Immortals Series : Evermore

by monamuliaa

Sore-sore, hujan pula iseng-iseng nulis-nulis dan jadilah ini.

Judul Novel                : EVERMORE

Pengarang                  : ALYSON NOEL

Penerbit                      : St. Martin’s Griffin

Kota Terbit                : New York

Tahun Terbit              : 2009

Tebal Halaman          : 390 halaman

 

“Apa kau mencintaiku?” tanyanya.

Aku mengalihkan tatapanku. Aku sadar aku mencintainya, dengan setiap helai rambut, sel kulit, bahkan tetesan darahku. Aku dipenuhi dengan rasa cinta yang begitu melimpah, namun tak mampu mengucapkannya. Tapi toh jika dia sungguh-sungguh punya kemampuan khusus membaca pikiran maka aku tak perlu lagi mengatakannya. Seharusnya dia bisa langsung tahu.

“Selalu lebih menyenangkan saat diucapkan,” ujarnya.

Sinopsis.

Ever Bloom, gadis berusia 16 tahun yang awalnya memiliki kehidupan sempurna, dia cantik, memiliki keluarga yang menyayanginya, termasuk tim pemandu sorak di sekolahnya, memiliki seorang sahabat karib, tidak pernah terkucilkan dari kehidupan sosial di sekolahnya, dan juga berpacaran dengan pria populer di sekolahnya. Namun semua itu berubah semenjak kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya, adik perempuannya –Relay– dan juga anjing kesayangannya –Buttercup. Kecelakaan yang juga hampir merenggut nyawanya –jika saja seorang pria asing tidak menemukannya di tempat asing hingga tiba-tiba dia telah terbangun di rumah sakit– tersebut kini merubah seluruh kehidupannya. Kini dia harus tinggal dengan Sabine –satu-satunya keluarga yang dimiliki Ayahnya yang juga merupakan saudari kembar ayahnya-dan pindah tempat tinggal dari yang sebelumnya di Eugene, Oregon menuju Laguna Beach, California. Di rumah barunya, Ever mendapatkan hal-hal yang diinginkan gadis-gadis pada umumnya bahkan mungkin gadis-gadis rela menyerahkan segalanya untuk mendapatkan apa yang dimiliki Ever di rumah barunya. Di kamarnya, Ever mempunyai barang biasa seperti tempat tidur, lemari dan sebuah meja. Dia juga memiliki TV layar datar, sebuah ruang lemari yang dapat dimasuki, sebuah kamar mandi luas dengan bak jacuzzi dan ruang pancuran yang terpisah, sebuah balkon berpemandangan laut yang luar biasa dan sebuah ruang duduk/bermain pribadi dengan lagi-lagi TV layar datar, sebuah bar, microwave, kulkas mini, mesin pencuci piring, stereo, sejumlah sofa dan meja, serta kursi-kursi beanbag. Juga berpindah dari SMA lamanya di Eugene yang menjadikannya siswa populer ke SMA Bay View di Laguna Beach dan menjadi siswa yang terkucilkan bersama dua sahabat barunya –Miles dan Haven– yang juga terkucilkan. Setiap hari dia harus bersabar mendapatkan hinaan dari 3 orang terpopuler –Stacia, Honor dan Craig. Ditambah lagi kemampuan luar biasa yang dimilikinya yakni dapat mendengar pikiran orang lain, melihat aura mereka, dan mengetahui seluruh kisah hidup seseorang hanya dengan menyentuhnya. Ever berusaha sebisa mungkin untuk menghindari kontak dengan manusia dan menekan kemampuannya. Dulu ketika kehidupan Ever masih ‘normal’ mungkin dia akan menganggap hal semacam itu luar biasa namun setelah dia memiliki kemampuan luar biasa tersebut justru membuatnya ingin mendapatkan kehidupannya yang ‘normal’ kembali. Meskipun demikian Ever sama sekali belum bisa bangkit dari kesedihan karena kehilangan keluarga tercintanya hingga Riley, adik perempuan satu-satunya yang telah meninggal muncul dalam hidupnya dan berinteraksi dengannya layaknya sebelum Riley meninggal sedikit mengurangi rasa sedih yang dirasakan Ever.

Suatu hari seorang pria hampir sempurna –tampan, sexy, eksotis, pandai dan kaya– bernama Damen Auguste yang baru saja pindah ke SMA Bay View menarik perhatian Ever. Bukan hanya karena kesempurnaan yang dimilik Damen tapi juga karena Damen mampu membungkam semua kebisingan dan energi acak di kepala Ever hanya dengan suara dan sentuhannya yang membuat Ever nyaman ditambah lagi setiap bunga tulip merah yang diberikan Damen pada Ever setiap hari meskipun Ever tak pernah tahu apa artinya itu membuat Ever semakin tertarik lebih dalam pada pesona Damen. Dia jatuh cinta pada Damen. Bahkan Ever juga mulai cemburu, tidak suka dan curiga pada Drina, seorang perempuan sangat cantik yang disebut Damen sebagai partner. Selain itu Drina juga seperti telah merubah kepribadian Haven salah seorang sahabat Ever menjadi seseorang yang sangat berbeda.

Sejak Ever berkenalan dengan Damen hingga menjadi akrab dan menjalin hubungan yang lebih spesial, Ever justru semakin penasaran dengan kehidupan Damen. Puluhan pertanyaan muncul di kepala Ever karena merasa kehidupan Damen penuh dengan rahasia yang mencurigakan. Juga karena perkenalan Ever dengan Ava, seorang cenayang yang bersikeras menawarkan bantuan atas kelebihan yang dimiliki Ever tapi sama sekali tak diacuhkan oleh Ever. Yang pada akhirnya Ever mengetahui bahwa Ava dan Relay sering bertemu untuk berbicara. Ever penasaran dengan ‘Minuman Merah’ yang selalu diminum Damen dan Ever juga sadar bahwa ternyata Damen jarang sekali makan, bahkan bisa dikatakan tidak pernah makan. Ever juga berpikir bahwa Damen adalah VAMPIRE hingga suatu malam dimana Ever dapat pergi ke rumah Damen atas bantuan Relay –dengan kemampuannya keluar masuk ke semua tempat. Di rumah Damen, Ever menemukan beberapa bukti tentang ‘persahabatan’ Damen dengan banyak tokoh terkenal dunia yang telah meninggal berabad-abad yang lalu –seperti Picasso, Van Gogh, William Shakespeare dan Emily Bronte. Ditambah lagi dengan Ever yang menemukan Damen di lantai dengan pakaian terkoyak, wajah berceceran darah sementara Haven meronta dan mengerang di bawah tubuhnya.

Keesokan paginya, Ever terbangun di ranjang di kamarnya sendiri dan sama sekali tidak ingat dengan kejadian malam sebelumnya. Namun pada akhirnya Ever tahu bahwa ternyata Damen bukanlah VAMPIRE melainkan IMMORTAL (manusia yang hidup kekal). Dan Ever juga tahu bahwa pria asing yang menemukannya saat hampir kehilangan nyawa itu adalah Damen, ya Damenlah yang membawa Ever kembali ke kehidupan, merubah semua takdir yang telah digariskan untuknya.

Komentar.

Jujur pertama kalinya menyentuh *ceile menyentuh* novel ini (red : Evermore) aku lebih tertarik dengan kalimat ‘The #1 New York Times Bestseller’ yang tercetak dengan huruf capital di bagian teratas sampul depan sebelum akhirnya membaca secuil review yang tertulis di sampul belakang sambil bergumam “Tema familiar. Kisah cinta remaja enam belas tahun.” Tapi hal yang lebih menarik ya karena bestseller itu. Siapa sih yang tidak tergoda dengan tulisan bestseller hingga punya pemikiran “Sebagus apasih sebenarnya bukunya?” jadilah akhirnya aku mengambil Evermore.

Fyi ya, buku ini telah terbit sejak 2009 lalu dan aku baru saja baca tahun 2013. Beneran tahun 2013, tepatnya tanggal 1 Januari 2013. Keren kan? Hehe.

Saat membaca lembaran pertama novel ini aku langsung teringat The Twillight Saga. Karena apa? Karena pengenalan tokoh awalnya sedikit mirip Twillight, seorang gadis yang baru pindah ke suatu daerah baru yang asing (tiba-tiba teringat Kristen Stewart) selanjutnya bertemu dengan pria hampir sempurna (Robert Pattinson yang tampan itu muncul dalam imajinasi) lalu ya begitulah mereka sama-sama suka tapi hubungan mereka dipenuhi misteri terutama dari sang cowok ditambah lagi dengan beberapa bukti menunjukkan bahwa pria itu juga vampire. Tapi lama-lama aku merasa buku ini beneran keren abis! Aku terbius oleh kata-kata yang tercetak dalam setiap lembarnya. Novel ini bener-bener kisah cinta yang penuh misteri dan novel ini sungguh-sungguh membuat ketagihan seperti yang tertulis di lembar pujian. Aku yang awalnya sudah mengira kalau Damen itu adalah Vampire salah total, ternyata dia adalah Immortal. Ya walau gak jauh-jauh amat berbeda sih. Tentang keabadian dan kisah cinta selama berabad-abad. Tapi bagaimanapun juga buku ini beneran keren. Jadi bagi para penggemar The Twillight Saga jangan lewatkan buku ini 🙂

Ohya, satu yang membuat aku kesal dengan buku ini. Apa itu? Tidak ada daftar isinya pemirsa. Argh! Kesal banget kan? Di saat aku lupa tidak menandai sampai mana terakhir kali aku membaca jadilah aku kerepotan untuk mencari halamannya -_-

Tapi secara keseluruhan buku ini keren. Suka. Mungkin novel ini bisa jadi the next Twilight 🙂

Ps : Aku sudah baca seri selanjutnya tapi malas menulis resensinya, namanya ini juga iseng.

Advertisements