[Our Line] #9 More Than ‘I Love You’

by monamuliaa

Our Line cover

Chapter ║ Friendship, Comedy, Romance

Cho Kyuhyun (Super Junior) ║ Im Morin (OC)

 

.

 

Suju’s Dorm 11th Floor. 6 January 2013.

“Jadi untuk beberapa bulan nanti kau akan tinggal di China? Berapa bulan tepatnya?”

Kyuhyun yang tengah memasukkan beberapa barang-barangnya pada backpack hitam di ruang tengah menoleh pada Morin. “Dan sejak kapan kau mulai peduli padaku?”

Morin hanya mendengus pelan sambil berkomat-kamit tapi tak satupun kata yang keluar dari mulutnya.

“Mungkin kami akan berada di China selama 4 bulan, entahlah aku tak tahu pasti,” jawab Kyuhyun pada akhirnya.

“Dan dalam waktu selama itu kau tidak akan pernah pulang ke Seoul?”

“Kenapa kau cerewet sekali hari ini,” kesal Kyuhyun pada Morin.

Morin hanya mengacak-acak rambutnya kesal bukan pada Kyuhyun, karena Kyuhyun yang selalu bersikap jutek padanya itu sudah biasa baginya tapi dia kesal pada dirinya sendiri.

“Bagaimana dengan Radio Star? Apa kau tidak akan recording?”

“Tentu saja aku akan recording. Aku akan kembali ke Seoul lalu kembali lagi ke China,” jawab Kyuhyun dengan santainya.

“Ngomong-ngomong ada yang melihat earphoneku?” Eunhyuk berseru dari arah lain ruangan.

“Ani,” jawab Kyuhyun singkat.

“Dan kau pangeran waffle, apa kau melihatnya?” tanya Eunhyuk pada Donghae merujuk pada cafe waffle baru milik Donghae.

Donghae yang tengah memakan apel merah sambil memainkan ponselnya hanya menggeleng tampak tak terlalu peduli pada pertanyaan Eunhyuk.

“Lalu bagaimana dengan Sungmin oppa dan Ryeowook oppa? Bukankah mereka ada jadwal Sukira setiap hari?” tanya Morin kembali ke topik kepergian Kyuhyun ke China.

“Dengarkan! Aku hanya akan menjawabmu sekali saja. Kami semua akan pergi ke China untuk promosi SJM dan untuk jadwal lain kami belum tahu, semua akan diatur menejer hyung jadi berhentilah bertanya hal-hal seperti itu lagi,” jawab Kyuhyun tampak ingin mengakhiri interogasi Morin yang dirasanya tak terlalu penting.

Morin hanya mengangguk dengan lemah.

“Ngomong-ngomong bukankah ini musim ujian perkuliahan? Dan kenapa kau masih sibuk bersenang-senang seperti ini?

“Mworago? Bersenang-senang?”

“Lupakan. Kau memang pasti hanya akan mengandalkan jawaban dari teman-temanmu.”

“Anio~ tentu saja aku akan berusaha keras.”

“Baguslah kalau begitu. Kekasihmu ini sungguh pintar jadi kau harus menjadikannya teladan,” ucap Kyuhyun dengan santainya membanggakan dirinya sendiri.

“Cih!” Morin hanya mendengus.

“Kenapa kau sangat ingin tahu?”

“Ne?” Morin memastikan bahwa Donghae lah yang bertanya padanya karena wajahnya masih tetap fokus pada layar smartphonenya.

“Kenapa kau sangat ingin tahu tentang berapa lama Kyuhyun di China?” ulang Donghae kini menoleh pada Morin.

“Gwenchana,” jawab Morin buru-buru menggeleng. “Beri aku apel juga. Atau cola. Yesung Oppa sering membawa pulang cola dari rumahnya.”

“Hanya tinggal satu ini di dalam kulkas. Dan apa kau lupa Yesung hyung tidak tinggal di dorm lagi.”

“Ah, aku lupa,” gumam Morin pelan. “Aih, yang benar saja artis kaya seperti kalian tak punya apa-apa di dalam kulkas.”

“Kami akan pergi lama jadi untuk apa menyimpan banyak makanan di dalam kulkas,” jawab Eunhyuk masih sambil sibuk mencari earphone baru miliknya yang tiba-tiba saja menghilang.

“Ah. Kau benar.”

“Apa kau akan merindukan Kyuhyun?”

“Mwo?” seru Morin pada Donghae.

“Apa Im Morin akan merindukan Cho Kyuhyun jika Cho Kyuhyun berada cukup jauh darinya untuk waktu yang cukup lama?” Donghae mengulang pertanyaannya dengan lebih jelas.

“Hahahaha, yang benar saja. Tentu saja tidak. Aku tidak berkata seperti itu,” jawab Morin dengan tawa hambar.

“Kau mungkin tidak mengatakannya tapi kau memikirkannya,” sahut Eunhyuk yang sepertinya sekongkol dengan Donghae untuk menggoda Morin.

Sedangkan Kyuhyun hanya diam saja sambil menggeleng-nggeleng mendengar godaan Eunhyuk dan Donghae. Selain adu mulut dengannya, Morin juga sangat sering saling mengolok dengan Eunhyuk juga Donghae jadi dia tak mau terlalu peduli dengan semua itu.

“Ani. Aku hanya penasaran bagaimana dengan jadwalnya. Jika dia harus bolak balik China Seoul itu pasti akan sangat melelahkan.”

“Dan apa sekarang kau mulai perhatian pada uri Kyuhyunnie,” goda Donghae lagi meletakkan ponselnya di atas meja tampak seperti dia telah menemukan mainan baru untuk mengisi kebosanannya dengan menggoda Morin.

“YA! Lee Eunhae!”

“Oh?” Donghae, Eunhyuk juga Kyuhyun menoleh pada Morin.

Sedetik berlalu sampai akhirnya semua dari mereka tertawa.

“Maksudku Lee Donghae. Pabo!” ucap Morin merutukki kebodohannya sendiri.

Donghae hanya melempar bantal sofa pada Morin karena kebodohannya masih dengan tertawa tapi Morin mampu menghindar dengan tepat.

“Ya! Morin-ah berdiri!” perintah Eunyuk tiba-tiba.

“Wae?” tanya Morin bingung tapi pada akhirnya menuruti perintah Eunhyuk.

“Huaaa, itu earphoneku dan kau mendudukinya selama berjam-jam tapi tak menyadarinya,” seru Eunhyuk menunjuk pada earphonenya.

Morin hanya nyengir seperti tak berdosa pada Eunhyuk sambil menggaruk-nggaruk rambutnya.

-oooOooo-

Kyuhyun menghentikan mobilnya di dekat taman yang menjadi tempat biasanya dia menurunkan Morin.

Cukup lama Morin tak juga turun dari mobil.

“Kau mau ikut aku kembali lagi ke dorm?” sindir Kyuhyun.

“Uhm, apa kau mau mampir untuk minum teh?” tawar Morin ragu-ragu.

Kyuhyun sontak menoleh tak percaya dengan tawaran yang baru saja meluncur begitu saja dari mulut Morin. Ini pertama kalinya Morin menawari Kyuhyun untuk mampir ke rumahnya.

“Mungkin lain waktu. Aku tahu kau sibuk,” ucap Morin menjawab pertanyaannya sendiri padahal Kyuhyun belum menjawabnya.

“Aku sangat lapar. Mungkin kau bisa menghidangkan beberapa makanan lezat untukku.”

Morin mendengus mendengar  jawaban Kyuhyun yang terkesan berbelit-belit. “Satu belokan lagi dan kita akan tiba.”

Kyuhyun mengangguk mengerti lalu melajukan mobilnya seperti yang dikatakan Morin.

“Turunlah! Mungkin aku bisa membuatkanmu jus wortel,” ucap Morin lalu mendorong pintu mobil terbuka.

Kyuhyun menoleh ngeri mendengar ucapan Morin. Sedangkan Morin hanya berusaha menahan kekehannya.

Morin lalu menggeser gerbang rumahnya diikuti Kyuhyun yang berjalan patuh di belakangnya.

Kyuhyun mulai takjub begitu tiba di balik gerbang. Rumah Morin besar dan berdiri kokoh dihadapannya. Untuk menuju kesana mereka masih harus melewati sepetak halaman berumput hijau rapi. Di arah kanan halaman terdapat sebuah kolam ikan dan sepasang lampu taman berbentuk bulat di kanan dan kiri kolam. Selain itu di dekat kolam juga terdapat dua buah kursi serta meja taman yang biasa digunakan untuk minum teh di pagi atau sore hari. Kemudian mereka harus menaiki undakan tangga rendah sebelum akhirnya benar-benar berdiri di depan pintu kayu berukir.

Morin mendorong pintu rumahnya hingga terbuka dan Kyuhyun tak kalah takjub begitu melihat interior rumah. Rumah itu benar-benar bergaya seni tinggi, interior bergaya sederhana namun classic tapi tak mengurangi kesan keindahan. Dapat ditebak seorang arsitektur ternama disewa khusus untuk membangun rumah itu.

Morin meletakkan sepatunya di rak dan berganti dengan sandal rumah lalu menaruh sandal rumah satu lagi di dekat kaki Kyuhyun

“Kau yakin aku harus mengenakan ini?” tanya Kyuhyun memerhatikan sandal rumah berbentuk kelinci berwarna putih menyebabkan Morin hanya terkekeh lalu mengambil sandal rumah lain yang lebih normal untuk Kyuhyun.

“Duduklah,” ucap Morin sedikit canggung karena jujur saja ini pertama kalinya Morin mengajak seorang pria untuk berkunjung ke rumahnya.

“Aku akan ke kamar sebentar,” lanjutnya lalu berjalan, atau mungkin sedikit berlari menaiki tangga menuju kamarnya menyebabkan bunyi khas ketukan pada kayu.

Kyuhyun berjalan ke arah lemari dengan tumpukan beberapa majalah -yang ternyata hanya dipenuhi oleh majalah bisnis- lalu mengambil salah satu majalah dengan cover seorang pria berjas yang tengah tersenyum ke arah kamera.

“Investor New York di China Central Insurance,” Kyuhyun membaca judul artikelnya namun tak berniat membacanya lebih lanjut karena dia tak terlalu tertarik dengan dunia bisnis.

Tapi Kyuhyun justru tertarik pada foto pria di cover majalah tersebut.

“Matanya tidak asing,” gumam Kyuhyun menatap mata pria itu lalu segera meletakkannya kembali ke rak setelah tak mampu mengingat dimana dia pernah melihat atau bertemu mata yang sama dengan pria tersebut.

Selanjutnya Kyuhyun berjalan ke arah ruang televisi dengan sebuah televisi layar datar berukuran 29” terduduk dengan anggunnya di topang sebuah lemari kaca dengan beberapa DVD di dalam lemari kaca tersebut.

Kyuhyun beranjak mendekati sofa di seberang televisi yang berwarna pastel lalu memilih untuk menghempaskan diri di ujung sofa sebelah kiri.

Tak berapa lama terdengar langkah kaki Morin dari belakang kemudian duduk di sofa yang sama dengan yang di duduki Kyuhyun -lebih tepatnya di ujung sofa sebelah kanan.

“Apa kau sibuk setelah ini?” tanya Morin menarik sebuah bantal sofa lalu menaruhnya di pangkuannya.

Kyuhyun hanya menggeleng.

Morin mengangguk-angguk paham. “Baiklah, kalau begitu ayo ke dapur. Aku akan membuatkanmu teh,” ucap Morin beranjak menuju dapur yang diikuti dengan patuh oleh Kyuhyun.

“Apa kau punya wine?” tanya Kyuhyun mensejajari langkah Morin.

“Aniyo,” jawab Morin menggeleng-geleng. “Waeyo?”

“Gwenchana. Kalau begitu buatkan aku teh saja.”

“Ara,” patuh Morin lalu mulai menyeduh air untuk membuat teh sedangkan Kyuhyun duduk di meja makan di belakangnya sambil mengamati Morin.

“Kau benar-benar tinggal disini?”

Morin membalik tubuhnya, menatap Kyuhyun sambil mengangkat sebelah alis.

“Bukan begitu, hanya saja aku…”

“Aku tahu,” cegah Morin. “Kau mungkin tak percaya tapi begitulah kenyataannya.”

“Wow,” Kyuhyun mengucapkan kata itu tanpa suara lalu mengangguk-angguk.

Kemudian untuk beberapa saat hening.

“Tuan artis apa kau bisa memasak?”

Kyuhyun hanya menggeleng.

“Jinjja?”

“Demi level tertinggi starcraft yang telah aku capai.”

“Cih! sudah kuduga.”

“Dan apa kau punya makanan? Aku bersumpah aku benar-benar lapar.”

Morin tak menjawab dan hanya berjalan ke arah lemari pendinginnya. “Mari kita lihat. Adakah sesuatu yang bisa dimakan disini.”

Kyuhyun menggerak-gerakkan kepalanya mencoba menerobos pandangan ke dalam lemari pendingin Morin.

“Tak ada yang bisa dimakan.”

“Kau pasti bercanda,” Kyuhyun beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju lemari pendingin. Dan betapa terkejutnya Kyuhyun saat melihat begitu banyaknya makanan kaleng.

Morin hanya nyengir di belakang Kyuhyun sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.

“Kau makan makanan kaleng setiap hari?” tanya Kyuhyun lalu beralih membuka lemari di atasnya dan hanya menemukan begitu banyak ramyun. “Juga ramyun?”

“Aniyo. Sereal dan susu dipagi hari, makanan kaleng di siang hari dan ramyun untuk makan malam,” jawab Morin dengan polosnya.

Mendengar jawaban Morin, Kyuhyun segera membalik tubuhnya menghadap Morin, menunjukkan wajah menuntut.

“Lima hari dalam seminggu aku memakannya. Tapi terkadang seminggu penuh.”

“Kau sama sekali tak pernah makan makanan olahan?”

“Tentu saja pernah. Biasanya aku akan makan di kampus atau mungkin aku akan dapat makanan dari dorm kalian,” jawab Morin nyengir lebar namun segera kembali bersikap normal saat melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan serius.

“Kau tahu kalau makanan seperti itu tidak sehat. Kau hidup di Korea bukan di Amerika. Bagaimana mungkin kau makan makanan kaleng setiap hari.”

“Aku tidak memakannya setiap hari,” ralat Morin.

“Aish jinjja. Aku ingin tahu sudah seberapa banyak sampah yang menumpuk di dalam tubuhmu.”

“YA!” Morin hendak protes tapi lalu mengurungkan niatnya saat melihat tatapan tajam dari Kyuhyun lalu hanya diam hingga akhirnya suara jeritan teko menyelamatkannya dari penghakiman Kyuhyun.

Morin beralih mematikan kompornya lalu menyeduh teh yang telah di masukkannya ke dalam teko sambil beberapa kali melirik pada Kyuhyun yang masih saja terus menatap padanya.

“Ayolah~” rengek Morin mulai kesal dengan sikap Kyuhyun. “Jangan bersikap seperti ini. Biarkan saja apapun yang aku makan. Lagipula ini tubuhku sendiri. aku tahu mana yang baik mana yang tidak. Dan aku bisa memilih apa saja yang ingin aku makan. Lagi, kalaupun tubuhku sakit aku pulalah yang pertama kali merasakannya dan sejauh ini aku tetap sehat jadi jangan menghakimiku karena makanan yang aku makan.”

Kyuhyun mulai bersikap santai lagi lalu mengangguk. Entah apa arti dari anggukannya itu, mungkin hanya sebuah sikap mengalah agar tak terjadi pertengkaran hanya karena makanan.

Morin mendorong cangkir Kyuhyun ke dekatnya lalu menarik kursi di hadapan Kyuhyun masih dengan wajah sedikit kesal.

“Buatkan aku ramyun,” ucap Kyuhyun.

“Ne?”

“Kau ada masalah dengan telingamu?” sindir Kyuhyun.

“Aniyo. Hanya saja beberapa menit yang lalu kau baru saja menceramahiku tentang makanan dan sekarang tiba-tiba kau menyuruhku membuatkanmu ramyun.”

“Aku lapar. Dan aku bisa makan apapun saat lapar. Lagipula kalau kau memang tak mau membuatkannya kau tinggal mengatakannya…”

“Stop,” teriak Morin mencegah Kyuhyun untuk melanjutkan ucapannya. “Aku akan membuatkannya jadi hentikan ucapan-ucapan tak pentingmu.”

Kyuhyun hanya terkekeh.

Morin berjalan mengambil panci dan saat membuka kran air tiba-tiba dia menjerit. “Argh!”

“Wae?” pekik Kyuhyun.

Dan sepertinya Kyuhyun tak perlu lagi menunggu penjelasan dari Morin saat melihat air sudah memancar dari kran ke segala penjuru dapur.

“Omo!” pekik Kyuhyun. “Eottokhe?” panik Kyuhyun mendekati Morin ikut menutup kran yang patah dengan tangannya.

“Sial,” umpat Morin pelan.

“Eottokhe eottokhe eottokhe?” panik Kyuhyun dengan baju sudah mulai basah dan air mulai menggenang di lantai sedangkan mereka berdua belum tahu apa yang akan dilakukan.

“Huahaha,” tawa Morin pecah melihat kepanikan Kyuhyun.

“Ini bukan saatnya bersenang-senang,” hardik Kyuhyun kini telah benar-benar basah kuyup karena derasnya air dari kran.

“Jamkaman,” jawab Morin lalu berlari meninggalkan Kyuhyun mengatasi ‘malapetaka titanic’ itu.

Lalu menit berikutnya Kyuhyun dapat bernafas lega saat air kran mulai berhenti disusul dengan kemunculan Morin.

“Aku baru saja mematikan pipa saluran airnya,” lapor Morin sebelum Kyuhyun bertanya. “Mian untuk malapetaka tak terduga ini,” mohon maaf Morin pada Kyuhyun saat melihat tubuhnya basah kuyup.

“Gwenchana,” jawab Kyuhyun pasrah karena memang tak ada lagi kata yang tepat untuk menjawab permintaan maaf Morin.

“Sebaiknya kita pindah ke ruang televisi. Disini sudah seperti kapal titanic,” keluh Morin mengamati dapurnya. “Aku akan mengambilkanmu handuk kering,” imbuh Morin lalu berlari menaiki tangga. Sepertinya hari ini Morin terlalu banyak berlari.

Kyuhyun hanya mengamati kepergian Morin dan beralih menuju ruang televisi seperti yang diperintahkan Morin.

Kyuhyun mulai mengeringkan rambutnya setelah Morin memberinya handuk kering begitupun Morin yang melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun.

“Apa kita tak perlu membersihkannya sekarang juga? Bagaimana jika orang tuamu pulang? Ngomong-ngomong dimana orang tuamu?” tanya Kyuhyun baru sadar kalau sejak tadi Morin sama sekali tidak membahas tentang keberadaan orang tuanya.

Cukup lama Morin tak menjawab dan hanya fokus dalam mengeringkan rambutnya. Sebelum akhirnya menurunkan handuknya dan menjawab. “Orang tuaku tidak tinggal disini.”

“Itu artinya kau tinggal seorang diri di rumah sebesar ini?” tanya Kyuhyun.

Morin mengangguk.

Kyuhyun menatap Morin curiga. “Kau tidak akan macam-macam padaku kan?”

“Apa maksudmu?” balik tanya Morin.

“Kita hanya berdua di rumah ini sekarang.”

“YA! CHO KYUHYUN! Apa yang kau pikirkan akan aku lakukan padamu?” teriak Morin tak terima.

“Tidak, hanya saja aku takut siapa tahu kau gumiho berekor sembilan yang mencari mangsa seorang pria tampan.”

“Kau sudah bosan hidup?” tanya Morin dengan santainya.

“Kau tidak tahu kalau hal-hal semacam itu ada di Korea?” balik tanya Kyuhyun mencondongkan tubuh pada Morin.

“Kau korban drama.”

Kyuhyun menunjukkan wajah menyerah pada Morin lalu kembali ke topik utama. “Kau tinggal disini tanpa pembantu?”

Morin mengangguk. “Tapi setiap pagi ada seorang bibi yang datang ke rumah untuk membersihkan rumah. Tidak mungkin aku sanggup membersihkan rumah sebesar ini seorang diri.”

“Cih! alibi. Itu hanya karena kau saja yang pemalas,” koreksi Kyuhyun.

Morin mendelik ke arah Kyuhyun. “Oh ayolah kali ini saja mari bicara serius.”

“Jangan katakan hal seperti itu. Tiba-tiba saja aku merinding mendengar ucapanmu tentang bicara serius,” jawab Kyuhyun merinding. “Memangnya dimana orang tuamu?”

“Beijing.”

“China?”

“Memangnya ada berapa Beijing di dunia ini?” balik tanya Morin malas.

“Tidak. Hanya saja aku ingin mengetes kemampuan geografimu.”

Morin tak menanggapinya dan hanya melanjutkan. “Appa, Eomma dan Yeodongsaengku ada disana. Aku sendirian di Seoul.”

“Aku tak menyangka gadis sepertimu bisa tinggal sendirian di Seoul,” sahut Kyuhyun sepertinya mulai merasa prihatin dengan Morin. Tidak-tidak, lebih tepatnya pada betapa kesepiannya Morin.

“Kau pikir?”

“Aniyo. Sejak kapan kau ada di Seoul?”

“Sejak aku mulai masuk junior high school. Sebenarnya Eomma tak mengijinkanku untuk sekolah di Seoul. Tapi pada akhirnya aku berada disini sekarang.”

“Jadi orang tuamu membelikan rumah ini untukmu?”

“Tidak. Sebenarnya ini dulu adalah rumahku juga. Aku lahir di Seoul sebelum akhirnya pindah ke Beijing saat usiaku menginjak lima tahun.”

Kyuhyun diam mendengarkan cerita Morin.

“Appa dan Eommaku warga negara Korea lalu karena Appa memiliki bisnis di Beijing dan sering bolak balik Seoul Beijing akhirnya kami sekeluarga pindah kesana.”

“Dan sekarang kau kembali ke Seoul.”

Morin mengangguk. “Ini pertama kalinya aku bercerita tentang keluargaku pada orang lain. Bahkan aku tak pernah bercerita seperti ini pada sahabatku sendiri, ini sedikit canggung,” ucap Morin menoleh pada Kyuhyun.

“Ya Morin! Mata milikmu sama persis dengan mata milik pria berjas di cover majalah itu,” Kyuhyun baru tersadar saat menatap sepasang mata milik Morin sambil menunjuk ke arah rak dimana dia tadi membaca sebuah majalah, itu kalau hanya membaca judul sebuah artikel bisa dikatakan membaca majalah.

Morin hanya tersenyum penuh arti pada Kyuhyun. “Jinjjayo?”

Kyuhyun mengangguk pasti.

Dan karena hari sudah mulai larut akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk pulang, tidak baik seorang pria bertamu ke rumah seorang perempuan lajang sampai larut malam, untuk mencegah hal-hal buruk yang terjadi. Tapi sebenarnya bukan hanya itu saja karena jika Sungmin kembali dari Sukira dan tidak menemukan Kyuhyun di dorm padahal dia tak punya jadwal, Sungmin pasti akan langsung menghubungi Kyuhyun lalu menyuruhnya segera kembali.

“Gomawo,” ucap Morin pada Kyuhyun di luar gerbang rumahnya.

“Ne. Rumahmu sangat nyaman. Aku akan kemari lagi nanti.”

“Palli kaseyo. Yang lainnya pasti sudah menunggumu. Bukankah besok kau akan berangkat pagi ke China?”

“Ne,” jawab Kyuhyun singkat lalu berputar menuju mobilnya namun langkahnya terhenti beberapa detik kemudian berbalik lagi menghampiri Morin.

“Wae?” tanya Morin bingung. Apakah ada sesuatu yang tertinggal? Karena sepertinya Kyuhyun tidak membawa apapun saat dia datang tadi.

Kyuhyun mengangkat tangannya ragu namun pada akhirnya menepuk lembut puncak kepala Morin. “Jalja.”

Sedangkan Morin terkejut dengan perlakuan Kyuhyun hingga tergagap saat membalas ucapan Kyuhyun. “Nn.. Neodo.”

Kyuhyun hanya tersenyum lalu berjalan menuju mobilnya.

Itulah pertama kalinya Morin melihat Kyuhyun tersenyum. Bukan seringaian jail, senyum mengejek ataupun tawa merendahkan tapi senyum tulus.

“Mengemudilah dengan hati-hati,” pesan Morin melambaikan tangannya pada Kyuhyun yang hanya mengangguk sebelum akhirnya mobil Kyuhyun benar-benar pergi.

Morin berputar hendak kembali ke dalam rumah saat sesaat dia melihat sekelebat bayangan dari arah yang tak begitu jauh dengannya. Morin menelengkan kepala tampak berpikir namun pada akhirnya menggeleng. “Itu tidak mungkin.”

-oooOooo-

Morin’s Home. 7 January 2013.

Morin terbangun dari tidurnya dan terkejut mendapati jam digital di samping tempat tidurnya telah menunjukkan pukul 9 tepat. Itu artinya sudah tak ada gunanya jika dia memang ingin pergi ke dorm karena pasti semua orang telah berangkat menuju bandara Gimpo.

Morin menggaruk-garuk rambutnya dengan muka malas lalu buru-buru turun dari tempat tidur dan mulai menyalakan laptop di meja belajarnya.

Dan setelah laptopnya tersambung dengan internet, Morin dengan lincah mengetikkan beberapa kata kunci pada portal pencarian hingga menemukan apa yang diinginkannya.

Morin menggigit-gigit bibir sambil menscrol gambar-gambar dari dispact di layar laptopnya.

“Apakah di luar sedingin itu sekarang?” gumam Morin saat melihat foto para member suju di bandara mengenakan jaket berbulu dan serta syal. “Kurasa iya,” gumamnya lagi saat melihat foto Siwon yang sedikit dikaburkan oleh embun dingin yang keluar dari mulutnya.

“Dia pria bodoh yang berasal dari mana? Mana mungin di cuaca sedingin ini dia hanya mengenakan jaket seperti itu, tanpa syal, hoodi atapun sarung tangan,” omel Morin pada foto Kyuhyun yang dengan innocentnya berjalan di bandara. “Pastikan saja kau tidak kena flu.”

Morin lalu menutup jendela pada search engine-nya lalu beralih meraih ponsel dan mulai mengetikkan pesan dan setelah memastikan bahwa ia telah mengirim pesannya dia kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya. Jangan salahkan Morin jika dia akan tidur lagi, karena malapateka yang terjadi pada dapurnya memaksanya untuk tidur hingga dini hari, itu sebabnya dia akan tidur lagi sekarang.

-oooOooo-

SJM’s Dorm, Beijing. 17 January 2013.

“Aku lelah sekali. Dan juga lapar. Tak adakah seseorang yang akan memasak untuk malam ini?” keluh Henry mengelus perutnya yang kelaparan.

“Manajer hyung~” panggil Kyuhyun sambil merenggangkan otot tubuhnya.

“Wae?” tanya manajernya setelah menutup notebooknya.

“Kami lapar. Benar-benar sangat lapar.”

“Aku akan memesankan makanan untuk kalian. Jamkaman.”

“Ne~” koor seluruh member SJM kompak.

Dan setelah manajer hyung keluar semua member mengeluarkan ponsel masing-masing dari dalam tas mereka dan mulai sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.

“Henry-ah!” panggil Eunhyuk.

“Ne?”

“Ambilkan aku minum.”

“Mwo?”

“Ambilkan aku minum.”

“Shireo.”

“Ya! Kau sebagai maknae harus menuruti apa yang dikatakan hyungmu ini.”

Henry merengek di tempatnya duduk namun pada akhirnya tetap berjalan menuju dapur.

“Dan ambilkan charger ponselku di dalam kamar,” seru Kyuhyun.

Henry tak menjawab dan hanya berbelok berjalan terlebih dahulu ke kamar Kyuhyun sebelum akhirnya mengambilkan minum bukan hanya untuk Eunhyuk tapi untuk seluruh member.

“Oh,” Kyuhyun mengulurkan ponselnya pada Henry yang hanya di balas dengan tatapan malas Henry lalu mengambil uluran ponsel Kyuhyun.

“Aktifkan sekalian,” kekeh Kyuhyun senang.

“Kau baru menchargernya hari ini sejak keberangkatan kita dari Korea lebih dari seminggu yang lalu?” tanya Sungmin tak percaya pada Kyuhyun karena Sungmin baru melihat kali ini lah Kyuhyun mengeluarkan iphonenya.

Kyuhyun mengayun-ayunkan androidnya pada Sungmin. “Kenapa harus membuang-buang energi disaat yang lain masih bisa digunakan.”

“Dengan begitu banyaknya gadget yang kau miliki itu justru membuang-buang energi,” protes Siwon pada Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun hanya mengulurkan lidahnya pada Siwon. “Kau hanya syirik.”

“Kau pasti bercanda. Bahkan Siwon lebih kaya darimu,” sindir Eunhyuk.

“Tidak lagi sekarang disaat aku sudah menjadi yang terkaya kedua setelah Siwon. Sebentar lagi aku pasti akan menggeser kedudukannya,” ucap Kyuhyun dengan angkuhnya.

Sedangkan member lainnya hanya menggeleng-geleng.

“Il deo ha gi il eun gwiyomi, gwiyomi, gwiyomi,” Donghae bernyanyi sambil memainkan ponselnya.

“YA! JANGAN NYANYIKAN LAGU ITU LAGI!” teriak Siwon dan Eunhyuk bersamaan membuat seluruh member tertawa terbahak.

Tapi Donghae yang seperti anak kecil justru mengulanginya sambil memperagakan beberapa aegyo 1:1 gwiyomi diikuti tawa terpingkal-pingkal dari Henry juga Kyuhyun.

“Lakukan itu sekali lagi untuk kami disini,” suruh Sungmin.

“Ya hyung. Aku sudah cukup malu melakukannya di depan kamera kenapa harus mengulanginya lagi sekarang,” ucap Siwon berdiri dari duduknya tak terima.

“Eunhyuk-ah, lakukan sekali lagi untukku,” pinta Donghae aegyo pada Eunhyuk.

“Shireo. NEVER!” jawab Eunhyuk sarkatis.

“Kyuhyunnie hyung,” panggil Henry. “Siapa itu Setan Wortel?” tanyanya lagi setelah Kyuhyun menoleh sepenuhnya pada dirinya.

“Ne?”

“Ada pesan singkat untukmu dari setan wortel,” lapor Henry mengacungkan ponsel Kyuhyun yang masih tersambung dengan charger.

Kyuhyun segera bergegas merebut ponselnya dari tangan Henry dengan tatapan tajam.

“Aku tak membukanya,” bela Henry mengangkat kedua tangannya. “Hanya saja notifikasinya muncul di tab ponselmu.”

Kyuhyun hanya mengangguk.

Sedangkan Henry beralih duduk di sofa di tempat yang tadi di duduki Kyuhyun.

“Morin?” tanya Sungmin pada Kyuhyun yang hanya di balas dengan anggukan Kyuhyun.

“Morin nugu?” tanya Henry mencondongkan tubuh ke arah Sungmin.

Sungmin hanya menjawab dengan gidikan bahu.

From : Carrot Devil

Sesibuk apapun jadwal di China jangan sampai terlambat makan. Jangan lupa minum vitamin dan istirahatlah yang cukup. Jangan bermain starcraft hingga larut malam. Dan yang paling terpenting jaga kesehatan juga jangan mengeluh pada padatnya jadwal. SJ-M Fighting!

 

From : Carrot Devil

Dan satu lagi. Gunakan jaket tebal atau syal saat keluar di cuaca yang dingin. SJ-M Fighting!

“Cih!” dengus Kyuhyun pelan sambil tersenyum lalu mengetikkan jawaban yang sangat singkat untuk pesan dari Morin yang dikirimnya sejak seminggu yang lalu dan baru dibukanya hari ini.

To : Carrot Devil

Ara.

“SJ-M fighting!” seru Kyuhyun pada seluruh membernya yang hanya dibalas dengan tatapan bingung dari seluruh member menyebabkan suasana berubah canggung untuk sepersekian detik.

“Aish, lupakan,” gumam Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya.

“Makanan datang~,” seru manajer hyung membawa dua kantong plastik besar berisi makanan yang beberapa menit yang lalu dipesannya.

“Yeiii,” teriak seluruh member SJM seperti anak kecil minus Siwon.

Sedangkan Siwon hanya geleng-geleng prihatin bagaimana dia bisa hidup dengan orang-orang bertubuh besar-besar tapi tingkah masih seperti anak taman kanak-kanak semua.

“Hyung lain kali pesankan makanan beberapa menit sebelum kami kembali dari jadwal. Aku tak boleh terlambat makan,” keluh Kyuhyun pada manajernya.

“Ne?”

-oooOooo-

Morin’s Home, Seoul. 20 January 2013.

Morin duduk bersila di atas tempat tidurnya dengan ponsel di hadapannya. Beberapa kali Morin membuka kunci ponselnya untuk memastikan bahwa signal pada ponselnya penuh namun berapa lama pun Morin menunggu hingga ponselnya berbunyi, ponselnya sama sekali tak berbunyi. Tak ada pesan masuk untuknya, tak ada panggilan masuk untuknya, tak ada tanda-tanda bahwa seseorang yang sudah berhari-hari tak ada kabar akan menghubunginya hari ini.

Morin mengeluh panjang lalu berbaring telentang setelah memindahkan ponsel ke atas perutnya, matanya menerawang pada langit-langit kamarnya.

Tiba-tiba saja bel pintu gerbang Morin berbunyi menyebabkan Morin dengan langkah cepat berlari keluar kamar, menuruni tangga lalu betapa kecewanya dia saat melihat seorang kurir berdiri di luar gerbang rumahnya setelah mengecek pada intercomnya.

Morin menutup gerbang rumahnya setelah menandatangani tanda terima yang disodorkan kurir padanya lalu mengamati bungkusan kecil yang dipegangnya.

“Dari Beijing,” gumam Morin mengulang kata-kata yang diucapkan kurirnya tadi. “Untuk apa eomma mengirimkan hal seperti ini padaku?” ucapnya sambil membuka bingkisannya setelah berada kembali di dalam rumah, terlalu dingin untuk berada di luar cukup lama.

“Obat?” seru Morin heran pada sekotak penuh obat. “Flu?” imbuhnya lalu mengambil sebuah pesan yang berada bersama obat tersebut.

Cuaca di Korea sangat ekstrem, segeralah minum obat jika kau merasa tidak enak badan. Jangan sampai kau melewatkan ujianmu begitu saja. Im Morin Fighting!

Morin masih melongo membaca pesan singkat dihadapannya. Dia tahu persis siapa yang mengirim paket aneh seperti ini. Setelah waktu yang sangat lama tanpa kabar dan tiba-tiba hanya mengirimi sekotak obat jauh-jauh dari Beijing. Itupun hanya obat flu bukan suplemen atau apapun untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Obat seperti ini ada banyak di Seoul,” gerutu Morin menepuk-nepuk dadanya tak habis pikir dengan cara berpikir Kyuhyun.

-to be continue-


a/n:

aku tau kok kalian baca ff-ku. aku juga ‘nggak marah’ kok kalian belom meninggalkan komentar sampai saat ini. tapi aku menunggu kesadaran kalian buat komen disini ya. gomawo ^^

Advertisements