lagi.

Drrrttt..Drrrttt..

Morin menatap sengit nomor yang tertera di layar ponselnya. Dia masih kesal dengan Kyuhyun yang seenaknya saja mencium-cium Minho di SMTOWN Bangkok padahal Kyuhyun tahu betapa Morin sangat mengidolakan Minho.

“Kenapa kau menelponku malam-malam seperti ini?”

“Setidaknya kau bisa mengatakan halo saat aku menelpon. Biasakan itu,” kesal Kyuhyun mengingatkan.

“Aku tak ada waktu untuk berbasa-basi jadi katakan apa tujuanmu menelponku?” kini giliran Morin yang kesal.

“Kapan kau akan berlaku sopan padaku?”

“Nanti jika aku mau. Cepat katakan apa maumu. Aku sibuk.”

“Sibuk kau bilang? Siapa disini yang artis?” ejek Kyuhyun.

“Kau pikir hanya artis yang boleh sibuk. Menggelikan. Jadi katakan kenapa kau menelponku?” kesal Morin karena Kyuhyun sejak tadi berputar-putar.

“Tak jadi, lupakan saja aku pernah menelponmu,” ucap Kyuhyun dengan nada sangat kesal lalu sambungan telponpun terputus.

Morin mendengus kesal karena telpon yang diputus secara sepihak oleh Kyuhyun. “Tak bisakah dia berhenti bertingkah seperti anak kecil.”

-oooOooo-

Suju’s Dorm 11th Floor.

“Aish! Jinjja, gadis ini~” gerutu Kyuhyun gemas.

“Kenapa kisah percintaan kalian selalu dilingkupi dengan pertengkaran?” tanya Yesung heran pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam, tak peduli dengan pertanyaan Yesung.

Drrtt. . Drrtt. .

Ponsel Kyuhyun bergetar yang menyebabkannya terlonjak sedikit. Kyuhyun melirik sekilas siapa yang mengubungunya.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan tapi tak menjawab panggilannya. “Kutunggu sampai kau kesal baru aku akan menjawab panggilanmu,” ucap Kyuhyun pada layar ponselnya.

Getar panggilan berhenti kemudian disusul lagi dengan sebuah getar tanda pesan masuk.

From : Carrot Devil

Angkat telponku kalo tidak kau akan mati.

Ponsel Kyuhyun bergetar sekali lagi. Dan kali ini Kyuhyun menjawab panggilan bukan karena dia takut akan ancaman di pesan tadi, tapi karena dia sudah cukup merasa yakin orang yang menghubunginya kesal.

“Yeoboseyo,” jawab Kyuhyun menahan senyum.

“Aku baru saja akan merencanakan kematian yang pantas untuk seorang artis,” jawab Morin.

“Kenapa kau menelponku? Aku sedang sibuk. Sebaiknya kau cepat mengutarakan tujuanmu menghubungiku,” balas Kyuhyun sewot.

“Aku tak ada niat mengganggumu. Aku hanya ingin meminta nomor ponsel Donghae oppa.”

“Mwo? Kau menghubungiku hanya untuk itu?”

“Ini penting. Sangat penting malah. Aku kehilangan nomornya di ponselku.”

“Kenapa kau meminta nomor ponselnya?” selidik Kyuhyun.

“Setelah kau memberikannya aku akan memberitahumu.”

“Kau tidak akan macam-macam kan?”

“Memangnya apa yang kau pikir akan aku lakukan. Sudahlah jangan berbelit-belit. Cepat beritahu aku berapa nomor ponselnya? Dan aku akan langsung menutup panggilan begitu kau memberitahuku. Jadi kau bisa melanjutkan kesibukanmu sebagai artis,” kata Morin mengejek.

“Aku tak akan memberimu nomor ponselnya,” jawab Kyuhyun tegas.

“Ayolah. Aku akan membelikanmu seporsi besar jajangmyeon jika kau memberitahuku,” kata Morin mengajak berkompromi.

“Kau berusaha menyogokku. Aku tak bisa memberikan nomor ponsel seorang artis kepada sembarang orang.”

“Aish! Sudah lupakan aku pernah menghubungimu.”

Kyuhyun menatap ponselnya dengan cemberut. “Gadis ini~ lama-lama bisa membuatku stres,” gumam Kyuhyun.

Yesung, Sungmin dan Eunhyuk menatap Kyuhyun sambil menggeleng-geleng prihatin.

“Jangan ada yang mengangkat telepon maupun membalas sms dari si setan,” perintah Kyuhyun.

Semuanya hanya mengangguk dan tak berapa lama ponsel semua member bergetar 1 kali tanda ada sebuah pesan masuk.

Mereka membuka pesannya lalu memandang Kyuhyun.

Kyuhyun mengerti. “Jangan balas pesannya,” perintahnya lagi.

Mereka kembali mengangguk dan meletakkan ponselnya lalu melanjutkan kembali pekerjaan masing-masing.

“Kau mau main-main denganku?” ucap Kyuhyun tersenyum. “Kau mau coba menelpon member di lantai atas? Silakan kalau kau memang punya nomor mereka,” ucap Kyuhyun tersenyum puas.

-oooOooo-

Suju’s Dorm. 29 November 2012.

“Jika dia tak mau memberikan nomornya aku sendiri yang akan langsung menemuinya. Kau pikir aku bodoh,” ucap Morin menyeringai.

Morin memencet tombol 12 begitu memasuki lift. Morin memandang angka-angka yang berganti menunjukkan lantai gedung. Pintu lift terbuka di lantai 11, Morin mendongakkan kepala dan melihat Kyuhyun berdiri di luar pintu lift. Tak ada yang keluar ataupun masuk ke dalam lift, mereka berdua hanya saling pandang dan menunggu. Kyuhyun menunggu Morin keluar lift sedangkan Morin menunggu Kyuhyun masuk.

Kyuhyun buru-buru menahan pintu lift yang akan tertutup saat merasa sepertinya Morin tidak keluar. “Cepat keluar,” perintah Kyuhyun.

“Cepat masuk,” kata Morin bersamaan dengan Kyuhyun.

“Kau tak berniat menemuiku?” tanya Kyuhyun heran.

“Ani.”

“Jadi untuk apa kau kemari?”

“Aku akan ke lantai atas.”

“Untuk apa kesana?”

“Menemui Donghae oppa. Ada sedikit urusan.”

“Terserah kau saja,” ketus Kyuhyun lalu memindahkan tangan yang sejak tadi menahan pintu lift dan membiarkan pintu lift menutup.

Morin terkejut dengan yang dilakukan Kyuhyun lalu mengangkat bahu tak mau ambil pusing dengan hal itu. Pintu lift terbuka tepat di lantai 12. Morin keluar dan berjalan sepanjang koridor mencari pintu dorm Super Junior yang kini mulai dihafalnya lalu menekan bel. Tak lama kemudian pintu terbuka dan menampakkan Shindong.

“Oppa. Kau ada disini?” tanya Morin heran saat melihat Shindong yang membukakan pintu dorm untuknya padahal selama ini Shindong tidak ikut tinggal di dorm.

“Semalam aku tidur disini,” jawabnya singkat.

“Apa Donghae oppa ada di dalam?”

“Kau selalu menemukannya disini,” jawab Shindong memberi jalan Morin untuk masuk.

Morin menemukan Donghae yang sedang duduk sambil mendengarkan musik lalu langsung menghampirinya dan melepas sebelah earphone yang dikenakannya. “Oppa, kau tak sibuk hari ini?”

“Aish! Apa yang kau lakukan?” gerutu Donghae tak terima seseorang mengganggunya.

Morin hanya tersenyum dengan ekspresi polos pada Donghae.

“Kenapa kau kemari? Kurasa Kyuhyun tinggal di lantai sebelas bukan dua belas.”

“Karena aku kemari untuk menemuimu. Oppa, apa kau sibuk hari ini?”

“Ani.”

“Besok?”

“Ani. Wae?”

“Lusa?” tanya Morin lagi.

Kini Donghae hanya menatap Morin sambil menunjukkan wajah bosannya karena mendapat pertanyaan yang sama.

“Oh, syukurlah~ Oppa aku mohon bantuanmu,” ucap Morin bersungguh-sungguh.

Donghae mengangkat sebelah alisnya sedikit terkejut mendengar Morin meminta bantuan padanya. “Bantuan apa?”

Morin hanya tersenyum sebelum akhirnya menjawab.

-oooOooo-

Suju’s Dorm. 7 Desember 2012.

“Aku pulang~” seru Yesung dari arah pintu. “Apa kalian sudah makan malam?”

Sungmin menggeleng.

“Berita bagus. Aku membawakan makanan untuk kita semua,” ucap Yesung menunjukkan kantong penuh dengan makanan.

“Ayo kita ke lantai atas. Kurasa disana juga tidak ada makanan, itu kalau Ryeong memang malas untuk memasak,” saran Eunhyuk.

Yesung mengangguk lalu berjalan keluar bersama Eunhyuk dan Sungmin.

“Kyuhyunnie, kau tak mau ikut bersama kami?” tanya Sungmin.

“Ne~” seru Kyuhyun berjalan menyusul hyungdeulnya tanpa mengalihkan tatapan dari layar PSPnya.

Tring.

Mereka akhirnya tiba di dorm lantai atas yang ternyata hanya ada Ryeowook dan Kangin.

“Donghae odika?” tanya Eunhyuk.

“Sedang keluar,” jawab Kangin dengan mulut penuh ayam goreng.

“Dengan Morin,” imbuh Kangin.

“Dengan Morin?” balik tanya seluruh member.

Kangin hanya mengangguk masih terus menikmati ayamnya.

Semua member kini menoleh pada Kyuhyun.

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan tatapan datar.

“Kemana memangnya mereka pergi?” tanya Sungmin pada Kyuhyun.

“Mana kutahu.”

“Kau tidak curiga kekasihmu pergi berdua dengan pria lain?” tanya Eunhyuk memanas-manasi.

“Memangnya apa yang ikan dan kelinci bisa lakukan?” balas Kyuhyun tak antusias menyebabkan Eunhyuk malas melanjutkan untuk menggoda Kyuhyun.

-oooOooo-

Somewhere. 9 Desember 2012.

“YA! Jangan keluarkan dulu, sudah kubilang dari awal tunggu sampai tepat waktu,” teriak Donghae pada Morin yang ada dihadapannya.

“Ini hanya kurang beberapa detik saja,” bela Morin.

“Tetap saja nanti tidak akan jadi. Sekarang cepat lakukan proses selanjutnya,” perintah Donghae.

“Arraseo,” jawab Morin walau dengan kesal.

“Hari ini hari D dan kau sama sekali belum pandai melakukannya. Ya! Ya! Ya!” seru Donghae.

“Apa lagi sekarang?” balas teriak Morin.

“Bagaimana mungkin kau melakukannya seperti itu. Ini benar-benar tak ada indahnya sama sekali. Kau memang tak berbakat. Lebih baik beli langsung jadi saja daripada seperti ini.”

“Tapi setidaknya aku harus membuatnya terkesan.”

“Kau pikir pria itu akan terkesan hanya karena sebuah kue ulang tahun buatan tanganmu? Buka matamu lebar-lebar. Di luar sana banyak sekali gadis-gadis sepertimu yang sedang mengantri untuk memberi kado bahkan lebih mahal dari harga sebuah kue tart.”

“Sebenarnya kau niat mengajariku atau tidak?”

“Aish! Jinjja! Tidak bisakah kita berbicara dengan nada santai?” kesal Donghae berkacak pinggang.

“Kau sendiri yang memulainya.”

“Kau benar-benar gadis keras kepala. Sudah lanjutkan saja pekerjaanmu. Kau benar-benar membuang-buang waktuku.”

“Oh ayolah, demi calon adik iparmu ini.”

“Adik ipar? Kau pikir Kyuhyun akan mau menikahimu?”

“Aniyo. Choi Minho akan menjadi calon suamiku.”

-oooOooo-

Suju’s Dorm.

“Ayolah oppa~” rengek Morin masih sambil mengikuti Donghae menuju dorm.

“Shireo. Kau pergilah bersama teman-temanmu. Jangan manfaatkan aku,” kekeuh Donghae.

“Sekali ini saja kumohon.”

“Sekali ini saja tahun ini. Lalu tahun depan?” tanya Donghae kini sudah berada di dalam dorm.

“Aniyo. Sekali ini saja. Aku janji. Tidak ada lagi tahun depan. Aku bersumpah.”

Donghae menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Morin. “Yaksok?”

“Yaksok.”

Donghae lalu mengangguk lalu mengambil alih kue tart yang dipegang Morin.

“Kau sungguh tampan oppa.”

“Cih! jadi pujian itu pengganti jasa kurirku ini?”

“Aniyo. Kau memang tampan.”

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?”

“Eh?” Morin menoleh ke arah sumber suara dan melihat Eunhyuk tersenyum dengan jail padanya disana. Bukan hanya Eunhyuk tapi juga Kyuhyun Yesung serta Kangin.

“Dia juga tampan. Aku akan pulang. Annyeong,” pamit Morin membungkuk pada semuanya lalu berjalan keluar dorm. Dia masih kesal pada Kyuhyun.

“Kenapa dia buru-buru sekali?” tanya Kangin heran.

“Aku akan kembali ke bawah,” ucap Kyuhyun beranjak dari duduknya.

“Mereka berdua? Ah, aku tahu.”

-oooOooo-

Morin berjalan dengan jengkel di jalanan menuju halte bis lalu menendang kerikil cukup besar hingga mengenai tong sampah yang menyebabkan kucing yang bersembunyi di dalamnya melengking keras yang mengakibatkan bulu kuduknya meremang hebat.

“Cho Kyuhyun bodoh aku benar-benar kesal padamu.”

Tiba-tiba sebuah mobil menghampiri Morin dan berhenti dengan kaca mobil terbuka.

“Masuklah,” perintah Kyuhyun tanpa ekspresi.

Morin pura-pura tak mengenalinya dan terus berjalan tak mempadulikan Kyuhyun.

Mobil Kyuhyun berjalan membuntuti Morin dan berhenti di samping Morin lagi.

Walaupun Morin masih merasa kesal tapi akhirnya dia tetap menuruti perintah Kyuhyun. Setidaknya dia tidak perlu keluar uang untuk ongkos naik bus *lol*

Kyuhyun mengendarai mobilnya dalam diam. Morinpun melakukan hal yang sama. Dia tak ada niat mengajak Kyuhyun mengobrol. Dan begitupun sebaliknya.

Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Kyuhyun menghentikan mobil di sebuah taman sekitar daerah tempat tinggal Morin. Tempat dimana dia sering menurunkan Morin. Bahkan sampai sekarang pun Kyuhyun masih belum tahu yang mana rumah Morin diantara banyak rumah yang berjejer tersebut. Pasti ada alasan tersendiri kenapa Morin tak pernah meminta Kyuhyun menghentikan mobilnya tepat di depan rumahnya.

“Terimakasih untuk tumpangannya,” ucap Morin bersiap turun dari mobil.

“Bisakah kita bicara sebentar? Disana?” tanya Kyuhyun pada Morin lalu menunjuk ke arah taman dengan dua pasang ayunan.

Morin baru hendak mengatakan apakah itu tak apa bagi Kyuhyun tapi Kyuhyun telah turun dari mobil dengan sebelumnya memakai kupluk jaketnya dan masker hitam.

“Bahkan di saat gelappun masih harus menggunakan masker,” gumam Morin geleng-geleng lalu ikut turun mengikuti Kyuhyun.

Kyuhyun duduk di salah satu ayunan, menggerak-gerakkan ayunannya sambil menengadah pada langit.

Morin juga melakukan hal yang sama dengannya.

“Jadi,” gumam Kyuhyun.

“Jadi?” tanya Morin bingung.

“Jadi apa penjelasan untuk semua ini?”

“Mwo?” tanya Morin lagi bingung. Entah ini karena memang perkataan Kyuhyun yang membingungkan atau dia yang tak sensitif tapi Morin memang tak tahu dengan apa yang dimaksud Kyuhyun.

“Kau dan Donghae.”

“Ne?” Morin masih bingung dengan omongan Kyuhyun.

“YA! Im Morin. Kau tahu, kau selalu mematikan moodku saat aku bersamamu,” Kyuhyun menoleh pada Morin dengan kesal.

“Aku tidak tahu apa yang kau maksud jadi katakan yang jelas,” balas Morin tidak kalah kesal menatap ke arah sepasang mata milik Kyuhyun. Hanya sepasang mata itu yang mampu dilihat Morin dari wajah Kyuhyun.

“Kau dan Donghae. Apa yang sebenarnya kalian lakukan?” tanya Kyuhyun memandang penuh selidik pada Morin.

“Ah itu. Hanya sedang belajar membuat kue ulang tahun karena kudengar dia baru saja kursus menjadi pattisier,” jawab Morin antusias. “Dan ah. Hari ini ulang tahun Minho, kenapa kau masih disini?” tanya Morin.

“Memangnya kenapa?” balik tanya Kyuhyun.

“Donghae oppa bilang kalian akan pergi keluar hari ini.”

“Ya! Kelinci. Seandainya aku yang ulang tahun apa kau akan sesibuk ini belajar membuat kue?”

Morin hanya mengangkat bahu. “Entahlah. Kurasa iya kalau aku tidak sibuk.”

Kyuhyun hanya menghela nafas mendengar jawaban jujur dari gadis di sampingnya ini. Dia benar-benar tak pernah bisa ditebak.

“Dan kenapa kau sekarang memanggilku kelinci? Kau pikir aku mirip kelinci, hah?”

“Menurutmu bagaimana?” balik tanya Kyuhyun.

“Ya sudahlah tak apa. Asalkan besok-besok jangan memanggilku monyet, kudanil, beruang kutub, anjing laut dan atau apalah nama hewan-hewan di dunia ini.”

Kyuhyun hanya terkekeh mendengar gerutuan Morin.

“Ah, aku lupa,” pekik Morin.

“Apa?”

“Seharusnya aku sekarang sedang marah padamu.”

“Mwo?”

“Beberapa hari yang lalu aku baru saja melihat video penampilanmu di SMTOWN Bangkok dan aku tak terima kau mencium-cium dan memeluk Minho seperti itu. Aku yakin ini pasti ide konyolmu. Tapi berhubung aku lupa kalau sedang marahan denganmu jadi lupakan saja. Aku tidak mau marah-marah hari ini karena hari ini hari spesial.”

Kyuhyun hanya tertawa hambar mendengar ucapan Morin.

“Aaaa~ bintang jatuh. Ayo buat sebuah permohonan,” ucap Morin ke arah langit dimana secercahk cahaya terang baru saja berkelebat. “Sebenarnya aku tak percaya dengan hal seperti itu tapi hari ini aku ingin mencobanya,” ucap Morin mulai memejamkan matanya sambil menautkan tangan di depan dadanya.

Kyuhyun memperhatikan Morin beberapa saat lalu mengikuti apa yang dilakukan Morin.

Beberapa saat hening.

Mereka berdua membuka mata bersamaan dan saling menoleh.

“Apa permohonanmu?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Itu rahasia,” jawab Morin.

“Sejak kapan kau punya rahasia denganku?”

“Sungguh kau ingin tahu?” balik tanya Morin.

Kyuhyun mengangguk dengan serius.

“Aku berharap jodohku adalah Cho….,” Morin menghentikan ucapannya saat melihat Kyuhyun menatapnya semakin serius.

“Aku berharap jodohku adalah Choi Minho,” jawab Morin tersenyum licik.

“Kau bilang siapa barusan? Choi Minho?” tanya Kyuhyun.

Morin berdiri dari duduknya hendak berlari namun langkahnya terhenti karena Kyuhyun menarik rambutnya.

“Kau mau mengajakku berkelahi hah?”

“Ya. Ya. Ya. Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan?”

“Berani-beraninya kau mengatakan hal itu hah,” desis Kyuhyun beralih meraih leher Morin.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku akan membunuhmu. Dan menyeretmu ke neraka.”

“Jangan bunuh aku sekarang. Aku bahkan belum mengungkapkan perasaanku pada Minho.”

“Kau masih berani menyebut namanya hah?” tanya Kyuhyun sekarang benar-benar menekan tangannya di leher Morin.

Morin buru-buru membalikkan badannya menghadap Kyuhyun dan tiba-tiba tanpa aba-aba Morin mengecup pipi Kyuhyun.

Kyuhyun diam mematung di tempatnya, sedangkan Morin yang juga kaget dengan apa yang dilakukannya hanya bertingkah seolah tak terjadi apa-apa.

“Kurasa besok aku akan terlambat ke kampus,” ucap Morin seperti tak pernah terjadi apa-apa lalu melambaikan tangannya pada Kyuhyun. “Annyeong.”

Kyuhyun hanya diam dan masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Apa tadi benar-benar Morin yang melakukannya? Ini adalah skinship terjauh mereka.

Kyuhyun menyentuh pipinya yang kini mulai memanas lalu tersenyum.

“Gadis bodoh,” ucapnya terkekeh.

-oooOooo-

Morin berjalan sambil menggaruk-garuk kepalanya.

“Pabo. Apa yang kau lakukan,” gerutu Morin pada dirinya sendiri sambil menggeleng-geleng. Dia benar-benar malu jika membayangkan apa yang sudah dia lakukan tadi.

Tapi sedetik kemudian Morin akhirnya tersenyum mengingatnya. Itu benar-benar lucu.

“Honey.”

Morin menghentikan langkah untuk semakin mendekati gerbang rumahnya saat mendengar suara seseorang di belakangnya lalu berbalik dengan terkejut.

-oooOooo-

“Aaaa~ bintang jatuh. Ayo buat sebuah permohonan,” ucap Morin ke arah langit dimana secercah cahaya terang baru saja berkelebat. “Sebenarnya aku tak percaya dengan hal seperti itu tapi hari ini aku ingin mencobanya,” ucap Morin mulai memejamkan matanya sambil menautkan tangan di depan dadanya.

‘Tuhan, selalu limpahkanlah kesehatan pada Cho Kyuhyun. Selalu berikanlah kebahagiaan kepadanya. Dan jika kami berjodoh semoga Engkau akan selalu melimpahkan kebahagiaan kepada kami. Amin.’

‘Tuhan, sebenarnya aku tak tahu harus berdoa apa saat ini. Jadi aku akan meminta sedikit hal yang menggelikan. Semoga engkau mengambulkan apapun doa yang dipanjatkan Morin saat ini. Amin.’

-to be continue-


a/n:

gomawo bagi yang udah baca. masih setia menunggu komen dari kalian *bow*

Advertisements