Vicarious Tingle

“I just write what I wanted to write. I write what amuses me. It’s totally for myself.” ―J.K. Rowling

Category: Book Review

Insurgent : #2 Novel of Divergent Trilogy

InsurgentHC-jkt-des4

]Title                           : Insurgent

Author                        : Veronica Roth

Genre                         : Science fiction / Dystopian

Publication date         : May 1, 2012

Pages                          : 525

Insurgent adalah series kedua dari novel best seller trilogy Divergent. Menceritakan tentang masa depan Chicago yang berubah menjadi kota dengan masyarakat kota yang terbagi menjadi 5 faksi. (baca review sebelumnya disini)

Sinopsis :

Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu.

Read the rest of this entry »

Divergent : #1 Novel of Divergent Trilogy

13335037

Title                            : Divergent

Author                        : Veronica Roth

Genre                         : Science fiction / Dystopian

Publication date         : April 25, 2011

Pages                          : 487

 

 

Divergent merupakan novel debut seorang penulis Amerika bernama Veronica Roth. Divergent adalah versi Dystopia Chicago. Dystopia adalah bentuk sastra yang mengeksplorasi struktur sosial dan politik. Distopia sering ditandai oleh bentuk pemerintahan otoriter atau totaliter. Sering menampilkan berbagai jenis represif sistem kontrol sosial, kurangnya atau tidak adanya kebebasan dan ekspresi individu, dan keadaan perang atau kekerasan yang konstan ( http://soundofmusic.web.id/2012/04/apa-itu-fikti-distopia/ ) .

Sinopsis :

Satu pilihan menentukan apa yang harus kau percaya. Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya.

Read the rest of this entry »

Immortals Series : Evermore

Sore-sore, hujan pula iseng-iseng nulis-nulis dan jadilah ini.

Judul Novel                : EVERMORE

Pengarang                  : ALYSON NOEL

Penerbit                      : St. Martin’s Griffin

Kota Terbit                : New York

Tahun Terbit              : 2009

Tebal Halaman          : 390 halaman

 

“Apa kau mencintaiku?” tanyanya.

Aku mengalihkan tatapanku. Aku sadar aku mencintainya, dengan setiap helai rambut, sel kulit, bahkan tetesan darahku. Aku dipenuhi dengan rasa cinta yang begitu melimpah, namun tak mampu mengucapkannya. Tapi toh jika dia sungguh-sungguh punya kemampuan khusus membaca pikiran maka aku tak perlu lagi mengatakannya. Seharusnya dia bisa langsung tahu.

“Selalu lebih menyenangkan saat diucapkan,” ujarnya.

Read the rest of this entry »